Konten dari Pengguna

Selangkah Menuju PIMNAS, D-Sense Jadi Salah Satu dari Dua Kontingen UMY

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syafa Arshinta Nabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim PKM-KC D-Sense UMY (Dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Tim PKM-KC D-Sense UMY (Dokumentasi pribadi)

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), D-Sense, berhasil melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 39. Pencapaian ini menjadikan D-Sense sebagai salah satu dari dua tim yang mewakili UMY dalam kompetisi ilmiah mahasiswa tingkat nasional tersebut.

Tim D-Sense menghadirkan inovasi bertajuk “D-Sense (Down Syndrome Jaw Sense): Sistem Monitoring Bruxism Berbasis Wearable EMG dengan Fitur IoT Feedback Respons untuk Pendampingan Down Syndrome”. Pengembangan karya ini didampingi oleh drg. Arief Waskitho, Sp. Pros., PhD, dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UMY.

Inovasi D-Sense memadukan teknologi wearable electromyography (EMG) dan Internet of Things (IoT) untuk memantau bruxism, yakni kondisi ketika seseorang memiliki kebiasaan menggemeretakkan atau mengatupkan gigi secara berulang. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung pendampingan individu dengan Down syndrome melalui sistem pemantauan yang dikembangkan oleh tim.

Keberhasilan menembus PIMNAS menjadi capaian tersendiri bagi D-Sense setelah melewati tahapan pengembangan ide dan penyusunan inovasi. Kesempatan ini sekaligus membuka ruang bagi tim untuk memperkenalkan hasil karyanya di hadapan peserta lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menatap PIMNAS dengan Target Prestasi

Lolos ke PIMNAS bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari persiapan menuju kompetisi yang lebih menantang. Tim D-Sense perlu mematangkan presentasi, memperdalam pemahaman terhadap inovasi yang dikembangkan, serta mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan dan masukan dari dewan juri.

Ketua tim D-Sense, Maryam, mengungkapkan harapannya agar tim dapat meraih hasil terbaik dalam ajang tersebut.

“Semoga tim kami bisa pulang membawa medali, aamiin,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, kesiapan tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas inovasi, tetapi juga oleh kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis dan mempertanggungjawabkan setiap aspek pengembangan karya. Persiapan yang optimal menjadi bekal penting agar inovasi yang dibawa dapat dipresentasikan dengan baik.

Partisipasi D-Sense dalam PIMNAS menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UMY dalam mengembangkan inovasi berbasis riset dan teknologi. Dengan membawa karya yang mengangkat isu pendampingan Down syndrome, tim ini diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama UMY di tingkat nasional.