Hidup di Antara Deadline: Cara Mahasiswa Bertahan di Tengah Tugas yang Menumpuk

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Prodi Ilmu Al-Qur'an dan tafsir Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tanzilurrahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi banyak mahasiswa, kata “deadline” sudah seperti sahabat karib-selalu ada, selalu menemani. Entah itu tugas kuliah, laporan praktikum, makalah, presentasi, atau skripsi, semuanya datang bertubi-tubi, seringkali dalam waktu yang berdekatan. Akibatnya, banyak mahasiswa yang merasa kewalahan, kelelahan, bahkan kehilangan motivasi. Tapi tenang, kamu tidak sendirian. Artikel ini akan membahas cara-cara realistis agar mahasiswa bisa bertahan dan tetap waras di tengah tumpukan tugas.
1. Kenali Pola Kerjamu Sendiri
Setiap orang punya cara kerja yang berbeda. Ada yang produktif di pagi hari, ada yang lebih fokus di malam hari. Mulailah dengan memahami jam biologismu-kapan kamu paling fokus, kapan kamu butuh istirahat. Dengan mengenal pola ini, kamu bisa menyusun jadwal kerja yang lebih efektif dan tidak memaksakan diri bekerja di waktu yang kurang produktif.
2. Buat Skala Prioritas
Tidak semua tugas punya urgensi yang sama. Coba gunakan teknik seperti Eisenhower Matrix atau sekedar membuat daftar tugas dengan label: mendesak, penting, atau bisa ditunda. Fokuslah pada tugas yang paling mendesak dan penting terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu tidak akan merasa semuanya harus selesai dalam satu malam.
3. Jangan Takut Memecah Tugas Besar
Satu makalah 10 halaman memang terdengar berat. Tapi kalau dibagi menjadi bagian-bagian kecil seperti mencari referensi, membuat kerangka, menulis pendahuluan, dan seterusnya tiba-tiba terasa lebih ringan. Teknik ini disebut chunking, dan sangat ampuh untuk mengurangi rasa cemas akibat beban tugas besar.
4. Manfaatkan Teknologi dengan Cerdas
Gunakan aplikasi seperti Notion, Google Calender, atau Todoist untuk mencatat dan mengatur jadwal tugasmu. Jangan hanya andalkan ingatan. Sering kali kita merasa “lupa ada tugas” bukan karena sibuk, tapi karena tidak mencatat dengan baik.
5. Jangan Lupakan Istirahat
Ini penting: istirahat bukan berarti malas. Tubuh dan otakmu butuh waktu untuk recharge. Teknik Pomodoro (bekerja 25 menit lalu istirahat 5 menit) bisa jadi solusi untuk menjaga fokus tanpa kelelahan. Jangan paksa diri bekerja nonstop, karena hasilnya justru bisa tidak maksimal.
6. Curhat dan Cari Dukungan
Saat beban terasa berat, jangan dipendam sendiri. Bercerita ke teman, ikut diskusi kelompok, atau bahkan sekadar sharing lewat media sosial bisa membantu mengurangi tekanan. Kadang, solusi datang saat kita berbagi dan melihat sudut pandang orang lain.
7. Jaga Pola Hidup Sehat
Kesehatan fisik mempengaruhi produktivitas. Makan yang cukup, tidur yang cukup, dan kalau bisa-olahraga ringan. Kelelahan fisik bisa memperburuk stres dan membuatmu makin sulit fokus.
Penutup: Bukan Tentang Siapa yang Paling Sibuk, Tapi Siapa yang Paling Betahan
Mahasiswa bukan robot. Menjadi produktif bukan berarti mengorbankan kesehatan dan kebahagiaan. Yang penting bukanlah menyelesaikan semua hal sekaligus, tapi bagaimana kamu tetap waras, sehat, dan berkembang di tengah tantangan akademik. Jadi, kalau kamu sedang merasa hidupmu hanya berputar antara tugas dan deadline, tarik napas dulu, atur strategi, dan ingat: kamu tidak sendirian, dan kamu pasti bisa melewatinya.
Referensi
Hidayat, Riko. “Strategi Mahasiswa dalam Menghadapi Deadline Tugas Kuliah.” Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Sosial, Vol. 5, No. 1, 2021.
Yulianti, Novi. Manajemen Waktu untuk Mahasiswa. Jakarta: Prenada Media, 2020.
