Konten dari Pengguna

KKN UNDIP Kemas Informasi Proteksi Tanaman dalam Leaflet Edukatif di Desa Polan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tiva Permata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Informasi mengenai proteksi tanaman, khususnya pengendalian hama dan penyakit, banyak ditemukan dalam jurnal ilmiah dengan pembahasan yang cukup teknis. Agar informasi tersebut lebih mudah dipahami masyarakat, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro mengemas kembali informasi proteksi tanaman ke dalam leaflet edukatif bagi petani di Desa Polan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Penyusunan leaflet menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi, khususnya dalam mengemas ulang informasi proteksi tanaman sesuai dengan kebutuhan sasaran. Informasi dari berbagai sumber ilmiah dirangkum menggunakan bahasa yang lebih sederhana, kemudian dilengkapi ilustrasi dan elemen visual agar lebih menarik serta mudah dibaca.

Sumber: KKN UNDIP Desa Polan
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: KKN UNDIP Desa Polan

Leaflet berjudul “Proteksi Tanaman Aman dan Alami” memuat informasi mengenai risiko penggunaan pestisida kimia sintetis, pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), serta berbagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Informasi tersebut disusun untuk membantu petani mengenali pilihan pengendalian hama sekaligus memahami pentingnya mengurangi penggunaan pestisida kimia secara berlebihan.

Sumber: KKN UNDIP Desa Polan

Salah satu bagian dalam leaflet membahas solar light insect trap, yaitu perangkap cahaya yang memanfaatkan panel surya dan LED ultraviolet untuk menarik hama malam. Selain itu, terdapat informasi mengenai pestisida hayati yang memanfaatkan mikroorganisme seperti Bacillus thuringiensis, Serratia marcescens, dan Beauveria bassiana untuk membantu mengendalikan hama secara alami.

Leaflet juga mengenalkan pestisida nabati yang memanfaatkan tumbuhan di sekitar masyarakat. Beberapa bahan yang dicantumkan antara lain maja, sirsak, mimba, serai, dan jahe. Informasi mengenai bahan, sasaran, dan manfaatnya disajikan secara ringkas sehingga lebih mudah dikenali dan dipahami oleh petani.

Selain menyederhanakan isi, leaflet proteksi tanaman dirancang menggunakan ilustrasi dan elemen visual untuk membantu pembaca memahami informasi yang disampaikan. Dengan pendekatan tersebut, informasi ilmiah yang sebelumnya cukup kompleks diubah menjadi media edukasi yang lebih singkat, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan petani.

Sumber: KKN UNDIP Desa Polan

Setelah melalui proses penyusunan, leaflet proteksi tanaman kemudian diserahkan kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Polan sebagai media informasi yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani. Leaflet tersebut telah diterima dengan baik dan diharapkan dapat digunakan kembali sebagai bahan edukasi mengenai proteksi tanaman bagi petani di Desa Polan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap informasi yang sebelumnya tersedia dalam berbagai sumber ilmiah dapat lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadiran leaflet juga diharapkan dapat membantu petani mengenali berbagai pilihan pengendalian hama yang lebih aman bagi petani maupun lingkungan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penyebarluasan informasi mengenai proteksi tanaman dan praktik pengendalian hama yang lebih aman serta ramah lingkungan.