Konten dari Pengguna

Mahasiswa UAD Buat Nanogel untuk Luka Bakar dari Ikan Gabus dan Aloe vera

NEWS UAD

NEWS UAD

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat nanogel ikan gabus dan Aloe vera untuk luka bakar (Foto. Tim PKM RE UAD)
zoom-in-whitePerbesar
Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat nanogel ikan gabus dan Aloe vera untuk luka bakar (Foto. Tim PKM RE UAD)

Luka bakar tidak hanya menimbulkan kerusakan pada permukaan kulit, tetapi juga dapat menjadi tantangan panjang dalam proses pemulihan jaringan. Kerusakan kulit akibat luka bakar dapat meningkatkan risiko infeksi hingga memicu terbentuknya jaringan parut yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Proses regenerasi jaringan yang membutuhkan waktu inilah yang mendorong perlunya inovasi untuk mendukung penyembuhan luka bakar secara optimal.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) REGENOCA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi berbasis bahan alam melalui pengembangan nanogel untuk obat luka bakar dengan penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo.” Penelitian ini menjadi upaya tim dalam memadukan potensi sumber daya hayati Indonesia dengan teknologi sediaan farmasi.

Inovasi ini memanfaatkan albumin dari ikan gabus (Channa striata) dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) yang dikembangkan dalam bentuk nanogel. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi potensinya dalam menstimulasi regenerasi sel dermal pada kasus luka bakar melalui pengujian in vivo. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan bahan alam dalam pengembangan inovasi untuk mendukung proses regenerasi jaringan kulit.

Pengembangan nanogel menjadi salah satu bagian penting dari inovasi yang dilakukan Tim REGENOCA. Teknologi tersebut menjadi pendekatan dalam mengemas kombinasi bahan alam ke dalam suatu sediaan farmasi modern. Dengan demikian, penelitian ini mempertemukan dua potensi, yaitu kekayaan hayati Indonesia dan perkembangan teknologi farmasi.

Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026. Tim terdiri atas Yurika Shifa Tuzzahra sebagai ketua, bersama Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc., dosen Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD.

Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, Tim REGENOCA berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya mengangkat potensi bahan alam Indonesia, tetapi juga mengembangkannya melalui pendekatan teknologi modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi farmasi berbasis bahan alam yang mendukung penelitian lebih lanjut mengenai regenerasi jaringan pada kasus luka bakar. (Mei)

uad.ac.id