Paramount Tuntut Jaminan 1,88 Miliar Dolar AS Imbas Penundaan Merger WBD

Paramount Skydance kembali mempertegas tuntutannya di pengadilan agar 12 negara bagian Amerika Serikat dan Serikat Penulis Amerika (Writers Guild of America atau WGA) menyetor uang jaminan senilai 1,88 miiliar dolar AS. Jaminan fantastis ini diajukan untuk menutup potensi kerugian finansial yang harus ditanggung Paramount jika proses akuisisi terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) terus tertunda akibat gugatan hukum yang sedang berjalan.
Dilansir Variety, langkah ini menjadi babak baru dalam perseteruan regulasi industri hiburan global, di mana persidangan kasus antitrust ini baru dijadwalkan mulai pada 2 Maret 2027. Hakim Distrik AS Araceli Martinez-Olguin telah menetapkan sidang pembahasan tuntutan jaminan ini pada 24 September mendatang, memicu perdebatan sengit mengenai siapa yang harus memikul beban risiko finansial dari penundaan korporasi raksasa tersebut.
Polemik Biaya Keterlambatan dan Saling Tuding Risiko Finansial
Konflik ini menyoroti kesepakatan internal antara Paramount dan WBD, khususnya mengenai klausul ticking fee atau biaya keterlambatan sebesar 7 juta dolar AS per hari yang wajib dibayarkan Paramount kepada pemegang saham WBD mulai 1 Oktober mendatang jika transaksi belum rampung. Pihak negara bagian yang dipimpin oleh Jaksa Agung California, Rob Bonta, menegaskan bahwa potensi kerugian finansial tersebut sepenuhnya merupakan risiko bisnis yang dibuat sendiri oleh Paramount.
Perwakilan negara bagian menyatakan keberatan mereka secara tertulis di pengadilan dengan menyebutkan bahwa Paramount kini berupaya melarikan diri dari tanggung jawab atas kesepakatan biaya harian tersebut. Dalam dokumen oposisi, jaksa agung menyatakan, “Tetapi apa pun penyesalan yang mungkin dirasakan Paramount atas komitmennya kepada Warner Bros., kepada Negara Bagian Penggugat, kepada WGA, dan kepada Pengadilan, mereka tidak dapat menunjukkan mengapa publik atau serikat pekerja nirlaba harus menanggung akuisisi Warner Bros.”
Landasan Hukum Clayton Act dan Konsekuensi Gugatan Antitrust
Di sisi lain, Paramount bersikeras bahwa pihak penggugat harus berani menghadapi konsekuensi finansial jika gugatan mereka akhirnya kalah di pengadilan. Raksasa hiburan ini menggunakan acuan undang-undang Clayton Act serta Aturan Prosedur Sipil Federal 65(c) untuk memperkuat argumen bahwa penggugat wajib bertanggung jawab atas kerugian ekonomi nyata dari penundaan transaksi yang bernilai masif ini.
Juru bicara Paramount menegaskan komitmen hukum mereka dalam pernyataan resmi, “Jika para penggugat bersikeras agar transaksi ini ditangguhkan selama gugatan mereka berlangsung, mereka harus menerima konsekuensi finansial jika tuntutan mereka pada akhirnya gagal. Paramount setuju untuk menunda penutupan guna memfasilitasi penyelesaian kasus yang cepat, sambil tetap mempertahankan hak-hak hukum kami secara tegas.”
Paramount juga menuding balik bahwa pihak negara bagian sengaja memperlambat proses investigasi selama berbulan-bulan tanpa memberikan masukan konstruktif mengenai persaingan usaha, lalu mendadak mengajukan gugatan sesaat sebelum persetujuan dari Komisi Eropa diterbitkan. Bagi Paramount, jaminan ini murni merupakan perlindungan ekonomi yang adil agar mereka tidak dirugikan secara sepihak selama proses litigasi berlangsung.
Dampak Industri dan Bayang-Bayang Kasus Serupa di Masa Lalu
Gugatan yang diajukan oleh 12 jaksa agung dari Partai Demokrat menuduh bahwa penggabungan Paramount dan WBD akan melahirkan kekuatan monopoli yang terlalu dominan dalam distribusi bioskop dan saluran televisi kabel. Senada dengan hal itu, pihak WGA melayangkan gugatan serupa karena khawatir merger senilai 111 miliar dolar AS ini akan menekan upah para penulis serta memangkas peluang kerja secara signifikan di industri kreatif Hollywood.
Sebagai perbandingan, preseden hukum sebelumnya menunjukkan pengadilan cenderung enggan menetapkan nilai jaminan yang ekstrem untuk kasus kepentingan publik. Pada kasus hukum antara Nexstar dan Tegna, hakim distrik setempat hanya menetapkan jaminan nominal sebesar 10.000 dolar AS bagi negara bagian karena menilai mereka bertindak demi kepentingan masyarakat luas. Paramount sendiri menyebut gugatan kali ini sebagai salah satu tantangan merger paling lemah dalam sejarah hukum antitrust modern karena dinilai mendistorsi realitas persaingan industri hiburan saat ini.

