Mahasiswa Teknik Industri UNPAM Gelar PKM Inovasi Eco-Enzyme dari Limbah Kulit Buah

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Yohana Margaretha Marbun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Depok, 23–25 Oktober 2026 — Sampah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sayuran, sering kali langsung dibuang tanpa dimanfaatkan kembali. Padahal, sampah tersebut berpotensi diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna melalui proses pembuatan eco-enzyme khususnya sampah kulit buah.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan bertajuk “Pengembangan Eco-Enzyme Menjadi Produk Pembersih Rumah Tangga Bernilai Guna bagi Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Meruyung, Depok.” Kegiatan ini berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Jl. H. Katim, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, dengan melibatkan 35 ibu rumah tangga sebagai peserta.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang berpotensi digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Mengenal Eco-Enzyme dan Manfaatnya
Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi sampah organik, seperti kulit buah dan sayuran, gula merah atau molase, serta air. Proses fermentasi umumnya memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Cairan yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sesuai karakteristik dan hasil pengujiannya.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian dari eco-enzyme, bahan yang digunakan, proses fermentasi, serta potensi pengembangannya menjadi produk pembersih rumah tangga. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada cara memanfaatkan sampah organik agar tidak selalu berakhir di tempat pembuangan.
Pengembangan Eco-Enzyme Menjadi Produk Pembersih Rumah Tangga
Salah satu fokus kegiatan PKM ini adalah pengenalan pengembangan eco-enzyme menjadi beberapa produk pembersih rumah tangga. Produk yang diperkenalkan meliputi:
1. Pembersih lantai, untuk membantu membersihkan kotoran lantai sehari-hari. Cara pembuatannya adalah dengan mencampurkan 1 liter air dengan 1 tutup botol eco-enzyme.
2. Pembersih kompor, yang ditujukan untuk membantu membersihkan noda dan sisa minyak pada permukaan kompor.
3. Pembersih peralatan rumah tangga lainnya, yang penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis bahan dan permukaan agar tidak menimbulkan kerusakan.
Pengenalan produk ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai potensi pemanfaatan sampah organik menjadi eco-enzyme yang memiliki nilai guna.
Pelaksanaan Kegiatan PKM Selama Tiga Hari
Kegiatan PKM dilaksanakan melalui tiga tahapan selama tiga hari. Pada 23 Oktober 2026, kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai permasalahan sampah organik, pengenalan eco-enzyme, bahan yang digunakan, serta proses fermentasi.
Pada 24 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan dan pengembangan produk pembersih rumah tangga, meliputi pembersih lantai, pembersih kompor, dan pembersih peralatan rumah tangga lainnya. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pencampuran bahan sesuai formulasi serta pengemasan produk dengan memperhatikan kebersihan serta keamanan.
Selanjutnya, pada 25 Oktober 2026, kegiatan diakhiri dengan evaluasi pemahaman peserta, pembahasan pengembangan produk, sesi tanya jawab seputar eco-enzyme, serta edukasi mengenai penggunaan dan penyimpanan produk secara aman. Rangkaian kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk menambah pengetahuan mengenai pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan eco-enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
Melibatkan 35 Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Meruyung
Kegiatan PKM ini melibatkan 35 ibu rumah tangga di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Para peserta menjadi sasaran kegiatan karena memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga, termasuk pengelolaan sampah organik dan pemeliharaan kebersihan lingkungan.
Melalui sosialisasi dan pengenalan produk, peserta memperoleh pengetahuan mengenai potensi pemanfaatan kulit buah dan sampah organik lainnya menjadi produk pembersih rumah tangga. Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kebiasaan memilah sampah dan memanfaatkan kembali bahan yang masih berpotensi digunakan.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pengembangan Eco-Enzyme Menjadi Produk Pembersih Rumah Tangga Bernilai Guna bagi Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Meruyung, Depok” telah dilaksanakan pada 23–25 Oktober 2026 dengan melibatkan 35 ibu rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik serta potensi pengembangan eco-enzyme menjadi produk pembersih lantai, pembersih kompor, dan pembersih peralatan rumah tangga lainnya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan sampah organik secara lebih luas.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Langkah sederhana dari rumah dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi sampah organik dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan.
