Jejak Crossover Dolly Parton hingga Puncaki Tangga Lagu Dance Billboard

Kabar duka menyelimuti dunia musik global setelah kepergian Dolly Parton di usia 80 tahun di Nashville. Dikenal luas sebagai tokoh musik country, Parton tidak hanya mengukir sejarah di genre asalnya, melainkan juga meninggalkan warisan lintas genre yang luar biasa. Sepanjang kariernya, ia tercatat berhasil menembus berbagai tangga lagu musik dansa elektronik, sebuah pencapaian unik bagi seorang solois yang tumbuh dari tradisi musik tradisional Amerika Serikat.
Dilansir dari Billboard, kepiawaian Parton dalam bereksplorasi memungkinkannya mengantongi puluhan lagu hit, termasuk 25 karya di posisi pertama tangga lagu Hot Country Songs. Namun, fleksibilitas musikalitasnya terbukti nyata ketika karya-karyanya mulai merambah lantai dansa sejak akhir dekade 1970-an, membuktikan bahwa daya tarik vokalnya melampaui batasan genre konvensional.
Eksplorasi Awal Musik Dansa Sejak Era Disko
Perjalanan Parton di ranah musik dansa dimulai pada tahun 1978 melalui album bertajuk Heartbreaker. Album tersebut kental dengan pengaruh elemen disko, sebuah genre yang tengah meledak pada masa itu. Langkah berani ini mengantarkan Parton meraih kesuksesan awal ketika lagu ganda “Baby I’m Burnin’”/“I Wanna Fall in Love” berhasil menembus peringkat 15 pada awal tahun 1979 di tangga lagu Dance Club Songs.
Tidak berhenti di situ, Parton kembali menggebrak lantai dansa pada tahun 1981 dengan lagu ikonis “9 to 5” yang dipasangkan dengan “House of the Rising Sun”. Versi remix dari lagu-lagu ini kembali mendapat sambutan hangat dari para penikmat musik malam, mempertegas posisinya sebagai musisi lintas batas yang relevan di berbagai lantai dansa era 80-an.
Kolaborasi Modern dan Puncak Prestasi di Tangga Lagu Dance
Memasuki era modern, Parton terus memperbarui warna musiknya tanpa kehilangan identitas aslinya. Salah satu pencapaian tertingginya di genre ini terjadi lewat kolaborasi mengejutkan bersama duo DJ asal Swedia, Galantis, dan Mr. Probz pada lagu berjudul “Faith” yang dirilis pada tahun 2019. Lagu ini merupakan aransemen ulang bernuansa EDM (Electronic Dance Music) dari karya klasik milik John Hiatt yang dirilis pada tahun 1987.
Melalui lagu “Faith”, Parton akhirnya berhasil mengamankan posisi nomor satu pertamanya di tangga lagu Dance Airplay pada akhir tahun 2019, serta menembus sepuluh besar di tangga lagu Hot Dance/Electronic Songs. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu dari sedikit musisi senior yang mampu memuncaki lima tangga lagu radio Billboard yang berbeda, mulai dari Adult Contemporary hingga Dance Airplay.
Misi Menyebarkan Pesan Positif Lewat Musik Lintas Genre
Saat memperkenalkan lagu “Faith” di panggung Grand Ole Opry di Nashville pada tahun 2019 silam, Parton mengungkapkan bahwa keputusannya untuk merilis musik dansa didasari oleh keinginan untuk menyebarkan energi positif di tengah situasi dunia yang semakin pelik. Ia ingin menghadirkan karya yang menghibur sekaligus menenangkan jiwa pendengarnya tanpa memandang latar belakang mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Parton menyatakan, “Dunia ini terasa sangat gelap, buruk, dan mengerikan... jadi saya memutuskan untuk mencoba membuat lagu-lagu yang lebih membangkitkan semangat, tidak semua lagu bertema religi, tetapi lagu tentang hal-hal yang lebih baik. Berbuat lebih baik, memiliki sedikit lebih banyak cinta, sedikit lebih banyak cahaya, dan tidak menjadi begitu gelap dan kotor.” Komitmen ini terus ia bawa hingga proyek musik terakhirnya, termasuk album Rockstar yang dirilis pada tahun 2023, yang kembali membuktikan dedikasinya yang tak terbatas bagi dunia seni suara.

