Tangkisan, Desa Kecil di Purworejo Yang Mandiri Energi Berkat Kotoran Sapi

Mahasiswa Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ardhita Rama Vian Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Tangkisan, sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo mungkin masih cukup asing ditelinga masyarakat umum. Akan tetapi, ada hal yang patut untuk diacungi jempol terhadap desa ini. Tercatat, Desa Tangkisan pernah menjadi juara harapan 1 tingkat provinsi pada Lomba Desa Mandiri Energi yang diselenggarakan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah tahun 2019. Kemudian pada tahun 2021, Desa Tangkisan berhasil menduduki juara kedua pada event lomba yang sama. Sebuah pencapaian mengesankan bagi sebuah desa.

Lokasi dan Kondisi Geografis Desa Tangkisan
Desa ini secara geografis terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jali, sehingga cukup rawan terjadi bencana banjir jika musim penghujan tiba. Sedangkan secara administratif, Desa Tangkisan masuk ke dalam wilayah Kecamatan Bayan dan berjarak 12 kilometer ke arah barat dari pusat ibukota Kabupaten Purworejo. Masyarakat desa ini banyak yang berprofesi sebagai peternak sapi. Selain itu juga masih terdapat lahan sawah yang luas. Sehingga, banyak masyarakat yang selain menjadi peternak sapi, juga menjadi petani. Dari kondisi tersebut dapat diliat bahwa masyarakat Desa Tangkisan merupakan masyarakat yang agraris.
Inovasi Digester Biogas Sebagai Solusi Mengelola Limbah
Seperti yang disebutkan diatas, bahwa di Desa Tangkisan terdapat banyak sekali warganya yang memelihara sapi. Bahkan beberapa diantaranya tergabung kedalam kelompok ternak. Dengan banyaknya ternak sapi yang ada di Desa Tangkisan, membuat produksi limbah kotoran sapi menjadi menumpuk jika dibiarkan terus menerus. Atas dasar permasalahan tersebut, warga desa kemudian membuat inovasi yang bisa memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi hal yang lebih bermanfaat. Dari situlah mulai direncanakan pembangunan digester biogas. Upaya tersebut secara signifikan mampu mengurangi permasalahan limbah kotoran sapi yang dari awalnya mencemari lingkungan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat yaitu biogas.
Menjadi Desa Mandiri Energi Berkat Pemanfaatan Biogas
Berkat inovasi digester biogas, masyarakat Desa Tangkisan dapat secara langsung menikmati hasil dari pemanfaaan kotoran sapi yaitu berupa biogas yang disalurkan kerumah-rumah warga menggunakan saluran selang. Biogas tersebut biasa dimanfaatkan warga untuk memasak sehari-hari. Dari hal ini, banyak warga yang menghemat pengeluran perbulan karena tidak lagi menggunakan gas elpiji untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kompor mereka. Dari hal tersebut dapat diliat bahwa selain mengelola limbah agar tidak mencemari lingkungan juuga mampu membantu ekonomi masyarakat Desa Tangkisan. Berkat inovasi digester biogas, Desa Tangkisan juga mampu meraih gelar juara dalam lomba desa mandiri energi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Suatu prestasi yang membanggakan bagi desa kecil yang berada jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Dalam mengoptimalkan limbah kotoran sapi yang belum diolah menjadi biogas, KKN Tematik Tim 36 Universitas Diponegoro hadir dengan menyelenggarakan Program Kerja Sosialisasi bertajuk “Edukasi Hukum Peternakan dan Energi baru Dari Biogas”. Adanya sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat Desa Tangkisan berkaitan dengan bagaimana menjadi Peternak yang baik serta mengerti cara mengelola limbah kotoran sapi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Adapun kegiatan ini difokuskan untuk menjadi sarana memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Tangkisan dalam hal pengelolaan limbah ternak, penghematan energi, dan taransformasi menggunakan energi baru yang berasal dari biogas.
Sebagai Bukti Nyata Transformasi Menuju Desa Maju
Dari Desa Tangkisan bisa diambil pelajaran berharga, bahwa dengan memanfaatkan limbah yang sering dianggap sebelah mata ternyata masih dapat menjadi sesuatu yang lebih berharga dan tentunya bermanfaat. Bahkan tidak hanya mengubah limbah menjadi biogas, Desa Tangkisan mampu mengubah dari desa yang rawan bencana banjir menjadi desa mandiri energi. Sesuatu yang tidak mudah untuk dicapai oleh desa desa lain di Indonesia. Kunci utama dari kesuksesan Desa Tangkisan menjadi desa mandiri energi adalah selalu memanfaatkan segala potensi yang dimiliki oleh desa itu sendiri. Potensi yang dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, tentu akan menjadi prestasi tersendiri bagi sebuah desa.
