Konten dari Pengguna

Mahasiswa UHAMKA PKL di PKBM Windsor Terapkan Ilmu dan Perkuat Soft Skill

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agung Syukroni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengantaran Mahasiswa PKL bersama Dosen Pendamping
zoom-in-whitePerbesar
Pengantaran Mahasiswa PKL bersama Dosen Pendamping

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PKBM Windsor Homeschooling Jakarta. Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam dunia kerja nyata. Selama pelaksanaan PKL, para mahasiswa tidak hanya belajar menjadi lebih disiplin, cepat tanggap, dan bertanggung jawab, namun juga memperoleh wawasan luas tentang dunia pendidikan nonformal yang sebelumnya tidak mereka temukan di ruang kelas. "Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter yang lebih dewasa dan mandiri. Mahasiswa dilatih untuk mengikuti ritme kerja di institusi pendidikan nonformal, sekaligus mengasah keterampilan pedagogik dan sosial mereka," ujar Dr. D.M. Darmawati, S.Pd., M.M., Dosen Pembimbing PKL. Mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai aktivitas keseharian PKBM, mulai dari mendampingi tutor mengajar di jenjang SD, SMP, dan SMA, menyusun perangkat pembelajaran, hingga membantu pelaksanaan asesmen seperti ANBK dan Try Out. Selain itu, mereka juga mendukung kegiatan TIK dan ujian harian di berbagai jenjang.

Pendampingan Pengawas dalam pelaksanaan simulasi ANBK
zoom-in-whitePerbesar
Pendampingan Pengawas dalam pelaksanaan simulasi ANBK

Rita Mulyanti, S.E., M.Pd, selaku Wakil Kurikulum dan Kesiswaan PKBM Windsor, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi para mahasiswa. “Mereka cepat beradaptasi dan ikut memberi warna baru dalam proses pembelajaran di Windsor. Ini sinergi yang positif antara kampus dan lembaga pendidikan nonformal,” ungkapnya. Kegiatan PKL ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para mahasiswa. Mereka merasa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar memahami karakter peserta didik dengan latar belakang yang beragam. Pengalaman ini memperkuat kesiapan mereka sebagai calon pendidik di masa depan.