Konten dari Pengguna

KKN FISIP UB Ajak Pemuda Gereja Pahami Isu Sosial Lewat Film "Budi Pekerti"

Sitiarjo, Malang – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang tergabung dalam Kelompok 37 KKN FISIP Bakti Desa (FBD) sukses menyelenggarakan program kerja NOBAR CERDAS bersama pemuda gereja di Desa Sitiarjo pada Sabtu, 19 Juli 2025. Program ini dirancang sebagai medium edukatif yang mendorong kesadaran sosial dan berpikir kritis di kalangan pemuda desa melalui pendekatan sinema dan dialog.

Film yang dipilih dalam kegiatan ini adalah “Budi Pekerti”, sebuah film yang secara kuat merefleksikan berbagai isu sosial kontemporer, seperti penyebaran berita hoaks, cyberbullying, tekanan media sosial, dan penghakiman publik. Setelah pemutaran film selama dua jam, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk melakukan diskusi selama 30 menit, lalu mempresentasikan hasil pemikiran mereka secara terbuka.

Gambar 1. Penayangan Film Budi Pekerti. Dokumentasi Kegiatan Proker "NOBAR CERDAS".
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Penayangan Film Budi Pekerti. Dokumentasi Kegiatan Proker "NOBAR CERDAS".

Pemuda Gereja Jadi Sasaran Strategis Edukasi Sosial

Sasaran kegiatan ini adalah pemuda GKJW Gunung Tumo Desa Sitiarjo, mengingat mayoritas penduduk desa menganut agama Kristen dan komunitas pemudanya aktif dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Pemilihan ini bukan tanpa alasan—pemuda gereja memiliki pengaruh sosial yang luas di lingkungan mereka dan dianggap sebagai mitra strategis dalam penyebaran nilai-nilai edukatif.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang aman bagi pemuda untuk berdiskusi dan berpikir bersama tentang persoalan sosial yang mereka hadapi sehari-hari. Film jadi media yang sangat efektif untuk memantik refleksi dan dialog,” ujar Sista, mahasiswa Ilmu Politik FISIP UB selaku koordinator program.

Gambar 2. Sesi Diskusi Kelompok. Dokumentasi Kegiatan Proker "NOBAR CERDAS".

Belajar Langsung, Mengasah Kritis dan Kolaboratif

Kegiatan ini juga memberikan dampak signifikan bagi para mahasiswa KKN yang terlibat. Mereka belajar langsung bagaimana mengelola program edukatif berbasis komunitas, memfasilitasi diskusi, serta menyampaikan materi secara inklusif dan partisipatif.

Gambar 3. Penyampaian Hasil Diskusi Kelompok. Dokumentasi Kegiatan Proker "NOBAR CERDAS".

“ Diskusinya seru abis, Teman-teman pemuda gereja ternyata punya banyak pandangan kritis yang menarik. Kami jadi merasa bukan sekadar ‘mengajar’, tapi ikut belajar bareng,” tutur Andreas, mahasiswa Ilmu komunikasi FISIP UB.

Sementara itu, salah satu peserta dari pemuda gereja, menyampaikan bahwa film tersebut membantunya memahami lebih dalam tentang tekanan sosial dan pentingnya empati dalam menggunakan media sosial.

“Film ini seperti menggambarkan realita kami sendiri. Setelah diskusi, saya jadi lebih tahu cara menyikapi komentar negatif di medsos dan menghindari ikut-ikutan menghakimi,” katanya.

Dengan antusiasme peserta dan dampak yang ditimbulkan, kegiatan NOBAR CERDAS ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan edukasi yang menyenangkan, reflektif, dan relevan untuk terus dikembangkan, baik oleh komunitas maupun institusi pendidikan.