Konten dari Pengguna

Pentingnya Manajemen Bisnis dalam Menjalankan Sebuah Usaha

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tantia Salsabila Eka Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi manajemen bisnis dan perencanaan usaha (sumber: https://pixabay.com/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manajemen bisnis dan perencanaan usaha (sumber: https://pixabay.com/)

Memulai bisnis kini menjadi pilihan banyak orang, termasuk mahasiswa. Berbagai usaha, mulai dari berjualan makanan, membuka kedai minuman, hingga menjalankan toko daring, dapat ditemukan di sekitar kita. Tidak sedikit orang yang tertarik berbisnis karena melihat peluang keuntungan yang menjanjikan. Namun, apakah memiliki modal dan produk yang menarik sudah cukup untuk membuat sebuah bisnis berhasil?

Menurut saya, belum tentu. Manajemen bisnis memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana sebuah usaha direncanakan, dijalankan, dan dikembangkan. Bisnis bukan hanya tentang menjual produk dan memperoleh keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana usaha tersebut dikelola. Tanpa manajemen yang baik, usaha yang awalnya memiliki peluang besar justru dapat mengalami kesulitan dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya.

Dalam Studi Kelayakan Bisnis (SKB), aspek manajemen menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum sebuah usaha dijalankan. Aspek ini membantu calon pengusaha menilai bagaimana bisnis akan direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan, dan dikendalikan agar tujuan usaha dapat tercapai.

Pentingnya Manajemen Bisnis dalam Perencanaan Usaha

Setiap bisnis membutuhkan perencanaan. Pemilik usaha perlu menentukan tujuan, memperkirakan modal, menetapkan target penjualan, dan menyusun strategi untuk menjalankan usahanya. Perencanaan juga mencakup penjadwalan kegiatan atau network planning, yaitu pengaturan urutan pekerjaan dan waktu pelaksanaannya agar kegiatan bisnis berjalan sesuai rencana.

Sebagai contoh, mahasiswa yang ingin membuka usaha makanan tidak cukup hanya menentukan menu yang akan dijual. Ia juga perlu memperhitungkan biaya bahan baku, menentukan pemasok, mengatur waktu produksi, dan memilih waktu penjualan yang sesuai dengan target konsumennya.

Menurut saya, perencanaan bukan berarti semua hal harus berjalan sempurna sejak awal. Justru, perencanaan membantu pengusaha lebih siap menghadapi kemungkinan yang muncul selama menjalankan bisnis.

Pengorganisasian Membuat Pekerjaan Lebih Terarah

Selain perencanaan, pengorganisasian atau organizing juga memegang peranan penting. Dalam bisnis, setiap orang perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya agar pekerjaan tidak saling tumpang tindih.

Misalnya, dalam usaha makanan, satu orang bertanggung jawab menyiapkan produk, orang lain melayani pelanggan, dan orang lainnya mengurus pembayaran serta pencatatan transaksi. Pembagian tugas yang jelas dapat membantu pekerjaan menjadi lebih teratur dan mengurangi kesalahan.

Setelah tugas dibagi, pemilik usaha juga perlu memastikan setiap orang menjalankan pekerjaannya dengan baik. Proses ini berkaitan dengan pelaksanaan atau actuating, yaitu upaya mengarahkan dan mendorong orang-orang agar bekerja sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Bagi saya, kemampuan mengelola orang sama pentingnya dengan kemampuan menghasilkan produk. Produk yang bagus memang dapat menarik pelanggan, tetapi pelayanan dan kerja sama yang baik membantu mempertahankan kepercayaan mereka.

Pengendalian dan Evaluasi untuk Menjaga Keberlangsungan Bisnis

Manajemen tidak berhenti ketika bisnis mulai beroperasi. Pemilik usaha tetap perlu melakukan pengendalian atau controlling untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana. Caranya dapat dilakukan dengan memeriksa hasil penjualan, mengevaluasi pengeluaran, mengawasi kualitas produk, dan menilai kinerja karyawan.

Contohnya, ketika penjualan menurun, pengusaha perlu mencari tahu penyebabnya. Apakah harga produk terlalu tinggi, kualitasnya menurun, atau strategi pemasarannya kurang tepat? Dengan evaluasi, keputusan perbaikan dapat dibuat berdasarkan kondisi usaha, bukan sekadar dugaan.

Menurut saya, kesalahan bukan selalu menjadi tanda bahwa bisnis akan gagal. Namun, kesalahan yang terus berulang tanpa evaluasi dapat menjadi masalah serius bagi keberlangsungan usaha.

Manajemen Bisnis yang Baik Mendukung Keberhasilan Usaha

Ilustrasi kerja sama tim dalam menjalankan manajemen bisnis (sumber: https://pixabay.com/)

Pada akhirnya, menjalankan bisnis membutuhkan lebih dari sekadar keberanian untuk memulai. Perencanaan, penjadwalan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian merupakan bagian yang saling berkaitan dalam mengelola usaha.

Studi Aspek Manajemen dalam Studi Kelayakan Bisnis mengingatkan kita bahwa kelayakan suatu usaha tidak hanya berkaitan dengan peluang pasar dan keuntungan, tetapi juga dengan kesiapan pengelolaan usaha itu sendiri.

Menurut saya, bisnis yang baik bukan hanya bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan hari ini, melainkan bisnis yang dikelola dengan terarah agar mampu bertahan dan berkembang pada masa mendatang. Karena itu, sebelum sibuk memikirkan seberapa besar keuntungan yang ingin diperoleh, calon pengusaha juga perlu memikirkan bagaimana bisnisnya akan dijalankan.

Tantia Salsabila Eka Putri, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang.