Konten dari Pengguna

Dosen UMY Edukasi Warga Wedomartani Kelola TOGA dan Kompos Organik

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dosen UMY Edukasi Warga Wedomartani Kelola TOGA dan Kompos Organik
zoom-in-whitePerbesar

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar program pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kemandirian kesehatan warga Kalurahan Wedomartani, Kabupaten Sleman. Melalui pelatihan pengolahan kompos dari limbah organik dan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman obat sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.

Program bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Wedomartani Sleman dalam Pengolahan Kompos Limbah Organik untuk Budidaya dan Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Bentuk Kemandirian Kesehatan ini dipimpin oleh dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, Dr. apt. Dharmastuti Cahya Fatmarahmi, bersama apt. Risa Umari Yuli A., M.Pharm.Sci., dan apt. Dyani Primasari Sukamdi, M.Sc. Kegiatan juga melibatkan kolaborator dari Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, apt. Putri Rachma Novitasari, M.Pharm.Sci.

Mitra kegiatan adalah organisasi Bumi Hijau dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wedomartani. Pelatihan diikuti masyarakat yang antusias mempelajari pengelolaan limbah organik serta pemanfaatannya untuk mendukung budidaya tanaman obat.

Menurut Dharmastuti, program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi kompos sebagai media tanam TOGA. Selain itu, peserta juga dibekali cara mengolah hasil panen tanaman obat menjadi produk herbal sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan keluarga.

"Kami berharap masyarakat tidak hanya mampu mengelola limbah organik secara lebih ramah lingkungan, tetapi juga memanfaatkan pekarangan rumah untuk membudidayakan tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga," ujarnya.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai teknik pembuatan kompos, budidaya berbagai jenis TOGA, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk herbal sederhana. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung membuat kompos dan menanam tanaman obat.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga dengan memanfaatkan tanaman obat yang dibudidayakan sendiri. Di sisi lain, pengolahan limbah organik menjadi kompos juga diharapkan dapat mengurangi sampah rumah tangga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP), UMY terus mendorong dosen melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Program ini menjadi salah satu upaya UMY dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi kesehatan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Editor: Fildasari