Setu Babakan: Lebih dari Sekadar Danau

Saya Yunisa Maharani Agustin seorang Mahasiswi Ilmu Komunikasi di Universitas Pamulang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Yunisa Maharani Agustin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setu Babakan atau Situ Babakan merupakan cagar budaya sekaligus pusat pelestarian warisan budaya Betawi yang berlokasi di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kawasan seluas sekitar 165 hektar ini memadukan wisata alam dengan pelestarian budaya Betawi, sehingga menjadi salah satu destinasi wisata edukatif yang menarik di Jakarta. Nama Setu Babakan berasal dari keberadaan danau (setu) seluas kurang lebih 30 hektar yang dikelilingi pepohonan rindang dan menghadirkan suasana sejuk. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti berjalan santai atau jogging di tepi danau, memancing, hingga menaiki perahu air sambil menikmati pemandangan.

Selain menawarkan keindahan alam, Setu Babakan juga berfungsi sebagai pusat pelestarian adat dan budaya Betawi. Di kawasan ini terdapat berbagai replika rumah adat Betawi, seperti Rumah Joglo, Rumah Gudang, dan Rumah Bapang (Kebaya), yang memperkenalkan ciri khas arsitektur tradisional masyarakat Betawi. Terdapat pula Museum Betawi yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah, pakaian adat, peralatan rumah tangga tempo dahulu, hingga perlengkapan upacara adat dan pernikahan Betawi. Di area amfiteater dan panggung seni, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai pertunjukan budaya secara rutin, seperti tari tradisional, lenong, pencak silat, dan gambang kromong yang menjadi bagian dari upaya pelestarian kesenian Betawi.
Setu Babakan juga dikenal sebagai destinasi wisata kuliner khas Betawi. Di zona kuliner yang tersedia, terdapat banyak pedagang yang menyajikan berbagai makanan dan minuman tradisional, seperti Kerak telor, Soto Betawi, Laksa Betawi, serta Bir Pletok sebagai minuman tradisional khas Betawi. Berlokasi di Jalan RM. Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kawasan ini berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat Jakarta Selatan atau dapat ditempuh sekitar 30 menit berkendara. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dikelola oleh pemerintah daerah dan umumnya beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu, sehingga menjadi pilihan destinasi yang tepat untuk menikmati wisata alam, budaya, dan kuliner dalam satu kawasan.
Setu Babakan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang hidup yang menjaga dan melestarikan identitas budaya Betawi. Melalui perpaduan wisata alam, seni, tradisi, dan kuliner, kawasan ini menjadi tempat yang tepat bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus menghargai warisan budaya asli Jakarta agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Jika ingin menikmati keindahan alam sambil mengenal lebih dekat budaya Betawi, Setu Babakan merupakan destinasi yang patut dikunjungi. Setiap sudutnya menyimpan cerita, tradisi, dan cita rasa khas yang menjadikan pengalaman berwisata tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan wawasan serta nilai budaya yang berharga.
