Keputusan Dividen: Strategi Perusahaan Menimbang Kepentingan Pemegang Saham

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Manajemen S-1, Universitas Pamulang
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari wafa ummul adzkiya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Kalau perusahaan untung banyak, berarti dividennya juga banyak dong?"
Mungkin pertanyaan seperti ini sering muncul terutama bagi mereka yang baru di dunia investasi saham. Dan sudah jelas mengapa pertanyaan seperti ini muncul karena ketika sebuah perusahaan mendapatkan uang tentu pemiliknya ingin mendapatkan bagiannya dari keuntungan itu. Namun dalam kenyataannya pembayaran dividen jauh lebih rumit daripada sekedar membagi keuntungan. Di balik keputusan seperti ini ada sejumlah faktor yang harus dipertimbangkan. Mulai dari kondisi keuangan perusahaan,permintaannya,rencana perkembangannya,utang-utangnya dan rencana bisnis di masa depan.
Untung Banyak, Kenapa Dividennya Tidak Selalu Banyak?
Pertimbangkanlah misalnya sebuah perusahaan yang menghasilkan laba bersih 100 miliar rupiah dalam satu tahun.
Sebagai pemegang saham Anda mungkin langsung berpikir "Itu berarti dividennya pasti besar". Namun tidak harus seperti itu karena perusahaan tidak perlu mendistribusikan semua keuntungannya. Perusahaan bisa menahan sisa keuntungan tersebut sebagai laba ditahan. Kenapa perusahaan harus melakukan ini? Karena perusahaan mungkin berencana membangun pabrik baru,membeli beberapa peralatan,mendirikan cabang lebih banyak,atau bahkan mengembangkan produk baru. Jika semua keuntungan langsung didistribusikan kepada pemegang saham maka tidak akan ada dana yang cukup lagi bagi perusahaan untuk memenuhi rencananya. Perusahaan harus membuat keputusan apakah akan mendistribusikan keuntungan atau menahannya untuk perusahaan itu sendiri.
Solusinya adalah mendistribusikan sebagian keuntungan kepada pemegang saham sementara sebagian lainnya ditahan untuk perusahaan.
Dividen Itu Penting, Tapi Bukan Segalanya
Dividen tentu saja merupakan faktor yang sangat menarik bagi para pemegang saham.Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan keuntungan dari investasi sendiri? Namun di sisi lain para investor harus memahami bahwa keuntungan dari saham tidak hanya terdiri dari dividen saja. Keuntungan dari saham juga berasal dari kenaikan harga saham itu sendiri.Itulah sebabnya perusahaan tidak selalu harus membayar dividen yang tinggi.Perusahaan yang sedang berkembang mungkin lebih memilih untuk menginvestasikan kembali keuntungan mereka karena perkembangan perusahaan membutuhkan dana.Misalnya ada beberapa perusahaan yang sedang membangun fasilitas produksi baru.Perusahaan menggunakan keuntungan sendiri untuk mendanai pekerjaan konstruksi tersebut.Para pemegang saham menerima dividen yang lebih rendah tetapi di sisi lain perusahaan berusaha untuk mengembangkan bisnisnya.Itulah sebabnya dividen yang rendah tidak selalu berarti perusahaan sedang mengalami kesulitan. Demikian juga dividen yang tinggi tidak selalu berarti perusahaan memiliki masa depan yang cerah.
Jadi, Bagaimana Perusahaan Menentukan Dividen?
Tidak ada satu kriteria pun yang dapat diterapkan pada semua perusahaan.Pertama-tama perusahaan mengevaluasi kondisi keuangan mereka. Apakah laba mereka stabil? Apakah pasokan uang mereka cukup? Apakah mereka memiliki beberapa hutang yang harus dibayar? Apakah ada program investasi yang akan memakan biaya besar? Semua informasi ini dapat mempengaruhi keputusan mengenai pembagian dividen. Misalnya sebuah perusahaan dengan laba yang relatif stabil akan lebih mudah membuat keputusannya mengenai pembagian dividen. Sedangkan sebuah perusahaan dengan laba yang tidak stabil tentu harus lebih berhati-hati. Selain itu perusahaan juga harus mengevaluasi kebutuhan mereka dalam pengembangan bisnis. Selalu ada kemungkinan untuk menggunakan sebagian laba untuk pengembangan bisnis. Namun jika perusahaan tidak membutuhkan investasi besar dan memiliki kondisi keuangan yang baik maka mereka bisa membayar lebih banyak dividen.Oleh karena itu alih-alih bertanya "Mengapa dividennya begitu sedikit?" ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting yaitu "Apa yang dilakukan dengan dana yang tidak dibagikan sebagai dividen?"
Dividen Juga Bisa Menjadi Sinyal
Dengan mengejutkan keputusan sebuah perusahaan untuk membagikan dividen juga merupakan sumber informasi yang penting bagi para investor. Misalnya peningkatan dividen sebuah perusahaan bisa dianggap sebagai indikator kepercayaan terhadap posisi keuangan perusahaan itu sendiri.Jika dividen menurun para investor mungkin punya pertanyaan mengapa dividennya menurun. Namun investor tidak boleh terburu-buru menyimpulkan bahwa ada masalah dengan perusahaan karena perusahaan mungkin membutuhkan uang untuk ekspansi atau memiliki investasi yang sangat besar. Dengan demikian perubahan dividen harus diartikan bersama dengan informasi lainnya termasuk laporan keuangan arus kas utang dan rencana perusahaan. Dengan cara ini seseorang tidak hanya mengartikan angka dividen tetapi juga alasan di balik angka tersebut.
Lalu, Apa Hubungannya dengan Nilai Perusahaan?
Selain manajemen laba, kebijakan terkait dividen merupakan bidang lain yang sering dipelajari terkait nilai perusahaan dalam penelitian. Penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara kebijakan dividen dan nilai perusahaan meskipun hasil penelitian di bidang ini belum selalu konsisten. Sebagai contoh Astuti dan Yadnya (2019) menemukan bahwa kebijakan dividen secara positif mempengaruhi nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur dalam penelitian mereka. Namun penelitian yang dilakukan oleh Astuti dan Yadnya (2019) juga memeriksa peran kebijakan dividen dalam hubungan antara profitabilitas dan nilai perusahaan. Di sisi lain penelitian yang dilakukan oleh Ridayanti, Arifin dan Mulyati (2025) pada perusahaan LQ45 menemukan bahwa kebijakan dividen tidak memiliki dampak pada nilai perusahaan. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh Lukum, Hamin dan Ishak (2026) pada industri perbankan juga menemukan tidak ada dampak signifikan dari kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Ketidaksesuaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak dapat dievaluasi hanya berdasarkan satu dimensi saja. Setiap perusahaan unik terkait industri yang mereka jalankan, kebutuhan pendanaan mereka, kondisi ekonomi dan strategi bisnis mereka.
Jangan Cuma Lihat Dividennya
Jika Anda melihat sebuah perusahaan membagikan dividen jangan hanya memperhatikan jumlah dividennya saja. Misalnya ada sebuah perusahaan membagikan dividen sebesar 500 rupiah per saham. Pada pandangan pertama itu tampak sangat baik. Namun kita masih harus melihat kinerja perusahaan juga. Apakah laba perusahaan itu meningkat? Bagaimana arus kas perusahaan itu? Apakah tingkat utang perusahaan itu tinggi? Apakah perusahaan itu sedang melakukan ekspansi? Semua pertanyaan itu sebenarnya membantu kita memahami alasan di balik tindakan perusahaan itu.
Pada Akhirnya, Perusahaan Harus Memilih
Kebijakan mengenai dividen pada dasarnya berputar pada pilihan. Perusahaan ingin mengembalikan keuntungan kepada pemiliknya tetapi pada saat yang sama mereka juga membutuhkan dana untuk operasi dan perluasan. Ketika keuntungan berlebih didistribusikan maka dana yang tersisa untuk perusahaan menjadi lebih sedikit. Ketika dana berlebih ditahan maka pemilik mulai bertanya-tanya mengapa keuntungan yang mereka harapkan tidak dikembalikan. Oleh karena itu diperlukan sebuah aksi menyeimbangkan yang sangat halus.
Yang benar-benar penting bagi investor bukan hanya jumlah dividen yang ia terima tetapi juga mengapa perusahaan memilih untuk mengembalikan dividen seperti itu. Apakah karena kondisi keuangan perusahaan yang baik? Apakah kebutuhan investasi perusahaan rendah? Atau mungkin ini adalah cara perusahaan mencoba menyampaikan pesan kepada pasar?
Pada akhirnya dividen bukan hanya dana yang di setorkan ke rekening pemegang saham. Kebijakan perusahaan tentang dividen terhubung dengan kebijakan mereka tentang pilihan alokasi keuntungan: apakah mendistribusikannya sekarang atau menginvestasikannya dalam pengembangan perusahaan di masa depan. Dan mungkin dari sini kita bisa memahami bahwa menjadi seorang investor bukan hanya melihat berapa banyak rupiah yang kita terima tetapi juga memahami cerita di balik angka-angka tersebut.
