Anggaran Produksi: Cara Perusahaan Menentukan Berapa Unit yang Harus Dibuat

Mahasiswa Manajemen S1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dian Yulianjari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia bisnis, produksi tidak bisa dilakukan asal-asalan. Perusahaan tidak boleh membuat barang terlalu banyak karena stok akan menumpuk dan biaya gudang membengkak. Sebaliknya, produksi yang terlalu sedikit bisa membuat pesanan pelanggan tidak terpenuhi. Karena itu, perusahaan membutuhkan anggaran produksi sebagai pedoman.
Apa Itu Anggaran Produksi?
Anggaran produksi adalah rencana yang menjelaskan berapa banyak unit produk yang akan dibuat dalam periode tertentu. Rencana ini mencakup jenis produk, jumlah, dan waktu produksinya. Anggaran produksi disusun berdasarkan anggaran penjualan. Semakin tinggi target penjualan, semakin banyak pula unit yang harus diproduksi, dan sebaliknya.
Unsur Utama Biaya Produksi
Dalam menyusun anggaran produksi, perusahaan perlu memahami tiga unsur utama biaya produksi.
Pertama, biaya bahan langsung, yaitu bahan yang dapat dilacak langsung ke barang jadi, seperti pelat baja pada industri otomotif. Bahan kecil seperti lem dan paku tidak dihitung di sini karena biaya penelusurannya tidak sebanding dengan manfaatnya.
Kedua, tenaga kerja langsung, yaitu upah pekerja yang terlibat langsung dalam pembuatan produk, misalnya operator mesin dan perakit barang. Gaji satpam atau petugas kebersihan termasuk tenaga kerja tidak langsung.
Ketiga, biaya overhead pabrik, yaitu biaya produksi yang tidak berkaitan langsung dengan bahan atau tenaga kerja. Biaya ini terbagi dua. Overhead variabel jumlahnya berubah mengikuti volume produksi, sedangkan overhead tetap jumlahnya relatif stabil, seperti asuransi, pajak properti, dan penyusutan.
Biaya Produk dan Biaya Periode
Biaya juga dibedakan menjadi biaya produk dan biaya periode. Biaya produk dimasukkan ke dalam persediaan dan baru dibebankan sebagai harga pokok penjualan ketika barang terjual. Biaya periode, seperti biaya penjualan dan administrasi, tidak masuk persediaan. Biaya ini langsung dikurangkan dari pendapatan pada periode berjalan.
Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Produksi
Ada enam faktor yang memengaruhi anggaran produksi:
Rencana penjualan: dasar utama penyusunan anggaran produksi.
Kapasitas mesin dan peralatan: produksi tidak bisa melebihi kemampuan mesin yang dimiliki.
Tenaga kerja: jumlah dan kualitas pekerja menentukan hasil produksi.
Stabilitas bahan baku: produksi terganggu jika bahan baku langka atau pasokannya tidak lancar.
Modal kerja: semakin besar modal kerja, semakin besar kemampuan perusahaan berproduksi.
Fasilitas gudang: ruang penyimpanan yang memadai membuat operasi lebih lancar.
Cara Menyusun Anggaran Produksi
Salah satu cara menyusun anggaran produksi adalah dengan memprioritaskan stabilitas produksi. Artinya, jumlah unit yang diproduksi dibuat sama di setiap periode, meskipun penjualan naik turun. Perbedaan antara produksi dan penjualan ditampung oleh persediaan.
Rumusnya sederhana. Rencana penjualan ditambah persediaan akhir menghasilkan jumlah barang yang tersedia. Jumlah barang yang tersedia dikurangi persediaan awal menghasilkan rencana produksi.
Contoh Perhitungan
Sebuah perusahaan merencanakan penjualan 8.000 unit dalam setahun. Persediaan awal berjumlah 240 unit dan persediaan akhir yang diinginkan 160 unit.
Rencana penjualan 8.000 unit ditambah persediaan akhir 160 unit menghasilkan 8.160 unit barang yang tersedia. Angka itu dikurangi persediaan awal 240 unit, sehingga rencana produksi setahun adalah 7.920 unit.
Agar produksi stabil, rencana produksi dibagi rata ke empat triwulan: 7.920 ÷ 4 = 1.980 unit per triwulan.
Penjualan tiap triwulan berbeda, yaitu 2.060, 2.000, 2.000, dan 1.940 unit, tetapi produksi tetap 1.980 unit. Selisihnya ditampung di persediaan, sehingga persediaan akhir tiap triwulan berubah menjadi 160, 140, 120, dan 160 unit.
Penutup
Anggaran produksi membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara permintaan pasar dan kemampuan produksi. Dengan perencanaan yang matang, perusahaan bisa menghindari kelebihan atau kekurangan stok, menggunakan mesin dan tenaga kerja secara efisien, dan menekan biaya produksi. Bagi mahasiswa manajemen, memahami anggaran produksi adalah langkah awal untuk memahami bagaimana perusahaan merencanakan operasinya secara terukur.
Penulis: Dian Yulianjari
Mahasiswa S1 Manajemen, Universitas Pamulang.
