Konten dari Pengguna

Berdampak, Mahasiswa UMY Dampingi Anak Suku Bajo dalam Literasi dan Numerasi

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melakukan pemberdayaan masyarakat suku Bajo yang tinggal di desa Mola Nelayan Bakti, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Program yang sudah berjalan selama tiga tahun ini dimotori oleh mahasiswa UMY yang tergabung dalam tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tapak Pengabdi Khatulistiwa (Tabik). Di tahun 2025 ini, sebanyak tiga puluh mahasiswa dari berbagai program studi di UMY dengan dosen pembimbing Fajar Junaedi, dari Ilmu Komunikasi UMY.

Berdampak, Mahasiswa UMY Dampingi Anak Suku Bajo dalam Literasi dan Numerasi
zoom-in-whitePerbesar

“Dalam program pendidikan dilakukan dengan kelas outdoor, baca tulis hitung, mari beribadah, bimbingan baca Al Qur’an. Program dilakukan dengan keliling desa Mola Nelayan Bakti, dan masjid yang ada di desa. Pernah kegiatan yang kami lakukan diikuti lebih dari lima puluh anak,” ujar Bintang Soediono, ketua tim KKN Tabik pada Ahad (24/7). Bintang menambahkan program ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pendidikan kepada anak-anak suku Bajo.

Program ini juga berkolaborasi dengan Sikola Bajalan. Sikola Bejalan adalah komunitas yang diperuntukan anak suku Bajo yang untuk meningkatkan numerasi dan literasi dengan pendekatan kearifan lokal. Komunitas ini menyasar anak yang tidak sekolah, anak putus sekolah, dan anak sekolah yang belum bisa membaca.

“Kegiatan KKN yang dilakukan oleh UMY sangat baik karena mau berkolaborasi dengan komunitas di daerah. Mahasiswa UMY yang KKN mau beradaptasi dengan kearifan lokal dalam meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak Bajo,” ujar Agustia, pendiri komunitas Sikola Bajalan.

Ada beberapa sarana pendidikan di lingkungan masyarakat Bajo. Terdapat dua PAUD, dua SD, satu SMP, dan satu SMA di lingkungan Bajo yang berada di atas laut. Salah satunya dikelola oleh Muhammadiyah yaitu SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi.

Video bisa disimak di sini