Konten dari Pengguna

Fenomena Cashless Society dan Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Indonesia?

ulfia sabani

ulfia sabani

mahasiswaa unpam 2026

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ulfia sabani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi tanpa uang tunai. Cukup menggunakan smartphone dan QRIS, pembayaran dapat dilakukan dengan cepat dan praktis. Fenomena ini dikenal sebagai cashless society.

Ilustrasi Gambar Dari AI/ChatGPT
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gambar Dari AI/ChatGPT

Dari Uang Tunai ke Pembayaran Digital

QRIS, mobile banking, dan dompet digital kini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membeli makanan hingga berbelanja. Pembayaran digital semakin diminati karena praktis dan mudah digunakan.

Kenapa Cashless Semakin Diminati?

Pembayaran digital menawarkan transaksi yang cepat dan tidak membutuhkan banyak uang tunai. Belanja online serta promo seperti diskon, voucher, dan cashback juga membuat masyarakat semakin tertarik.

Ketika Membeli Sesuatu Jadi Semakin Mudah

Dengan smartphone, masyarakat dapat melihat produk, memasukkannya ke keranjang, dan membayar hanya dalam beberapa menit. Kemudahan ini dapat membuat pembelian spontan lebih mudah terjadi.

Promo Digital: Hemat atau Justru Lebih Banyak Belanja?

Diskon dan cashback memang menarik, tetapi tidak selalu berarti hemat. Jika membeli barang yang tidak dibutuhkan hanya karena promo, tetap saja uang yang dikeluarkan bertambah.

Pengeluaran Digital Kadang Tidak Terasa

Pengeluaran digital terkadang terasa lebih ringan karena uang tidak terlihat secara fisik. Transaksi kecil yang dilakukan berulang kali juga dapat membuat pengeluaran menjadi besar. Karena itu, riwayat transaksi perlu diperhatikan.

Tantangan di Balik Kemudahan Cashless

Pembayaran digital memiliki risiko keamanan, seperti penipuan dan pencurian data. Pengguna perlu menjaga PIN, password, dan kode OTP. Selain itu, akses teknologi belum merata di semua masyarakat.

Generasi Muda dan Kebiasaan Finansial Baru

Generasi muda sangat dekat dengan teknologi pembayaran digital. Karena itu, mereka perlu belajar mengatur keuangan dan membedakan kebutuhan dengan keinginan.

Cashless Bukan Berarti Uang Tunai Hilang

Cashless society bukan berarti uang tunai harus sepenuhnya ditinggalkan. Pembayaran tunai maupun digital dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Cashless society menunjukkan bahwa teknologi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi sekaligus memengaruhi pola konsumsi. Kemudahan pembayaran perlu diimbangi dengan kebiasaan mengatur keuangan.

Cashless boleh, praktis boleh, tetapi tetap bijak dalam berbelanja.