Konten dari Pengguna

Rekrutmen Bukan Sekadar Mengisi Lowongan, tetapi Membangun Masa Depan Organisasi

Wilda A Siallagan

Wilda A Siallagan

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wilda A Siallagan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rekrutmen sering kali dianggap sebagai proses perusahaan untuk mencari dan mengisi posisi yang sedang kosong. Padahal, rekrutmen memiliki peran yang jauh lebih penting karena keputusan dalam memilih karyawan akan memengaruhi perkembangan organisasi dalam jangka panjang. Karyawan bukan hanya tenaga kerja yang menjalankan tugas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan dan menentukan keberhasilan suatu organisasi.

Rekrutmen Bukan Sekadar Mengisi Lowongan, tetapi Membangun Masa Depan Organisasi
zoom-in-whitePerbesar
Proses wawancara antara HR dan calon karyawan.
zoom-in-whitePerbesar
Proses wawancara antara HR dan calon karyawan.

Sumber/Kredit: Vitaly Gariev, Unsplash.

Menurut saya, proses rekrutmen seharusnya tidak hanya berfokus pada seberapa cepat perusahaan mendapatkan karyawan baru. Perusahaan perlu memastikan bahwa calon karyawan memiliki kemampuan, sikap, serta nilai yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Jika perusahaan hanya mengejar jumlah tanpa mempertimbangkan kualitas, risiko mendapatkan karyawan yang kurang sesuai akan semakin besar dan dapat menimbulkan masalah seperti rendahnya produktivitas, tingginya turnover, serta meningkatnya biaya rekrutmen.

Di era digital seperti sekarang, proses rekrutmen juga mengalami banyak perubahan. Perusahaan mulai memanfaatkan platform pencarian kerja, media sosial, wawancara secara daring, hingga teknologi kecerdasan buatan untuk membantu menyeleksi calon karyawan. Penggunaan teknologi dapat membuat proses rekrutmen menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, teknologi tetap perlu digunakan secara bijak karena keputusan akhir sebaiknya tidak hanya berdasarkan data atau hasil penyaringan sistem, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan dan karakter calon karyawan.

Pemanfaatan teknologi dalam proses rekrutmen.

Sumber/Kredit: Pexels, koleksi foto HR Interview / Recruitment.

Selain kompetensi, kesesuaian antara calon karyawan dengan budaya organisasi juga perlu diperhatikan. Seseorang mungkin memiliki kemampuan yang baik, tetapi belum tentu dapat bekerja dengan efektif jika nilai dan cara kerjanya tidak sesuai dengan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu melihat calon karyawan secara lebih menyeluruh, mulai dari kompetensi, pengalaman, kemampuan beradaptasi, komunikasi, hingga kemauan untuk terus belajar.

https://www.shrm.org/topics-tools/flagships/ai-hi/activating-ai-for-smarter-recruitment-workforce-planning?utm_source=chatgpt.com

Video: “Insights from Oracle: Activating AI for Smarter Recruitment and Workforce Planning”

Sumber/Kredit: Society for Human Resource Management (SHRM), The AI+HI Project, bersama Rachelle Graham dari Oracle. Video membahas penggunaan AI dalam pencarian kandidat, pencocokan keterampilan, rekrutmen, dan perencanaan tenaga kerja dengan tetap mempertahankan peran manusia dalam pengambilan keputusan.

Rekrutmen yang tepat dapat membantu masa depan perusahaan. Sebaliknya, kesalahan dalam proses rekrutmen dapat berdampak yang signifikan karena perusahaan harus mengeluarkan waktu dan biaya tambahan untuk melakukan pelatihan, mengganti karyawan, atau memperbaiki kinerja yang tidak sesuai harapan. Karyawan yang memiliki kompetensi dan potensi untuk berkembang dapat membantu perusahaan menghadapi perubahan dan persaingan yang semakin dinamis.

Menurut saya, perusahaan perlu mengubah cara pandang terhadap rekrutmen. Rekrutmen tidak seharusnya dipandang sebagai kegiatan administratif untuk mengisi posisi kosong, tetapi sebagai proses strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan proses seleksi yang tepat, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi, perusahaan dapat memperoleh karyawan yang tidak hanya mampu bekerja saat ini, tetapi juga memiliki potensi untuk berkembang bersama organisasi.

Pada akhirnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, modal, atau strategi bisnis, tetapi juga oleh orang-orang yang menjalankannya. Karena itu, memilih karyawan berarti memilih bagian dari masa depan organisasi. Rekrutmen bukan sekadar mengisi lowongan, melainkan membangun fondasi sumber daya manusia yang dapat membawa organisasi tumbuh, beradaptasi, dan mencapai tujuan dalam jangka panjang.