teman kumparan Join Berlin Marathon 2025: Pengalaman yang Bikin Merinding!

teman kumparan

teman kumparanverified-green

Ayo gabung ke komunitas teman kumparan!

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Potret teman kumparan Join Berlin Marathon 2025. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Potret teman kumparan Join Berlin Marathon 2025. Foto: Istimewa

Ajang lari bergengsi Berlin Marathon baru saja digelar pada 21 September 2025. Dalam dunia lari, event ini ibarat ‘lebaran’ para pelari soalnya termasuk dalam salah satu World Marathon Majors (WMM).

Merujuk informasi di Instagram @berlinmarathon, sebanyak 55 ribu pelari dari seluruh dunia bergabung dalam Berlin Marathon 2025. Di antara mereka, ada sejumlah member teman kumparan Running Club yang juga ikutan, lho.

Penasaran seperti apa keseruan teman kumparan menjajal lintasan Berlin Marathon? Yuk, simak pengalaman mereka di bawah ini.

Pengalaman teman kumparan Join Berlin Marathon 2025

Potret teman kumparan Join Berlin Marathon 2025. Foto: Istimewa

Bagi banyak pelari, Berlin Marathon (BM) adalah ajang spesial karena memiliki atmosfer yang mampu membakar semangat setiap pelari. Salah satu yang merasakan atmosfer itu adalah Captain teman kumparan Running Club, Widi.

“Suasananya ramai banget! Dari mulai di hotel, jalan ke start line, sampai area kumpul, tuh, semua penuh sama pelari dari berbagai negara. vibes-nya bikin semangat banget,” ujar Captain Widi.

Ia pun mengungkapkan bahwa BM sangat berbeda dari ajang maraton lainnya. Perbedaan itu terasa dari crowd support hingga pemilihan rute yang nggak nge-loop alias dimulai dan diakhiri di titik yang sama.

“Jadi bener-bener dimanjain sebagai pelari. Di sini semua detail dipikirin, jadi kita tinggal fokus lari aja,” kata Widi.

Meskipun telah terbiasa mengikuti maraton, tapi Widi mengakui lintasan kalau BM punya tingkat kesulitan tersendiri. Ia merasa kepayahan karena cuaca Berlin sangat panas, sehingga bikin energi cepat terkuras.

Mentalnya pun diuji banget karena tubuhnya juga mulai capek. Untungnya, Widi berhasil meyakinkan diri sendiri bahwa ia bisa menaklukkan lintasan Berlin.

“Aku coba tarik napas, ingetin diri sendiri, ‘kamu udah latihan sejauh ini, jangan nyerah sekarang’. Plus, lihat penonton di pinggir jalan yang heboh kasih semangat bikin aku terus maju sampai finish,” ceritanya.

Potret teman kumparan Join Berlin Marathon 2025. Foto: Istimewa

Menjelang finish, begitu Widi berhasil melewati Brandenburg Gate yang ikonik, ia mengaku merinding di sekujur tubuh. Seluruh perasaannya campur aduk dan membuatnya makin semangat menginjak garis akhir.

“Itu ikonik banget, vibes-nya bikin merinding, dan rasanya campur aduk antara capek, lega, dan bahagia,” tutur Widi.

Perasaan serupa juga dialami teman kumparan Eli Beliana, apalagi ini merupakan ajang WMM pertamanya. Ada momen ketika dia merasa sangat lelah dan bahkan kram sampai tiga kali.

Cuaca panas bikin tubuh dan mentalnya perlahan ingin menyerah. Tapi, Eli menolak kalah, dia terus meyakinkan diri sendiri bahwa mampu mencapai garis finish.

“Langsung terpikirkan untuk perbanyak istighfar dan dzikir supaya pikiran tidak keluar dengan kata-kata yang tidak baik,” ucap Eli. Ia juga berkali-kali mengafirmasi diri sendiri dengan ucapan, “Harus finish, Eli, you can do it!”

Afirmasi itu berhasil, Eli bisa mencapai garis finish Berlin Marathon. Ia mengaku nggak akan melupakan momen ketika melintasi Brandenburg Gate yang bersejarah.

“Yang terbaik dan ini puncaknya yang akan selalu diingat adalah menjelang finish melintasi Brandenburg Gate menuju garis finish,” kenang Eli.

Jadi yang paling update tentang event Running, gabung komunitas teman kumparan Running Club sekarang http://kum.pr/running