Konten dari Pengguna

Sepak Bola dan Rancang Bangun Ulang Terapeutik Ekosistem Pendidikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vudu Abdul Rahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di lapangan pengalaman nyata mengenai psikis manusia, denyar ingatan kerap kali bekerja layaknya pantulan yang membiaskan jejak kesan ke dalam wilayah ketaksadaran individu. John Dewey dalam Pendidikan Berbasis Pengalaman menegaskan, bahwa tugas pemikiran yang cerdas adalah menemukan dasar tindakan dari tingkat yang lebih dalam dan menyeluruh. Dasar filosofis ini bertaut dengan pandangan Carl Gustav Jung dalam Manusia dan Simbol-Simbol, bahwa penurunan intensitas energi psikis pada suatu pengalaman tidak lantas memusnahkan intinya. Bagi psikoterapis dari Swiss itu, prosesnya sekadar meredup di bawah limen kesadaran, menanti daya gugah yang tepat untuk menyemaikan kembali makna lampau ke dalam artikulasi masa kini.

Akan tetapi ...,

Sepak bola adalah jenis harapan liyan sejak kecil bagi banyak kalangan pekerja dewasa. Ada semacam himpunan cita-cita di masa itu. Dengan kata lain, impian menjadi bagian dari pemain Timnas merupakan salah satu puncak, misalnya. Pengalaman melatih fisik dan mengolah si kulit bundar di sekolah sepak bola masa remaja kemudian menempa cita-cita dasar tersebut. Sekalipun dalam perjalanan hidup, hal itu tidak terwujud di dunia nyata.

Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si., (menangkap bola dengan sigap) Penggagas Utama Pertandingan Silaturahmi Antardinas Pendidikan di Provinsi Jawa Barat. Dokumentasi Bifons Photo Moment (Terkonfirmasi).

Retakan Peristiwa dan Sublimasi

Dalam proses tumbuh dewasa, dinamika somatis dan kerentanan fisik sering kali menghentikan langkah di lapangan. Akibatnya, alih-cita menjadi hal yang tak terelakkan. Minat beralih ke ranah lain, misalnya mengeksplorasi seni dan mengulik dawai gitar. Dari mempelajari ketukan partitur Blues hingga mengejar ketepatan teknik string skipping ala arpeggio Paul Gilbert, pola pemetikan raking berkarakter muted strings ala Stevie Ray Vaughan, hingga keterpesonaan pada sihir ekspresif psychedelic Jimi Hendrix. Pilihan-pilihan tersebut hadir karena manusia merasa lebih dekat dengan retakan kejadian hidupnya.

Kembali ke sepak bola, daya tarik kinestetis ini seolah terlupakan ketika memasuki usia produktif. Aktivitasnya dianggap tidak lagi menggairahkan untuk dikejar di tengah kondisi dinamika sepak bola yang seakan stagnan. Namun, alam bawah sadar manusia bekerja melalui jalurnya sendiri.

Siapa Cepat Dia yang Dapat. Perebutan Bola di Tengah Terik Pertandingan. Dokumentasi Pribadi Reji Maulana (Terkonfirmasi).

Carl Gustav Jung menjeda, "Lupa, misalnya, adalah sebuah proses yang normal di mana gagasan sadar tertentu kehilangan kekuatannya karena perhatian seseorang terbelokkan. Ketika perhatian berpaling ke arah lain, ia meninggalkan hal-hal yang sebelumnya memperhatikan di dalam bayang-bayang, sebagaimana senter menerangi sebuah area dan meninggalkan area lain dalam kegelapan. Namun, gagasan-gagasan yang terlupakan itu tidaklah hilang. Meskipun gagasan tersebut tidak dapat dimunculkan sekehendak hati, sesungguhnya ia tetap tinggal di ruang subliminal, di bawah batas ingatan, yang dari sanalah ia dapat bangkit ke permukaan secara spontan, mana suka, dan kapan saja."

Pergeseran pola pikir dan eksistensi dari ranah kinestetik lapangan ke hasrat kemampuan memainkan dawai kehidupan menandai ketidaksinambungan hamparan psikis yang sejatinya fatamorgana. Sebagaimana manifestasi sensorik bau angsa yang memicu rekoleksi memori sang profesor dalam catatan Jung, tempat penyimpanan ingatan kinestetik mengenai sepak bola tidak pernah benar-benar terdistorsi atau musnah. Wujudnya terendapkan secara subliminal tatkala fokus perhatian egotistik teralihkan oleh rutinitas profesi dan keterbatasan somatis.

Adi Johan Permana (Gelandang Tim BAKRI FC Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya) Mengontrol Bola di Antara Para Pemain Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Dokumentasi Pribadi Reji Maulana (Terkonfirmasi).

Katarsis Lapangan Hijau

Di usia matang, muncul semacam gairah bagi para pegawai negeri, ASN, serta PPPK (baik penuh waktu maupun paruh waktu) untuk kembali ke lapangan hijau. Bukan lagi untuk mengejar ambisi menjadi pemain profesional, melainkan menemukan semacam pattern liyan, bahwa sepak bola bisa menjadi soccer therapeutic bagi para pekerja di sektor publik (negeri maupun swasta). Ketika patron observasi ini lengkap untuk dipublikasikan, baik secara ilmiah maupun nonilmiah, sebuah kebenaran terapeutik sepertinya layak dirayakan bersama.

Berdasarkan pengamatan Carl Gustav Jung, "Terkadang kita juga melihat, mendengar, mencium, dan merasakan banyak hal tanpa benar-benar memperhatikannya. Akan tetapi, alam bawah sadar telah mencatatnya, dan persepsi subliminal ini memainkan peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Tanpa kita sadari, gagasan-gagasan tersebut mempengaruhi cara kita bereaksi terhadap hal-hal dan orang-orang di sekitar kita."

Lelah Tapi Semringah. Aksi-Reaksi Imajinasi dengan Realitas Orang Dewasa. Dokumentasi Pribadi Reji Maulana (Terkonfirmasi).

Frekuensi gairah yang kembali bergetar di fase dewasa ini merupakan wujud pemulihan psikologis yang terkesan di luar nalar. Sepak bola tak lagi diposisikan sebagai pantulan ambisi ego belaka. Sebaliknya, ditransformasikan menjadi wahana katarsis dan rekonstruksi mental. Pemaknaan ulang terhadap lapangan hijau sebagai pertimbangan terapeutik ini membuktikan betapa jejak subliminal yang tejernihkan sejak masa muda mampu menyuplai pemulihan psiko-somatis bagi keterasingan jiwa para pekerja di era modern.

Kalah-Menang Bukan Tujuan, Selebihnya Melepaskan Ketegangan. Dokumentasi Pribadi Reji Maulana (Terkonfirmasi).

Meretas Kebuntuan Birokrasi

Momentum pemulihan kinestetik ini menemukan wujud konkretnya dalam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Stadion RAA Ciateul, Garut (Sabtu, 12/9/2026). Agenda silaturahmi antarelemen pendidikan daerah di Jawa Barat ini mempertemukan lima entitas dinas pendidikan, antara lain: Tim A (Dinas Pendidikan kabupaten Garut), Tim B (Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang), Tim C (Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Bekasi), Tim D (Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya), dan Tim E (Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis). Gagasan yang kemudian direspons oleh kelima kepala dinas ini merupakan sebuah proses peleburan sumber daya manusia di dunia pendidikan. Pada praktiknya melibatkan pemangku kepentingan dari pihak dinas sendiri beserta jajarannya. Selain itu juga guru-guru (ASN maupun PPPK) yang kerap kali berdiskusi membahas soal pedagogik dan didaktis dalam keseharian.

Hal ini tentu sebuah habit aktivitas yang positif dan bertenaga serta menggairahkan. Atmosfernya berdenyar di kalangan entitas dan ekosistem, baik guru, Kasi, Kabid, dan Kadis. Mereka terhubung atas nama kegemaran bermain bola. Akan tetapi bisa saling memberikan masukan dengan bahasa olahraga, sehat jasmani dan rohani, yang tidak kaku serta berjarak.

Jauh hari sebelumnya, hal ini juga sudah dikonsep oleh guru-guru di Kota Tasikmalaya. Dalam sebuah gagasan BAKRITAS FC. Secara linguistik merupakan lakuran (portmanteau) atau neologisme perpaduan beberapa diksi. Di dalamnya tersimpan makna "Bakri" di satu sisi, dan "Taratas" (keberanian bertindak merintis dan membuka jalan baru) di sisi lainnya. Nama Bakri diletakkan sebagai wujud penghormatan terhadap identitas historis pendidik yang penuh dedikasi. Sekaligus menjadikan fondasi inisiatif, maka Taratas melengkapinya sebagai daya kejut untuk meruntuhkan kebuntuan.

Namun, dalam dinamika di lapangan, Kepala Dinas Kota Tasikmalaya memberikan penguatan dan penegasan nama identitas tersebut sebagai BAKRI FC. Diksi BAKRI diasumsikan sebagai keterwakilan guru dan insan pendidik. Dalam akronim pertama, BAKRI bermakna "Barudak Nu Anteng di Kribo Nu Rea Ide, Igel, Inovasi, Ile (gaya), Ingkah (Ulin)". Sementara dalam ragam akronim kedua, berbunyi "Batan Alus Kalaka Rea Igel". Sebuah kelakar dan ekspresi kegembiraan yang mencairkan kekakuan.

Dari latar ini pula pertandingan persahabatan antardinas kabupaten/kota semacam menghubungkan titik temu yang selama ini langka terjadi. Dalam hal ini, pelepasan rutinitas dalam sepekan ketika fokus menjadi pegawai maupun pejabat publik melebur dalam garis lurus fisik dan psikis. Meminjam istilah penyair ternama Romawi abad ke-2 masehi, Decimus Iunius Juvenalis, Mens Sana in Corpore Sano, bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula.

Merunduk Bersama Demi Menghilangkan Dahaga Teman-Teman Sejawat. Dokumentasi Pribadi Reji Maulana (Terkonfirmasi).

Puncak Pembebasan Pendidik Legawa

Peleburan ini melahirkan sebuah gagasan filosofis bahwa guru dan elemen pendidikan tidak bisa sekadar diam dalam stagnasi rutinitas yang kaku. Sudah memang seharusnya terus merintis praksis dan solusi nyata. Melalui wadah ini, sesungguhnya tengah dibangun sebuah ruang egaliter yang sehat. Di mana ketegangan birokratis dicairkan menjadi kebahagiaan bersama tanpa kasta. Sehingga segala kebuntuan komunikasi maupun kepenatan psikologis selama sepekan dapat dilakur. Harapannya menjadi sinergisitas yang membebaskan, membahagiakan, dan menjaga muruah ekosistem pendidikan di tiap daerah. Wabilkhusus di ekosistem pendidikan Kota Tasikmalaya.

Sampai di sini, inilah rintisan jalan baru yang dimaksud. Bahwasanya, ketenangan akan mengantarkan dan mendatangkan kemenangan dengan sendirinya. baik itu secara birokratis, akademis, dan praksis. Puncaknya, adalah mimpi Ki Hajar Dewantara dalam wasiat Neng Ning Nung Nang yang langka berbunyi itu.

Pada akhirnya, wadah ini sebagai perwakilan dari tiap dinas pendidikan antarkabupaten/kota yang bukan sekadar pojokan di antara pekerjaan untuk sebatas jeda. Lebih berharga dari itu, para penghuninya meredam kebisingan hierarki (Neng) dan menjernihkan nalar dari ampas wacana (Ning), agar lahir keberanian merintis praksis nyata (Nung) demi memenangkan kembali kedaulatan serta kewarasan orang-orang di dalamnya sebagai pendidik yang merdeka (Nang).

Merayakan Kekalahan, Kemenangan, dan Kebersamaan. BAKRI FC, Tim Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Dokumentasi Pribadi Reji Maulana (Terkonfirmasi).
Tim Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Dokumentasi Bifons Photo Moment (Terkonfirmasi).
Tim Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Dokumentasi Bifons Photo (Terkonfirmasi).
Tim Dinas Pendidikan Kab/Kota Bekasi. Dokumentasi Bifons Photo (Terkonfirmasi).
Tim Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Dokumentasi Bifons Photo Moment (Terkonfirmasi).