Konten dari Pengguna

Niatnya Cuma Login Game Setelah Ngerjain Tugas, Eh Tau-Tau Udah Jam 3

Thoriq

Thoriq

Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Thoriq tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah nggak, setelah seharian mengerjakan tugas, kita cuma ingin istirahat sebentar dengan bermain game? Saya juga pernah mengalaminya. Awalnya saya berpikir, setelah tugas selesai saya hanya akan login sebentar, mungkin satu atau dua pertandingan saja. Setelah itu saya berencana langsung tidur.

Tapi kenyataannya tidak seperti yang direncanakan.

Setelah satu pertandingan selesai, rasanya masih ingin bermain lagi. Apalagi kalau pertandingan sebelumnya kalah, muncul keinginan untuk mencoba sekali lagi supaya bisa menang. Kalau sudah menang pun ternyata tetap ingin lanjut karena sedang mendapatkan permainan yang bagus. Akhirnya, kalimat “satu game lagi” terus terulang.

Karena terlalu fokus bermain, saya sampai tidak sadar waktu sudah berjalan cukup lama. Ketika akhirnya melihat jam, saya langsung kaget karena ternyata sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Padahal sebelumnya saya merasa baru bermain sebentar.

Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa bermain game memang bisa menjadi hiburan setelah menyelesaikan tugas. Setelah seharian berpikir dan mengerjakan berbagai tugas, bermain game bisa membuat pikiran lebih rileks. Namun, masalahnya adalah ketika kita tidak memberikan batas waktu kepada diri sendiri.

Menurut saya, bukan gamenya yang sepenuhnya menjadi masalah, tetapi bagaimana kita mengatur waktu ketika bermain. Kalau sejak awal sudah menentukan kapan harus berhenti, kemungkinan untuk bermain sampai larut malam bisa dikurangi. Alarm sederhana di HP juga bisa digunakan sebagai pengingat.

Pengalaman seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi kalau terus dilakukan bisa menjadi kebiasaan. Niat awalnya hanya ingin mencari hiburan setelah menyelesaikan tugas, tetapi akhirnya waktu tidur berkurang dan keesokan harinya tubuh terasa kurang nyaman.

Jadi, sekarang saya mulai berpikir bahwa “main sebentar” juga perlu punya batas. Game tetap boleh dimainkan, apalagi setelah tugas selesai. Tetapi jangan sampai satu pertandingan berubah menjadi berjam-jam hanya karena terus mengatakan, “satu game lagi.”

Karena terkadang yang sulit bukan memulai game, tetapi berhenti setelah sudah terlanjur asyik.

ilustrasi ini dibuat menggunakan ai

Awalnya Cuma Mau Hiburan Sebentar

Sebagai mahasiswa, mengerjakan tugas sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Setelah tugas selesai, biasanya kita ingin mencari hiburan untuk menghilangkan rasa capek setelah belajar. Salah satu hiburan yang sering dipilih adalah bermain game. Awalnya hanya berniat login sebentar untuk bermain satu atau dua pertandingan, tetapi ternyata waktu berjalan lebih cepat dari yang dibayangkan.

Satu Pertandingan Berlanjut ke Pertandingan Berikutnya

Ketika mulai bermain, muncul keinginan untuk melanjutkan ke pertandingan berikutnya. Apalagi kalau pertandingan sebelumnya terasa seru atau hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya, muncul pikiran untuk bermain sekali lagi. Tanpa disadari, waktu yang awalnya direncanakan hanya beberapa menit berubah menjadi berjam-jam.

Hal seperti ini mungkin pernah dialami oleh banyak mahasiswa. Niatnya hanya bermain sebentar setelah menyelesaikan tugas, tetapi karena terlalu menikmati permainan, mereka jadi lupa memperhatikan waktu. Bahkan, ketika melihat jam, ternyata hari sudah berganti dan waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.

Kenapa Bisa Sampai Lupa Waktu?

Salah satu penyebabnya adalah karena game memberikan hiburan dan tantangan yang membuat pemain ingin terus bermain. Setiap pertandingan memberikan pengalaman yang berbeda, sehingga pemain merasa penasaran dengan pertandingan selanjutnya. Selain itu, bermain game bersama teman juga bisa membuat seseorang semakin sulit berhenti karena masih ingin menghabiskan waktu bersama mereka.

Ketika terlalu fokus pada permainan, seseorang terkadang tidak menyadari berapa lama waktu yang sudah dihabiskan. Apalagi jika tidak ada batas waktu yang ditentukan sejak awal. Akibatnya, rencana untuk bermain sebentar bisa berubah menjadi kebiasaan bermain sampai larut malam.

Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-hari

Bermain game sebenarnya tidak selalu memberikan dampak buruk. Game bisa menjadi sarana hiburan, melepas penat, dan menjalin pertemanan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika waktu bermain mengurangi waktu tidur atau membuat seseorang terlambat mengerjakan tugas lainnya.

Bagi mahasiswa, mengatur waktu merupakan hal yang penting. Tugas kuliah, waktu istirahat, dan hiburan perlu dijalankan secara seimbang. Jangan sampai tugas yang sudah selesai justru menjadi alasan untuk bermain tanpa batas hingga akhirnya tubuh kelelahan keesokan harinya.

Belajar Mengatur Waktu Bermain

Untuk menghindari kebiasaan lupa waktu, kita bisa menentukan batas bermain sebelum membuka game. Misalnya, jika hanya ingin bermain selama satu jam, gunakan alarm sebagai pengingat. Selain itu, usahakan untuk berhenti sesuai waktu yang sudah ditentukan, meskipun masih ingin melanjutkan pertandingan.

Hal sederhana lainnya adalah menetapkan waktu tidur dan menyelesaikan aktivitas penting terlebih dahulu. Dengan begitu, bermain game tetap bisa menjadi hiburan tanpa harus mengorbankan kewajiban dan kesehatan.