Cerita KKN 80 ITERA Mendorong Kemandirian Lingkungan Warga Daya Murni TUBABA

Mahasiswa ITERA
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tengku Diraputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa ITERA Kelompok 80 Melaksanakan KKN di Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung (2026)

Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dari Kelompok 80 melaksanakan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) di Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada 08 Januari 2026 hingga 06 Februari 2026. Program KKN ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta keterampilan dalam pengelolaan lingkungan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil observasi awal, mahasiswa menemukan beberapa permasalahan utama di Kelurahan Daya Murni, di antaranya genangan air saat musim hujan, pengelolaan limbah rumah tangga yang belum optimal, penggunaan pestisida kimia pada pertanian skala rumah tangga, serta rendahnya pemahaman anak-anak tentang pemilahan sampah dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Berdasarkan hasil survei tersebut, Kelompok 80 merancang tiga program kerja pokok dan dua program kerja tambahan yang berorientasi pada solusi sederhana, aplikatif, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Program Pokok 1: Sosialisasi dan Edukasi Alat Biopori
Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan genangan air yang sering terjadi setelah hujan. Melalui sosialisasi dan edukasi mengenai lubang resapan biopori, masyarakat diberikan pemahaman tentang fungsi dan manfaat biopori dalam meningkatkan daya resap tanah serta mengurangi genangan air di lingkungan permukiman. Selain sebagai solusi resapan air, biopori juga dimanfaatkan sebagai tempat penguraian sampah organik rumah tangga yang dapat memperbaiki struktur tanah. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan pembuatan biopori secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Program Pokok 2: Sosialisasi dan Edukasi Biopestisida Organik
Permasalahan penggunaan pestisida kimia pada tanaman pekarangan menjadi perhatian dalam program ini. Mahasiswa memperkenalkan biopestisida organik berbahan alami seperti kulit bawang merah dan buah mengkudu sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan.Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diberikan materi teori, tetapi juga praktik pembuatan biopestisida sederhana. Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia serta mendorong pemanfaatan bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat.
Program Pokok 3: Sosialisasi Pupuk Organik dari Limbah Rumah Tangga
Masih banyaknya limbah organik rumah tangga yang dibuang tanpa pengelolaan menjadi latar belakang program ini. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemanfaatan sisa sayuran, buah, dan sampah dapur lainnya menjadi pupuk organik. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume limbah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesuburan tanah pada tanaman pekarangan masyarakat. Dengan pengolahan sederhana, limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian skala rumah tangga.
Selain program pokok, mahasiswa juga melaksanakan dua program tambahan yang berfokus pada edukasi lingkungan dan kesehatan sejak usia dini. Program tambahan pertama adalah Edukasi Belajar Kreatif Cara Pemilahan dan Pengelolaan Sampah bagi siswa Sekolah Dasar. Melalui metode pembelajaran yang interaktif seperti permainan dan praktik langsung, siswa diajarkan membedakan sampah Organik, anorganik, dan B3. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.
Program tambahan kedua adalah Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di PAUD dan TK Pertiwi Kelurahan Daya Murni. Anak-anak diberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, dan membuang sampah pada tempatnya. Edukasi dilakukan secara menyenangkan agar kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat tertanam sejak dini.
