Konten dari Pengguna

Sebelum Terlambat! Yuk Selamatkan Hewan Langka dari Kepunahan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tiffany Theophila Tan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita semua sering mendengar tentang hewan langka dan satwa terancam punah, tetapi kadang-kadang tidak mengerti seberapa seriusnya isu ini. Hewan langka ini bukan hanya hewan “unik” atau “jarang ditemukan”, tetapi mereka hanya berjumlah beberapa ekor di alam liar dan akan punah dalam beberapa dekade. Jika mereka punah, mereka punah selamanya! Manusia tidak akan bisa menghidupkan mereka kembali.

Indonesia adalah negara kepulauan yang terkenal karena tingkat keanekaragaman hayati tertinggi dan spesies unik sepanjang dunia. Beberapa ribu spesies hewan dan tumbuhan tinggal di berbagai ekosistem; dari hutan hujan tropis di Sumatra hingga lautan terbuka di Papua. Di sini menyembunyikan pekerjaan kita, karena hampir 20% hewan yang tinggal di Indonesia adalah hewan endemik.

Harimau Sumatra: Sang Raja Hutan yang Terus Tersudut

Namun, Harimau Sumatra adalah contoh paling nyata. Subspesies harimau adalah satu-satunya subspesies harimau yang hidup di Indonesia saat ini. Harimau Sumatra adalah harimau terakhir setelah Harimau Bali dan Harimau dinyatakan punah. Sebelumnya, Harimau Sumatra sangat sering dijumpai hampir di seluruh keseluruhan pulau Sumatra. Namun, data masa kini menunjukkan angka populasinya telah berkurang mendekati 400 ekor. Mayoritas populasi merek telah tersebar pada kawasan taman nasional Gunung Leuser, Kerinci Seblat, dan Bukit Barisan Selatan.

Illustrasi Harimau Sumatra dari Shutterstock

Penyebab utama menurunnya harimau adalah retas liar dan hilangnya habitat alami. Banyak hutan hentai Sumatra telah dibuka menjadi kebun kelapa sawit atau lahan tambang. Haramau kehilangan tempat untuk berburu, dan berbiak. Serta hewan tersebut seringkali terlibat konflik manusia jika datang ke permukiman rakyat akibat habitatnya rusak. Haramau ini kerap dibunuh akibat dicurigai berbahaya.

Tidak hanya harimau, banyak hewan lain yang mengalami nasib yang sama. Badak Jawa, dengan populasi kurang lebih 80 badak, seluruhnya tinggal di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Orangutan Kalimantan dan Orangutan Sumatra juga terancam punah dikarenakan pembalakan liar dan perburuan hewan tersebut. Bahkan hewan laut antara lain Penyu Hijau dan Dugong menghadapi ancaman punah dengan hilangnya habitat hewan, pencemaran laut, dan perburuan untuk diambil dagingnya atau tempurungnya.

Illustrasi Penyu Hijau dan Dugong dari Shutterstock

Kenapa Kepunahan Hewan Itu Masalah Besar?

Mungkin sebagian orang berpendapat, “Kalau satu jenis hewan punah, apa pengaruhnya buat manusia?” Banyak, jawabku. Setiap spesies memiliki fungsi dan peranannya sendiri dalam ekosistem.

Sebagai contoh, harimau adalah predator vertikal. Mereka mengatasi populasi mangsa herbivora mereka seperti rusa dan babi hutan tersebut sehingga tidak berlebihan. Jika harimau hidup punah, populasi hewan-hewan menjadi out of control dan merusak hewan-hewan perangkat lunak sepenuhnya hutan dan pembudayaan. Dengan merugikan hutan, kita akan memicu terjadinya juris pijar alam, banjir, tanah longsor, dan sejenisnya. Saya tanyai, siapa yang menanggung kerugian, benar manusia?

Selain itu, hilangnya keanekaragaman hayati juga dapat menyebabkan berkurangnya sumber daya alam yang berharga. Tanaman dan hewan liar memberikan sumber daya bagi constriran dan produk-produk alami seperti makanan obat-obatan. Jika hewan itu hanya ada suatu saat, manusia akan kehilangan kesempatan besar untuk memperolehnya.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Masalah ini memang besar, Ya, memang, masalah ini besar. Tapi itu tidak berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa. Justru, generasi muda seperti kita punya peran penting untuk ikut menjaga kelestarian hewan langka. Berikut beberapa tindakan konkrit namun efektif yang bisa kita ambil:

  1. Jangan beli produk yang berasal dari satwa liar. Hindari barang-barang yang terbuat dari kulit, gading, atau bagian lain tubuh hewan. Meskipun terlihat “keren” dan “unik”, selalu ada hewan yang harus mati untuk menciptakannya.

  2. Gunakan media sosial untuk menyebarkan kesadaran. Sebagai bagian dari generasi digital, kita dapat menggunakan Instagram dan TikTok untuk menghasilkan konten agar orang tahu betapa pentingnya melindungi hewan langka. Infografis atau video pendek adalah cara yang bagus untuk memberikan inspirasi positif.

  3. Dukung organisasi dan kampanye pelestarian. Banyak organisasi dan lembaga yang menjaga spesies langka, seperti WWF, BKSDA, dan Yayasan Orangutan Indonesia yang melakukan konservasi hewan. Anda dapat berpartisipasi dalam kampanye mereka, menyumbang atau menjadi sukarelawan.

  4. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sampah plastik sering berakhir di laut dan membahayakan hewan laut, terutama penyu. Penyu pencenar sering membingungkan plastik dengan ubur-ubur dan mengonsumsinya. Hal ini bisa sangat membahayakan nyawa mereka. Dengan mengurangi pengunaan plastik, kita sudah ikut menjaga laut tetap bersih.

  5. Tanam pohon dan jaga lingkungan sekitar. Menanam pohon bukan hanya membuat udara lebih sejuk, tapi juga membantu memrose karakteristik hutan hujan akan hewan. Pandangan kecil seperti menanam tanaman di rumah atau mengikuti kegiatan reboisasi adalah langkah konkret yang bisa kita lakukan.

Selain peran individu, pemerintah juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hewan yang jarang ditemui. Sebenarnya di Indonesia sudah ada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang mana melarang perburuan, perdagangan dari satwa yang dilindungi. Namun, penegakan hukum yang terjadi di lapangan masih sering dilanggar.

Banyaknya kasus perburuan yang tidak mendapatkan hukuman setimpal membuat perdagangan terus berlanjut. Bagaimana hal ini dapat terjadi jika pemerintah sudah membuat aturan tetapi tidak diperkuat oleh penegaknya. Maka dari itu, pemerintah harus memperkuat patroli hutan, meningkatkan kesadaran masyarakat lokal, dan memperketat sanksi hukum terhadap pelaku kejahatan terhadap satwa.

Kesimpulan

Kepunahan hewan bukan hanya berarti kehilangan satu spesies, melainkan juga berarti kehilangan keseimbangan alam yang selama ini memberikan pelayanan atas kehidupan manusia. Jika alam rusak terus-menerus, maka pada akhirnya akan manusia juga yang akan merasakan kerugian. Maka kewajiban menjaga membantu hewan langka itu bukanlah satu pembagian dari segelintir orang, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Mulai dari hal hal kecil yaitu tidak membuang sampah sembarangan, melakukan dukungan melalui kampanye konservasi, hingga hal yang lebih jauh adalah mengedukasi orang lain. Generasi muda dapat melakukan perubahan, maka yuk sudah seharusnya kita mulai peduli hewan langka disekitar kita. Sebab menolong mereka bearti juga menjaga masa depan kita yaitu masa depan dimana manusia dan alam dapat berdampingan secara damai.