Konten dari Pengguna

Katanya Mau Lebih Baik tapi kok ...

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang berharap kehidupannya menjadi lebih baik dari hari ke hari. Ada yang ingin lebih sukses dalam pekerjaan, memiliki kondisi keuangan yang sehat, lebih produktif, atau sekadar menjalani hidup dengan pikiran yang tenang. Namun, keinginan untuk berubah sering kali hanya berhenti sebagai harapan. Ironisnya, kebiasaan yang dilakukan justru masih sama: bangun tidur langsung membuka media sosial, menghabiskan waktu untuk hal-hal tidak produktif, sibuk membandingkan pencapaian dengan orang lain, hingga mengulangi kesalahan yang sama. Padahal, perubahan hidup tidak selalu membutuhkan langkah besar. Ada lima kebiasaan sederhana yang bisa mulai dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup.

Pertama, tutup semua kebocoran energi personal dengan mengurangi hal-hal yang menguras pikiran dan waktu. Misalnya, berhenti terlibat dalam percakapan yang hanya berisi gosip, mengurangi perdebatan tidak produktif di media sosial, serta belajar mengatakan tidak terhadap aktivitas yang tidak penting. Kedua, pasang kacamata kuda dengan memusatkan perhatian pada tujuan sendiri. Seorang karyawan yang sedang membangun karier tidak perlu terus-menerus merasa tertinggal hanya karena temannya sudah menjadi manajer atau membeli rumah. Setiap orang memiliki waktu, kesempatan, dan perjalanan berbeda. Ketiga, bersahabatlah dengan keheningan. Sesekali luangkan waktu untuk membaca buku, berjalan pagi, berolahraga, atau menikmati secangkir kopi tanpa harus terus-menerus mencari perhatian dan pengakuan orang lain.

Keempat, jangan langsung mengakses dunia luar ketika bangun pagi. Hindari kebiasaan membuka WhatsApp, Instagram, atau TikTok begitu mata terbuka. Cobalah memberikan waktu 30 menit pertama untuk berdoa, merapikan tempat tidur, berolahraga ringan, atau menyusun rencana kegiatan harian. Dengan begitu, pikiran tidak langsung dipenuhi kabar, tuntutan, dan kehidupan orang lain. Kelima, ganti sebagian waktu scrolling dengan mempelajari sesuatu yang bermanfaat. Misalnya, seseorang yang biasanya menghabiskan dua jam untuk melihat video pendek dapat mengalokasikan 30 menit untuk membaca buku, belajar bahasa asing, mengikuti kursus daring, atau mempelajari keterampilan baru. Kebiasaan kecil tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten, dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peluang masa depan.

Katanya hidup mau lebih baik tapi kok ...

Hidup tidak akan berubah jika kebiasaan kita masih terus berulang tanpa perbaikan. Tidak perlu menunggu pergantian tahun untuk membuat resolusi, membeli buku motivasi baru, atau merancang target yang terlalu tinggi. Mulailah hari ini, bahkan dari pagi ini, dengan satu keputusan kecil yang bisa dilakukan secara konsisten. Kurangi hal yang tidak penting, fokus pada tujuan, nikmati ketenangan, kendalikan penggunaan gawai, dan terus belajar. Ingat, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh seberapa besar impian yang kita miliki, tetapi juga oleh seberapa disiplin kita menjalankan kebiasaan kecil untuk mewujudkannya. Sebab, masa depan yang lebih baik tidak dibangun dalam satu malam, melainkan dari pilihan-pilihan sederhana yang kita lakukan setiap hari. Salam literasi!