Konten dari Pengguna

Kerak Telor: Makanan Sederhana yang Menjadi Identitas Betawi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tina Selviana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerak Telor Makanan Khas Betawi. Sumber: Dokumentasi Pribadi, Mei 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Kerak Telor Makanan Khas Betawi. Sumber: Dokumentasi Pribadi, Mei 2026.

Di tengah banyaknya makanan modern yang terus bermunculan, kerak telor tetap menjadi salah satu kuliner khas Betawi yang tidak pernah kehilangan penggemarnya. Makanan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan hingga kini masih sering ditemui di berbagai acara budaya maupun tempat wisata di Jakarta. Rasanya yang gurih, aroma khas dari arang, serta cara memasaknya yang unik membuat kerak telor selalu menarik untuk dicoba.

Pada pameran gastronomi yang diselenggarakan pada bulan Mei 2026 oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata Budi Luhur University, kerak telor menjadi salah satu kuliner yang diperkenalkan kepada pengunjung. Banyak pengunjung yang tertarik karena makanan ini dikenal sebagai ikon kuliner Jakarta, namun tidak semua mengetahui cerita dan keunikan yang ada di baliknya. Melalui pameran tersebut, pengunjung tidak hanya melihat makanan yang disajikan, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah, bahan, dan nilai budaya yang terkandung dalam kerak telor.

Selama pameran berlangsung, kerak telor cukup menarik perhatian pengunjung. Selain karena dikenal sebagai makanan khas Jakarta, banyak pengunjung yang tertarik mengetahui proses pembuatannya yang masih menggunakan cara tradisional. Melalui penjelasan yang diberikan, pengunjung dapat mengenal lebih jauh keunikan kerak telor sebagai salah satu kuliner khas Betawi.

Dosen dan Mahasiswa Pariwisata berfoto bersama di Pameran Gastronomi Budi Luhur University. Foto: Dokumentasi Pribadi, Mei 2026.

Kerak telor lahir dari kreativitas masyarakat Betawi dalam memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Bahan utamanya terdiri dari beras ketan, telur, kelapa sangrai, dan ebi atau udang kering. Meski terlihat sederhana, setiap bahan yang digunakan memiliki cerita yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Betawi pada masa lalu.

Beras ketan dipilih karena mudah diperoleh dan mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Pada masa itu, ketan menjadi salah satu bahan pangan yang cukup sering digunakan dalam berbagai olahan makanan tradisional. Telur juga menjadi bahan penting karena banyak keluarga memelihara ayam maupun bebek di rumah, sehingga telur mudah didapat untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, kelapa menjadi bahan yang hampir tidak pernah terpisahkan dari masakan tradisional Betawi. Pohon kelapa tumbuh cukup banyak di wilayah sekitar Jakarta dan menghasilkan berbagai bahan pangan yang dapat dimanfaatkan, termasuk kelapa parut yang kemudian disangrai untuk memberikan rasa gurih pada kerak telor. Sementara itu, penggunaan ebi menunjukkan kedekatan masyarakat Betawi dengan wilayah pesisir. Udang yang dikeringkan ini dimanfaatkan sebagai penyedap alami yang membuat rasa kerak telor semakin kaya.

Keunikan kerak telor tidak hanya terletak pada bahan-bahannya, tetapi juga pada cara memasaknya. Pedagang biasanya menggunakan wajan kecil yang dimasak di atas tungku arang. Ketika adonan hampir matang, wajan akan dibalik menghadap bara api agar bagian atasnya matang sempurna. Teknik memasak ini menghasilkan aroma asap yang khas dan menjadi salah satu daya tarik utama kerak telor.

Jika dilihat dari sisi gastronomi, kerak telor menunjukkan bahwa makanan bukan hanya soal rasa. Di balik setiap bahan dan cara memasaknya, terdapat cerita tentang lingkungan, kebiasaan, serta kehidupan masyarakat yang menciptakannya. Beras Ketan, telur, kelapa, dan ebi bukan dipilih secara kebetulan, melainkan karena bahan-bahan tersebut memang dekat dengan kehidupan masyarakat Betawi pada masa itu.

Kerak Telor Makanan Khas Betawi. Sumber: Dokumentasi Pribadi, Mei 2026

Hingga sekarang, kerak telor masih menjadi salah satu ikon kuliner Jakarta. Makanan ini sering hadir dalam festival budaya Betawi, perayaan tradisional, hingga kawasan wisata seperti Monumen Nasional. Banyak wisatawan yang sengaja mencarinya karena ingin merasakan kuliner khas yang telah menjadi bagian dari sejarah ibu kota.

Melalui pameran gastronomi tersebut, pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai rasa dan cara pembuatan kerak telor, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas.

Di tengah maraknya makanan kekinian, kerak telor tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Cita rasanya yang khas dan cerita panjang di balik pembuatannya membuat makanan ini lebih dari sekadar jajanan tradisional. Kerak telor adalah bagian dari identitas Betawi yang masih terus hidup hingga sekarang, sekaligus menjadi warisan kuliner yang memperlihatkan bagaimana sebuah makanan sederhana dapat menyimpan sejarah dan budaya dalam setiap gigitannya.