Bimawa UAD Ajak Mahasiswa Bangun Self-Awareness dan Self-Regulation

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Hari Kesehatan Mental Internasional di Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Self Awareness dan Self-Regulation untuk Menjadi Mahasiswa Tangguh”.
Dalam laporannya, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 796 peserta, dan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Internasional.
Beliau berharap kegiatan seminar ini terus diikuti oleh banyak peserta dan program-program serupa dapat lebih banyak diselenggarakan ke depannya. Seminar ini penting bagi mahasiswa karena mereka kerap menghadapi tekanan akademik dan nonakademik, sehingga perlu mampu mengenali dan mengelola diri agar kesehatan mentalnya tetap terjaga.
Mufied Fauziah, S.Pd., M.Pd., selaku dosen Bimbingan dan Konseling (BK) UAD, hadir sebagai narasumber pertama. Beliau menyampaikan materi mengenai Self-Awareness, yaitu mengenali dan memahami diri.
“Orang yang berhasil adalah orang yang memakai emosi, menangkap emosi, memahami emosi, dan menahan emosi ketika menentukan sebuah pilihan atau tujuan,” ujarnya.
Materi tersebut merujuk pada dua buku, yaitu Handbook of Self and Identity dan The Emotionally Intelligent Investor. Menurut beliau, Self-Awareness adalah kondisi ketika perhatian tertuju pada diri sendiri, mulai dari apa yang dirasakan, dipikirkan, hingga dilakukan, sehingga seseorang mampu memperhatikan, memikirkan, dan mengatur dirinya.
Dalam mengenali diri, tidak ada kepribadian yang paling baik karena setiap orang berhasil dengan caranya masing-masing, sehingga yang terpenting adalah mengenali kekuatan diri sendiri. Kesadaran ini juga membantu peserta menghindari jebakan dalam pengambilan keputusan, seperti rasa malu dan takut, stres, serta suasana hati.
Jihan Setyaning Amalia, S.Pd., hadir sebagai narasumber kedua yang menyampaikan materi secara daring. Beliau menyampaikan materi mengenai Self-Awareness in Action, yaitu mengenali pola pikir dan respons diri. Menurut beliau, emosi yang tidak dikenali dan tidak dikelola akan berdampak pada lingkungan sekitar, mulai dari teman sejawat, keluarga, dan orang terdekat, hingga dosen dan lingkungan akademik. Karena itu, sinyal awal tekanan emosional pada tubuh, emosi, dan perilaku perlu dikenali sebelum terlambat.
Tekanan tersebut sering diperparah oleh pikiran yang justru menjadi penghalang dalam kehidupan perkuliahan, seperti imposter syndrome, fear of failure, dan overthinking, yang dapat mengikis kepercayaan diri serta menghambat peluang positif. Untuk mengatasinya, peserta diajak menerima diri (self-acceptance), mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mindset), dan menyusun rencana tindakan (action plan), seperti check-in emosi harian dan membedakan hal yang dapat dikendalikan dari yang tidak melalui circle of control.
Zahrah Faizah, mahasiswa Psikologi UAD angkatan 2023 hadir sebagai narasumber ketiga. Beliau menyampaikan materi mengenai self-regulation dengan tema “Membangun Self-Regulation untuk Menjadi Mahasiswa Tangguh”. Beliau menjelaskan bahwa perasaan minder dan tertinggal yang sering dialami mahasiswa muncul karena adanya ketidaksesuaian antara ideal self dan real self sebagaimana dikemukakan oleh Carl Rogers, yang menjadi salah satu dampak dari kegagalan dalam regulasi diri.
Self-regulation sendiri merupakan kemampuan mengatur dan mengendalikan perilaku, pemikiran, dan emosi untuk mencapai tujuan, yang dijalankan melalui tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Kemampuan ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi dan tujuan, serta faktor eksternal berupa dukungan orang tua, teman sebaya, dan dosen. Peserta juga diajak mengenali hambatannya, seperti distraksi digital dan prokrastinasi, serta upaya mengatasinya melalui jadwal yang teratur, tujuan yang jelas, dan kebiasaan yang konsisten.
Neng Nabilatul Arsyiyah, mahasiswa BK UAD angkatan 2024 hadir sebagai narasumber keempat. Beliau menyampaikan materi bertema “Self-Regulation: Strategi Mengelola Diri untuk Mencapai Tujuan”. Beliau menjelaskan tantangan mahasiswa dalam mengelola diri, seperti menunda tugas, panik saat kegiatan bersamaan, terdistraksi media sosial, dan overthinking.
Tantangan ini dapat dihadapi dengan menetapkan tujuan realistis melalui prinsip SMART Goals serta menerapkan Self-Regulated Learning melalui tahap forethought, performance, dan self-reflection. Peserta diberi selembar kertas untuk menyusun rencana mengatur diri, mulai dari memilih satu kebiasaan yang ingin diperbaiki, menentukan target dan strategi, hingga berkomitmen menjalankannya selama tujuh hari.
Seminar ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta, yang ditunjukkan dengan antusiasme tinggi dengan pendaftar mencapai 796 orang. Materi yang disampaikan memberikan wawasan mengenai pentingnya kesadaran diri (self-awareness) dan regulasi diri (self-regulation) dalam mendukung kesehatan mental serta pengembangan diri mahasiswa.
Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan akademik maupun sosial. Seminar ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kesehatan Mental Internasional, sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan kampus. Bimawa UAD akan terus berupaya menghadirkan program-program pengembangan diri guna mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja serta kehidupan bermasyarakat. (Mei)
