Konten dari Pengguna

Mengapa Tenaga Kesehatan Perlu Skrining TB? Upaya Deteksi Dini di Lingkungan RS

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tri Dela Puspita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tenaga kesehatan mengikuti proses pendaftaran dalam kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) di RSUD Dr. H. Kumpulan Pane, Tebing Tinggi, Senin (14/9/2026). Foto: Dokumentasi kegiatan skrining TB
zoom-in-whitePerbesar
Tenaga kesehatan mengikuti proses pendaftaran dalam kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) di RSUD Dr. H. Kumpulan Pane, Tebing Tinggi, Senin (14/9/2026). Foto: Dokumentasi kegiatan skrining TB

Rumah sakit menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi di balik pelayanan tersebut terdapat tenaga kesehatan yang setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai kondisi penyakit, termasuk Tuberkulosis (TB).

TB merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar melalui udara ketika seseorang dengan TB aktif batuk, bersin, atau berbicara. Karena sering melakukan kontak dengan pasien, tenaga kesehatan menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pencegahan dan deteksi dini TB.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi tertular TB, salah satunya adalah orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB. Oleh karena itu, pemeriksaan secara dini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang lebih awal.

Sebagai bentuk upaya pencegahan dan deteksi dini, Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi melaksanakan kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) bagi tenaga kesehatan di RSUD Dr. H. Kumpulan Pane, Tebing Tinggi, pada 14–15 September 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RSUD Dr. H. Kumpulan Pane dengan melibatkan petugas dari Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi. Skrining dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan tenaga kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko TB di lingkungan pelayanan kesehatan.

Menurut dr. Evi Susanty dari Puskesmas Pasar Gambir, tenaga kesehatan menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan skrining karena aktivitas pekerjaan mereka membuat kontak dengan pasien lebih sering.

“Tenaga kesehatan lebih sering terpapar dengan pasien, sehingga lebih diutamakan untuk dilakukan skrining,” ujar dr. Evi Susanty.

Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran dengan mengisi data diri serta beberapa informasi terkait faktor risiko kesehatan. Data yang dikumpulkan meliputi berat badan, tinggi badan, riwayat merokok, riwayat kontak dengan pasien TB, serta kondisi khusus seperti kehamilan.

Setelah proses pendaftaran, peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan gula darah sebagai bagian dari pemeriksaan pendukung. Pemeriksaan gula darah dilakukan karena diabetes melitus termasuk salah satu kondisi kesehatan yang berkaitan dengan peningkatan risiko TB.

Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan foto toraks atau rontgen dada melalui bagian radiologi. Pemeriksaan ini menjadi salah satu pemeriksaan penunjang untuk melihat kondisi paru peserta dalam kegiatan skrining TB.

Salah satu tenaga kesehatan yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa skrining TB penting dilakukan, terutama bagi tenaga kesehatan yang bekerja di lingkungan rumah sakit.

“Penting banget. Prosesnya juga cukup mudah. Saya berharap saya tidak terkena penyakit TB,” ujar salah satu peserta skrining.

Kegiatan skrining ini menunjukkan bahwa pencegahan TB tidak hanya dilakukan melalui pengobatan terhadap pasien yang sudah terdiagnosis, tetapi juga melalui upaya menemukan risiko penyakit lebih awal.

Melalui deteksi dini, tenaga kesehatan dapat lebih memahami kondisi kesehatannya serta melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan faktor risiko. Selain itu, kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang lebih aman bagi tenaga kesehatan maupun pasien.