Hayley Williams Dukung Musisi yang Boikot Tur Konser Ed Sheeran

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hayley Williams.
zoom-in-whitePerbesar
Hayley Williams.

Vokalis Hayley Williams menunjukkan aksi solidaritas yang mencuri perhatian dalam konsernya di Forest Hills Stadium, New York. Ia memasukkan lagu-lagu dari para musisi yang memutuskan mundur dari tur konser Ed Sheeran ke dalam daftar putar sebelum penampilannya (pre-show playlist). Langkah ini mempertegas sikap politiknya di tengah ketegangan yang terjadi di industri musik global terkait isu Palestina.

Aksi boikot massal terhadap tur Ed Sheeran tersebut bermula dari pemecatan Macklemore setelah sang rapper menyampaikan pidato dukungan untuk Palestina dalam penampilannya di New Jersey. Setelah insiden itu, seluruh musisi pembuka dan band pengiring Sheeran memilih hengkang dari rangkaian tur sebagai bentuk protes, memicu perdebatan hangat di kalangan pelaku industri kreatif.

Solidaritas Musik Lewat Daftar Putar Konser Solo

Dalam konser solonya yang bertajuk The Hayley Williams Show, musisi tersebut sengaja menyusun daftar putar khusus untuk menyambut para penonton sebelum dirinya naik panggung. Lagu-lagu yang diputar meliputi karya dari para musisi yang menyatakan mundur dari tur Sheeran, seperti 'Can’t Hold Us' dan 'Thrift Shop' dari Macklemore, 'Mama Said' dari Lukas Graham, hingga 'For Cryin’ Out Loud' milik Finneas.

Selain itu, lagu-lagu milik Aaron Rowe dan Beoga juga turut diperdengarkan. Langkah Williams ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral kepada rekan sesama musisi, tetapi juga sebuah pernyataan sikap yang jelas mengenai posisi politiknya dalam konflik kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Satir Tajam untuk Sikap Netral Ed Sheeran

Sebelum menunjukkan dukungannya melalui daftar putar konser, Williams sempat mengunggah sebuah sindiran tajam di media sosial yang diduga kuat ditujukan kepada Ed Sheeran. Dalam unggahan tersebut, ia menulis narasi satir yang menyindir ketakutan para pesohor untuk menyuarakan isu kemanusiaan demi menjaga hubungan dengan sponsor dan pemegang saham.

“Halo teman-teman, saya melihat semua kekejaman yang terjadi dan saya hanya ingin kalian tahu bahwa saya menjaga percakapan ini tetap terbuka dengan tidak mengatakan apa-apa,” tulis Williams dalam sindiran tersebut. Ia menambahkan secara sarkastis, “Saya adalah panutan (produk) dan penting bagi saya untuk tidak mengecewakan penggemar muda saya (investor dan pemegang saham) dengan menjadi politis. Pertunjukan saya adalah sesuatu yang jauh lebih besar daripada politik—pertunjukan ini adalah perdagangan.”

Gelombang Pengunduran Diri Musisi Pembuka

Keputusan para musisi pendukung untuk meninggalkan tur Ed Sheeran dipicu oleh pemecatan Macklemore oleh pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, yang menganggap pidato sang rapper menyinggung komunitas tertentu. Namun, keputusan tersebut justru memicu efek domino. Musisi lain seperti grup folk BIIRD dan Myles Smith langsung menyatakan solidaritas mereka kepada Macklemore dan memilih ikut keluar dari tur tersebut.

Perwakilan dari band BIIRD menyatakan bahwa mereka mendukung penuh setiap pernyataan yang disampaikan oleh Macklemore di atas panggung. Sementara itu, Myles Smith mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi kemanusiaan di Palestina. “Apa yang dialami warga Palestina sangat mengerikan dan mustahil untuk diabaikan. Tidak ada anak, keluarga, atau orang tidak bersalah yang harus hidup di bawah pengeboman, pengungsian, kelaparan, kesedihan, atau ketakutan,” ujar Smith dalam pernyataan resminya.

Sikap netral Sheeran juga menuai kritik tajam dari figur seni senior seperti Roger Waters dari Pink Floyd dan grup musik Massive Attack. Band tersebut menekankan bahwa sikap netral di tengah jatuhnya puluhan ribu korban jiwa bukanlah sebuah kenetralan yang sesungguhnya. Di sisi lain, Sheeran mengklaim dirinya tidak bermaksud mengabaikan konflik kemanusiaan tersebut dan merasa ngeri dengan penderitaan yang dialami oleh kedua belah pihak.