Konten dari Pengguna

Diam-Diam, Bank Mengintip Rapor Utangmu

BINTANG PRAWIRO ROMADHONY

BINTANG PRAWIRO ROMADHONY

Mahasiswa universitas pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari BINTANG PRAWIRO ROMADHONY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Sollange Brenis / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Sollange Brenis / Unsplash

Menurutku, banyak dari kita baru sadar bahwa kita punya “rapor” justru saat pinjaman ditolak.

Bukan rapor sekolah, tentu saja. Ini rapor yang isinya soal kebiasaan kita membayar utang. Kamu tidak pernah diminta mengisinya, tidak pernah menerima salinannya, tapi bank bisa membukanya kapan saja saat kamu mengajukan pinjaman. Diam-diam.

Terdengar menyeramkan? Sebenarnya tidak juga. Tapi setelah tahu, aku jadi lebih hati-hati soal cicilan, dan kupikir kamu juga akan begitu.

Namanya SLIK, dan Dia Mencatat Semuanya

Rapor itu bernama SLIK OJK, singkatan dari Sistem Layanan Informasi Keuangan. Kalau kamu pernah dengar istilah “BI Checking”, ini kelanjutannya. Isinya riwayat kreditmu: pinjaman bank, kartu kredit, cicilan kendaraan, sampai pinjaman online yang berizin.

Bagian yang paling sering bikin orang kaget: ada penilaian kelancaran bayar yang disebut kolektibilitas, angkanya 1 sampai 5. Angka 1 artinya lancar, dan makin besar angkanya, makin buruk catatannya. Telat bayar yang kelihatannya sepele bisa mengubah angka itu, dan perubahan itu ikut terbawa saat kamu mengajukan pinjaman berikutnya.

Opiniku, ini adil sekaligus kejam. Adil, karena bank memang perlu tahu siapa yang bisa dipercaya. Kejam, karena kebanyakan dari kita baru tahu setelah kejadian.

Karakter Dinilai Lewat Kebiasaan Kecil

Dari catatan itu, bank menilai satu hal yang mereka sebut Character, yaitu watak peminjam. Bank tidak bisa menebak isi hatimu, jadi mereka membacanya dari jejak yang kamu tinggalkan: apakah kamu rutin bayar tepat waktu atau sering telat.

Di sinilah banyak orang terkecoh. Kita pikir bank menilai seberapa besar gaji. Padahal sering kali yang dilihat lebih dulu justru seberapa disiplin kita. Orang bergaji besar yang kerap menunggak bisa kalah dari orang bergaji biasa yang tidak pernah telat sekali pun.

Tapi Rapor Bukan Satu-Satunya

Foto: Cht Gsml / Unsplash

Karakter itu baru satu dari lima hal yang bank timbang. Para banker menyebutnya 5C, dan menurutku ini cara berpikir yang masuk akal.

Setelah karakter, bank menghitung Capacity, yaitu kemampuan bayar. Mereka melihat berapa uang yang masuk dan berapa yang sudah tersedot cicilan lain. Gaji besar tidak otomatis lega kalau sebagian besarnya habis untuk cicilan.

Lalu Capital, modal sendiri. Bank lebih tenang kalau kamu ikut menaruh uang di rencanamu, misalnya uang muka rumah.

Kemudian Collateral, agunan. Ini jaring pengaman kalau cicilan macet. Dan yang sering disalahpahami: agunan bukan penentu utama. Bank lebih suka pinjaman yang lancar dibayar daripada harus menyita aset.

Terakhir Condition, yaitu kondisi di luar dirimu: situasi ekonomi dan prospek industri. Yang ini memang tidak bisa kamu atur, tapi bisa kamu jelaskan lewat rencana yang masuk akal.

Kalau kamu punya usaha, ada tambahan. Petugas bank bisa datang langsung ke tempatmu untuk mencocokkan laporan dengan kenyataan. Jangan poles data, karena selisihnya gampang ketahuan.

Yang Bisa Kamu Lakukan Mulai Sekarang

Foto: Sebastian Herrmann / Unsplash

Kabar baiknya, rapor ini bukan rahasia yang tidak boleh kamu lihat. Kamu bisa mengecek riwayat kreditmu sendiri lewat layanan OJK, jadi tidak perlu menunggu ditolak dulu baru tahu isinya. Caranya bisa berubah, jadi cek langsung informasi terbaru di situs resmi OJK.

Dari sana, langkah sisanya sederhana. Lunasi cicilan kecil yang masih menunggak, bayar sebelum jatuh tempo, dan jangan menumpuk terlalu banyak cicilan sekaligus. Kalau pengajuanmu pernah ditolak, jangan buru-buru menyalahkan bank. Cek dulu rapormu.

Pada akhirnya, menurutku bank tidak sedang mengintip untuk menjatuhkanmu. Mereka hanya ingin tahu seberapa aman uang yang dijaganya. Dan hal-hal kecil yang kita lakukan hari ini, seperti membayar cicilan tepat waktu, sedang menulis rapor yang akan dibaca bank bertahun-tahun lagi.

Jadi, sudah cek rapormu belum?