Konten dari Pengguna

Lulus Kuliah Nanti, Masih Ada Kerjaan Buat Kita? Melihat Dunia Kerja di Era AI

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Raisa Putri Azalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pribadi, 2026
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi, 2026

Lulus kuliah, dapat gelar, lalu cari kerja. Dulu alurnya mungkin terasa cukup sederhana. Sekarang, ada satu hal lagi yang sering muncul di pikiran mahasiswa: bagaimana kalau pekerjaan yang kita incar nantinya sudah bisa dikerjakan oleh AI?

Kekhawatiran itu cukup masuk akal. Perkembangan kecerdasan buatan sudah mulai mengubah cara orang bekerja. AI bisa membantu membuat tulisan, mengolah data, mencari informasi, membuat desain, bahkan membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Tapi bukan berarti setelah lulus kuliah kita tidak akan punya pekerjaan.

Dunia Kerja Memang Sedang Berubah

Perubahan teknologi justru membuat jenis pekerjaan dan cara bekerja ikut berubah. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada September 2026 menyampaikan bahwa perkembangan AI dan digitalisasi turut mengubah jenis pekerjaan. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kompetensi, pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Hal yang sama juga menjadi perhatian dunia pendidikan. Kemdiktisaintek menilai lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi, termasuk kemampuan memanfaatkan AI.

Jadi, tantangannya bukan sekadar “AI akan mengambil pekerjaan manusia atau tidak”, tetapi bagaimana manusia bisa bekerja bersama teknologi tersebut.

Misalnya, seorang mahasiswa yang nantinya bekerja sebagai desainer mungkin bisa menggunakan AI untuk mencari ide awal. Orang yang bekerja dengan data dapat memanfaatkan teknologi untuk membantu mengolah informasi. Namun, tetap dibutuhkan manusia untuk menentukan tujuan, memahami kebutuhan, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap hasil akhirnya.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Lulus

Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengejar nilai dan ijazah. Kemampuan menggunakan teknologi juga perlu dibarengi dengan komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, kerja sama, serta pengalaman melalui organisasi, proyek, magang, atau kegiatan bermanfaat lainnya.

Menaker juga menekankan bahwa dunia kerja saat ini membutuhkan keterampilan yang terintegrasi dengan kemampuan digital dan AI, bukan hanya kemampuan sesuai bidang studi.

Artinya, belajar AI tidak harus selalu berarti menjadi programmer. Yang penting adalah memahami bagaimana teknologi bisa digunakan untuk membantu pekerjaan tanpa kehilangan kemampuan untuk berpikir sendiri.

Pada akhirnya, mungkin memang ada pekerjaan yang berubah atau bahkan berkurang karena teknologi. Namun, perkembangan teknologi juga dapat menciptakan kebutuhan dan jenis pekerjaan baru.

Jadi, buat mahasiswa yang sebentar lagi lulus, mungkin pertanyaannya bukan lagi “Apakah masih ada pekerjaan untuk kita?”, tetapi “Sudah siapkah kita menghadapi cara kerja yang baru?”

Karena di era AI, punya ijazah saja mungkin belum cukup. Kita juga perlu punya kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.