Konten dari Pengguna

Just Friend Kok Cemburu?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsabila Hanifatun Nisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah nggak kalian punya teman yang awalnya biasa saja, lalu semakin lama semakin dekat? Kemudian dia bercerita tentang banyak hal, saling memberi perhatian satu sama lain, bahkan sering sleep call setiap malam (telepon sampai ketiduran). Ketika salah satunya dekat dengan orang lain, muncul rasa tidak nyaman atau cemburu. Anehnya, mereka sama sekali tidak memiliki status pacaran. Lalu, kenapa tiba-tiba muncul rasa cemburu?

Just friend sering dianggap hubungan yang sederhana, karena tidak memiliki status khusus. Dua orang bisa merasa dekat tanpa menyebut mereka sebagai pasangan. Namun, karena tidak ada status yang jelas, hal ini dapat menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya adalah ketika perhatian dan kedekatan mulai membuat seseorang merasa memiliki tempat khusus dalam hidupnya, dan dia selalu kepikiran "Sebenarnya kita ini apa?".

Cemburu Tidak Selalu Berarti Jatuh Cinta

Banyak orang menganggap bahwa rasa cemburu adalah tanda seseorang memiliki perasaan lebih. Padahal, rasa cemburu tidak selalu demikian. Cemburu bisa muncul ketika kamu sudah terbiasa mendapatkan perhatian lebih darinya. Misalnya, biasanya dia selalu mengirimi pesan, mengajak pergi ke suatu tempat, atau bercerita tentang masalah yang sedang dialaminya. Ketika perhatian itu berkurang, kamu akan merasa kehilangan sesuatu.

Foto Oleh Marco Lastella di Unsplash

Menurut Jaimie Arona Krems dan rekan-rekannya, rasa cemburu dalam pertemanan akan muncul ketika seseorang merasa hubungan pertemanannya terancam oleh kehadiran orang lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa kecemburuan lebih kuat ketika hubungan yang terancam merupakan hubungan yang dianggap dekat dan berharga.

Ketika Hubungan Mulai Terasa Abu-Abu

Masalahnya, hubungan "just friend" terkadang memiliki batas yang tidak begitu jelas. Sering terlihat begitu dekat, saling berbagi cerita, mulai dari hal-hal biasa hingga cerita masalah pribadi, selalu mencari kabar satu sama lain, bahkan mereka sering menghabiskan waktu bersama, mulai dari sekadar ngobrol hingga pergi ke berbagai tempat berdua.

Foto Oleh Vitaly Gariev di Unsplash

Kedekatan seperti ini, bisa membuat seseorang merasa memiliki tempat khusus dalam kehidupan orang lain. Padahal, belum tentu dia menganggap hubungan itu dengan cara yang sama. Di sinilah rasa cemburu bisa terasa semakin rumit. Ada rasa ingin cemburu, tetapi kita sadar bahwa tidak ada hak untuk menuntut atau mengatur karena tidak ada status hubungan yang jelas. Namun, di sisi lain, tetap muncul rasa tidak nyaman ketika melihatnya dekat dengan orang lain.

Akhirnya muncul kebiasaan yang sering dialami anak muda: ingin mengakui perasaannya, tetapi takut hubungan pertemanannya berubah menjadi canggung. Tidak mengatakan apa-apa juga membuat perasaan semakin sulit dipahami.

Just Friend, Tetap Harus Punya Batasan

Pertemanan yang sangat dekat sebenarnya bukan sesuatu yang salah. Justru, memiliki teman yang bisa menjadi tempat bercerita dan saling mendukung itu hal yang sangat baik. Namun, kedekatan tetap membutuhkan batasan, agar salah satu pihak tidak menganggap hubungan tersebut sebagai sesuatu yang spesial. Masalahnya, ketika perasaan tersebut muncul disertai sikap ingin mengatur. Misalnya, mulai mempertanyakan dengan siapa kamu pergi, merasa tidak suka ketika kamu dekat dengan orang lain, atau melarang kamu, padahal itu sesuatu yang sebenarnya ada di luar batas pertemanan. Menurut saya, inilah yang membuat just friend menjadi rumit, karena batas antara peduli dan terlalu ikut campur mulai sulit dibedakan.

Kalau memang hanya berteman, kita harus belajar menerima bahwa dia memiliki kehidupan dan hubungan sosial lainnya. Pada akhirnya, pertanyaan "Just friend, kok cemburu?" mungkin tidak selalu memiliki jawaban yang sederhana. Bisa jadi karena ada rasa suka, bisa juga karena terlalu nyaman atau takut kehilangan kedekatannya. Yang jelas, rasa cemburu dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu di dalam diri kita yang perlu dipahami.