The Last Ship Mendominasi Netflix Dengan 1,2 Miliar Menit Penayangan

Serial fiksi ilmiah The Last Ship membuktikan kekuatannya sebagai magnet penonton setelah seluruh lima musimnya hadir di platform Netflix. Fenomena yang dikenal sebagai Netflix Effect ini berhasil mengantarkan drama pasca-apokaliptik besutan Michael Bay tersebut memuncaki tangga lagu Nielsen dengan raihan luar biasa sebanyak 1,2 miliar menit waktu tonton.
Kebangkitan Kembali Melalui Efek Netflix
Istilah Netflix Effect kini kembali relevan setelah The Last Ship mencatatkan performa gemilang. Serial yang aslinya tayang di jaringan TNT antara tahun 2014 hingga 2018 ini berhasil menjangkau audiens global yang jauh lebih luas dibandingkan saat penayangan perdananya di televisi kabel.
Data dari laporan streaming Nielsen untuk periode 22 Juni hingga 28 Juni menunjukkan bahwa serial ini sukses mengungguli deretan judul lain dalam kategori serial akuisisi. Pencapaian ini menegaskan bahwa konten berkualitas dengan narasi kuat tetap memiliki daya tarik tinggi meski telah berakhir masa tayangnya beberapa tahun silam.
Persaingan Ketat di Puncak Tangga Streaming
Dominasi The Last Ship terjadi di tengah ketatnya persaingan konten populer lainnya di platform tersebut. Saat periode yang sama, serial terbaru Harlan Coben berjudul I Will Find You berhasil mencatatkan lebih dari 2,4 miliar menit, sementara Love Island USA mencetak rekor terbaiknya dengan hampir 2 miliar menit penayangan.
Meski menghadapi kompetisi dari judul-judul baru yang tengah viral, The Last Ship membuktikan bahwa basis penggemar fiksi ilmiah tetap menjadi penonton yang loyal. Kehadiran lima musim sekaligus memungkinkan penonton untuk melakukan maraton serial ini, yang secara langsung berkontribusi pada lonjakan angka statistik yang dirilis oleh Nielsen.

