Konten dari Pengguna

Pengangguran di Kalangan Generasi Muda dan Tantangan Memasuki Dunia Kerja

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahmah Handayani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

shot ed Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
shot ed Unsplash

Pengangguran masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi generasi muda di Indonesia. Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, pendidikan saja belum tentu cukup untuk menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan.

Memasuki dunia kerja merupakan salah satu tahap penting bagi generasi muda. Setelah menyelesaikan pendidikan, banyak anak muda berharap dapat segera memperoleh pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan bidang yang dipelajari. Namun, kenyataannya proses tersebut tidak selalu mudah. Persaingan yang cukup tinggi, tuntutan pengalaman kerja, serta perubahan kebutuhan perusahaan menjadi beberapa tantangan yang harus dihadapi.

Masalah pengangguran sendiri masih menjadi salah satu persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Mei 2026 berada di angka 4,65 persen. Angka tersebut turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen. Pada periode yang sama, jumlah angkatan kerja mencapai sekitar 155,41 juta orang.Meskipun terjadi penurunan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pengangguran masih perlu diperhatikan, termasuk di kalangan generasi muda.

Tantangan Generasi Muda Memasuki Dunia Kerja

Salah satu tantangan yang sering dihadapi generasi muda adalah persaingan mendapatkan pekerjaan. Banyak lulusan memiliki latar belakang pendidikan yang hampir sama sehingga perusahaan harus memilih kandidat yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Selain pendidikan, perusahaan juga semakin mempertimbangkan keterampilan lain seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menggunakan teknologi, berpikir kritis, dan beradaptasi. Hal ini membuat lulusan baru perlu mempersiapkan kemampuan yang tidak hanya berasal dari pembelajaran di dalam kelas.

Tantangan lainnya adalah pengalaman kerja. Lulusan baru terkadang mengalami kesulitan karena beberapa pekerjaan mencantumkan pengalaman sebagai salah satu persyaratan. Padahal, seseorang yang baru menyelesaikan pendidikan tentu belum memiliki pengalaman profesional yang panjang.

Pendidikan Perlu Diikuti dengan Keterampilan

Pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda memasuki dunia kerja. Namun, pendidikan perlu didukung dengan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan pekerjaan.

Pengalaman organisasi, kegiatan kepanitiaan, magang, pelatihan, dan proyek dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa atau lulusan baru untuk mengembangkan kemampuan. Dari kegiatan tersebut, seseorang dapat belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan penyelesaian masalah.

Perkembangan teknologi juga membuat kemampuan digital semakin penting. Generasi muda perlu memahami teknologi yang berkaitan dengan bidang yang ingin ditekuni agar dapat lebih mudah beradaptasi ketika memasuki lingkungan kerja.

Peran Generasi Muda dalam Mengurangi Pengangguran

Mengurangi pengangguran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Generasi muda juga dapat mengambil peran dengan meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengenali kemampuan dan minat pribadi. Setelah itu, kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan, pelatihan, pengalaman organisasi, magang, maupun kegiatan lain yang relevan.Generasi muda juga dapat mulai membangun portofolio dan memperluas jaringan. Dengan begitu, kemampuan yang dimiliki tidak hanya terlihat dari nilai akademik, tetapi juga dari pengalaman dan hasil pekerjaan yang pernah dilakukan.

Peran Pemerintah dan Dunia Pendidikan

Selain usaha dari individu, pemerintah dan lembaga pendidikan juga memiliki peran dalam membantu mengurangi pengangguran. Program pelatihan kerja, pengembangan kewirausahaan, dan peningkatan keterampilan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja.

Data BPS menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 mencapai sekitar 148,19 juta orang, meningkat 0,522 juta orang dibandingkan Februari 2026. BPS juga mencatat sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi lapangan usaha dengan jumlah pekerja terbesar, yaitu sekitar 42,60 juta orang.

Data tersebut menunjukkan bahwa kesempatan kerja tetap berkembang, tetapi kemampuan tenaga kerja juga perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor.

Penutup

Pengangguran di kalangan generasi muda merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Persaingan kerja yang semakin tinggi membuat generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga perlu memiliki keterampilan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi.

Generasi muda dapat mempersiapkan diri sejak masih berada di bangku pendidikan melalui berbagai kegiatan yang dapat menambah pengalaman dan keterampilan. Sementara itu, pemerintah dan dunia pendidikan perlu terus menciptakan program yang membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pada akhirnya, memasuki dunia kerja memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, dengan persiapan yang baik dan kemauan untuk terus belajar, generasi muda memiliki peluang yang lebih besar untuk menghadapi persaingan dan memperoleh kesempatan kerja.