Konten dari Pengguna

Rektor UAD Bahas Penguatan Dakwah Digital ‘Aisyiyah

NEWS UAD

NEWS UAD

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Muchlas, M.T., sebagai pemateri Cadre Chapter #33 Part 2 oleh PP ’Aisyiyah (Foto. Itoshiko).jpg
zoom-in-whitePerbesar
Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Muchlas, M.T., sebagai pemateri Cadre Chapter #33 Part 2 oleh PP ’Aisyiyah (Foto. Itoshiko).jpg

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan strategis bagi ‘Aisyiyah. Pesan tersebut disampaikannya dalam Cadre Chapter #33 Part 2 yang digelar secara daring melalui Zoom dan YouTube pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah ini mengusung tema “Ideologi Digital, Dakwah dan Pengkaderan Berbasis Teknologi”. Prof. Muchlas hadir sebagai Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, dipandu moderator Erni Zuhriyati, S.S., S.I.P., M.A.

Dalam pemaparannya, Prof. Muchlas menjelaskan bahwa transformasi digital membuat dakwah menjangkau segmen lebih luas dan perkaderan lebih relevan bagi generasi muda. Untuk itu, MPI PP Muhammadiyah menetapkan delapan pilar perubahan yang ditopang enam fondasi ekosistem digital, mulai dari infrastruktur dan konektivitas hingga proses kerja, layanan, dan konten dakwah.

Dari sisi infrastruktur, pusat data UAD di Kampus IV telah menopang sistem dan data Muhammadiyah, termasuk situs web ‘Aisyiyah. Pada lapisan platform, Muhammadiyah telah mengembangkan SatuMu untuk tata kelola organisasi dan MASA, yakni super app yang melayani e-KTAM, jadwal salat, dan layanan lain bagi anggota hingga masyarakat umum. Keduanya diakses dengan satu akun Muhammadiyah ID.

Sementara itu, ia mengusulkan Direktori Organisasi ‘Aisyiyah (DOA) di dalam SatuMu yang melibatkan pimpinan dari pusat hingga ranting. Implementasinya memerlukan admin, operator, dan verifikator data di tiap jenjang, disertai bimbingan teknis (bimtek). Untuk daerah tanpa sinyal, data dapat dihimpun secara manual lalu dikirim saat koneksi internet tersedia.

Pada sesi tanya jawab, Prof. Muchlas memastikan situs web ‘Aisyiyah dari pusat hingga daerah dapat ditampung di server UAD. Ia juga menyebut pengembangan sistem manajemen pembelajaran (learning management system/LMS) khusus ‘Aisyiyah untuk Baitul Arqam sangat memungkinkan dikerjakan bersama LabMu atau tim UAD.

Menutup kegiatan, moderator berharap kader ‘Aisyiyah tidak hanya hadir di ruang digital, tetapi juga mampu memanfaatkan informasi dan teknologi untuk mengambil keputusan yang lebih baik serta memperkuat jalan dakwah. (Ito)

uad.ac.id