Empat Musim Pertiwi Wakili Indonesia di Ajang Piala Oscar ke 99

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kamila Andini
zoom-in-whitePerbesar
Kamila Andini

Indonesia secara resmi memilih film terbaru garapan sutradara Kamila Andini yang berjudul Four Seasons in Java atau Empat Musim Pertiwi sebagai perwakilan resmi dalam kategori International Feature Film pada ajang 99th Academy Awards. Langkah ini memperkuat posisi sinema lokal di panggung global lewat karya yang mengangkat isu-isu psikologis mendalam.

Diproduksi oleh Ifa Isfansyah di bawah bendera Forka Films, film ini menampilkan jajaran aktor seperti Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan. Karya ini mengombinasikan elemen drama psikologis dengan realisme magis untuk mengupas trauma dan pencarian identitas diri yang kompleks.

Sinopsis dan Eksplorasi Genre Empat Musim Pertiwi

Kisah dalam film ini berpusat pada karakter Pertiwi, diperankan oleh Putri Marino, seorang mantan narapidana yang kembali ke kampung halamannya. Alih-alih disambut hangat, ia justru dihadapkan pada penolakan dari masyarakat sekitar, memaksanya untuk berdamai dengan masa lalu yang penuh luka di tengah bungkamnya lingkungan sekitar dan polarisasi sosial.

Tidak hanya mengandalkan drama psikologis yang intens, sutradara juga menyuntikkan elemen misteri, magical realism, hingga fiksi ilmiah. Pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana ingatan dan trauma bekerja dalam memori seseorang saat mencoba merebut kembali rasa memiliki atas rumah dan identitas mereka yang sempat hilang.

Pesan Universal dari Sudut Pandang Lokal

Dalam pernyataan resminya, Kamila Andini menjelaskan bahwa film ini tidak sekadar menceritakan kepulangan fisik ke suatu tempat. Ia mengungkapkan, “Four Seasons in Java adalah kisah tentang kembali, tidak hanya ke sebuah tempat, tetapi juga ke bagian-bagian diri kita yang terpaksa kita tinggalkan. Film ini berakar kuat di Indonesia, tetapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya tentang trauma, ingatan, kekerasan, dan pemulihan bersifat universal. Saya sangat merasa terhormat film ini akan mewakili Indonesia di ajang Academy Awards.”

Sentimen serupa diungkapkan oleh sang produser, Ifa Isfansyah, yang menyatakan rasa bangganya atas terpilihnya film ini sebagai representasi negara. Ia menekankan bahwa meskipun latar belakang dan perspektif film ini sangat kental dengan budaya Indonesia, dinamika ketahanan jiwa dan pencarian rasa memiliki yang dihadirkan tetap relevan bagi penonton global. Ia juga mengapresiasi dukungan dari para mitra internasional dalam mewujudkan proyek ini.

Perjalanan Festival dan Kolaborasi Internasional

Dilansir dari Variety, keikutsertaan film ini di ajang penghargaan dunia melanjutkan konsistensi karya Kamila Andini di sirkuit festival internasional. Sebelumnya, film Yuni yang rilis pada tahun 2021 berhasil memenangkan Platform Prize di Toronto International Film Festival sebelum akhirnya terpilih menjadi perwakilan Indonesia di Oscar pada tahun tersebut. Karya lainnya, Before, Now & Then (Nana), juga sukses berkompetisi di Berlin International Film Festival dan mengantarkan Laura Basuki meraih penghargaan pemeran pendukung terbaik.

Four Seasons in Java sendiri telah melangsungkan penayangan perdana dunianya dalam program Centrepiece di Toronto International Film Festival dan dijadwalkan tayang di Busan International Film Festival bulan depan. Proyek berskala besar ini merupakan hasil ko-produksi internasional yang melibatkan tujuh negara, termasuk Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura, dengan rencana rilis bioskop secara luas di Indonesia mulai 8 Oktober mendatang.