Konten dari Pengguna

Menjaga Terumbu Karang Pulau Pramuka Lewat Transplantasi

Aliya Latifa

Aliya Latifa

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aliya Latifa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (Sumber: Dokumentasi Divisi Diving KPA Arkadia)
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (Sumber: Dokumentasi Divisi Diving KPA Arkadia)

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan kekayaan laut yang besar. Salah satu upaya untuk menjaga ekosistem laut tersebut adalah transplantasi terumbu karang Pulau Pramuka, yang menjadi bagian dari kegiatan konservasi untuk membantu memulihkan karang yang mengalami kerusakan.

Salah satu kawasan yang memiliki ekosistem terumbu karang adalah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Pramuka menjadi salah satu tujuan wisata bahari yang banyak dikunjungi, terutama untuk kegiatan snorkeling dan diving.

Namun, di balik keindahan bawah lautnya, terumbu karang di Pulau Pramuka masih menghadapi berbagai ancaman. Sampah laut, aktivitas kapal, pencemaran, hingga aktivitas wisata yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan kerusakan karang.

Andi, petugas Taman Nasional Kepulauan Seribu, mengatakan sampah menjadi salah satu masalah yang sering ditemukan di kawasan tersebut.

"Sampah kiriman. Bisa dari Jakarta, akibat arus atau sungai yang bermuara ke Jakarta, terbawa arus ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu," ujar Andi.

Hal serupa juga disampaikan Nur Humayro, warga Pulau Pramuka. Menurutnya, kondisi laut masih tergolong baik, tetapi terdapat beberapa masalah seperti sampah kiriman dan kerusakan karang akibat aktivitas kapal.

"Mungkin banyak karang yang rusak, kayak misalnya ada kapal yang kandas, yang rusak karang," katanya.

Transplantasi Karang sebagai Upaya Pemulihan

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu memulihkan terumbu karang adalah transplantasi karang.

Transplantasi karang merupakan proses memindahkan fragmen karang yang sehat ke media tertentu agar dapat tumbuh menjadi koloni baru. Cara ini dilakukan untuk membantu mempercepat pemulihan kawasan terumbu karang yang mengalami kerusakan.

Peserta Melakukan Transplantasi Dan Memasang Fragmen Karang Pada Media Rak Vertikal Di Kedalaman Sekitar 3 Meter (Sumber: Dokumentasi Divisi Diving KPA Arkadia)

Kegiatan transplantasi juga menjadi bagian dari rangkaian Open Water Diver yang dilakukan calon spesialis Divisi Diving KPA Arkadia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pulau Pramuka.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar kemampuan penyelaman, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya konservasi laut. Peserta belajar mengenali kondisi bawah laut sekaligus melakukan pemasangan fragmen karang jenis Acropora pada media transplantasi.

Fragmen karang tersebut dipasang pada media transplantasi dan ditempatkan pada kedalaman sekitar 3 meter di bawah permukaan laut. Pemilihan kedalaman tersebut disesuaikan dengan kondisi lokasi agar fragmen tetap mendapatkan cahaya dan sirkulasi air yang mendukung pertumbuhannya.

Proses Pemasangan Fragmen Karang Acropora Pada Rak Transplantasi Menggunakan Metode Gantung Di Bawah Laut (Sumber: Dokumentasi Divisi Diving KPA Arkadia)

Dalam kegiatan tersebut, transplantasi dilakukan menggunakan metode gantung (hanging method) yang dimodifikasi dengan rak vertikal berbahan pipa PVC.

Fragmen Acropora dipasang pada bagian rak menggunakan tali monofilamen dan cable tie. Rak kemudian ditambatkan menggunakan blok beton agar tetap stabil di dalam perairan pada kedalaman sekitar 3 meter.

Metode ini dipilih karena relatif sederhana dan ekonomis. Posisi fragmen yang berada pada rak juga memberikan ruang bagi sirkulasi air serta memungkinkan karang memperoleh cahaya yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya.

Setelah dipasang, fragmen karang tetap membutuhkan pemantauan secara berkala. Monitoring dilakukan untuk melihat pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup karang sekaligus mengetahui apabila terdapat gangguan seperti sampah, sedimentasi, atau kerusakan akibat aktivitas manusia.

Bagi masyarakat Pulau Pramuka, kegiatan transplantasi karang bukanlah hal yang asing. Abdul Rahman, nelayan sekaligus pemandu diving, mengatakan transplantasi sudah banyak dilakukan di kawasan Pulau Pramuka.

"Di sini banyak transplantasi karang. Hampir semua, khususnya bagian Pulau Pramuka sebelah barat, di pesisir pantai banyak transplantasi karang," ujarnya.

Meski demikian, Abdul menilai lokasi penempatan transplantasi perlu diperhatikan. Menurutnya, karang yang ditanam terlalu dekat dengan area aktivitas manusia justru berisiko mengalami kerusakan.

"Itu sebenarnya terlalu dekat sama dermaga. Orang berenang di situ diinjak-injak. Harusnya ke sana sedikit, jangan terlalu dekat," katanya.

Sementara itu, Nur Humayro menilai transplantasi karang merupakan kegiatan yang baik karena sebagian karang di Pulau Pramuka telah mengalami kerusakan.

"Bagus sih. Soalnya sebagian karang di sini kan pada rusak. Mungkin kalau dibanyakin, ikan-ikan pada datang lagi," tuturnya.

Upaya menjaga terumbu karang tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Masyarakat, pemerintah, komunitas, pelaku wisata, nelayan, hingga mahasiswa memiliki peran dalam menjaga kondisi laut.

Menurut Andi, seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menjaga laut. Ia juga menilai kegiatan konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab Taman Nasional, tetapi juga pihak yang memanfaatkan laut untuk kegiatan wisata maupun ekonomi.

Andi berharap kegiatan mahasiswa yang datang ke Pulau Pramuka tidak hanya berhenti pada penelitian dan pengambilan data, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Harapannya para mahasiswa yang penelitian di sini bukan cuma mengambil data, tapi juga untuk sosialisasi masyarakat, menjaga, transplantasi dan lain-lain," kata Andi.

Transplantasi karang pada akhirnya bukan sekadar kegiatan menanam kembali karang yang rusak. Kegiatan ini juga menjadi bentuk pembelajaran dan kepedulian terhadap ekosistem laut.

Peserta Dan Instruktur Open Water Diver Divisi Diving KPA Arkadia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sebelum Melakukan Kegiatan Penyelaman Dan Transplantasi Karang Di Pulau Pramuk (Sumber: Dokumentasi Divisi Diving KPA Arkadia)