Sekolah Gratis, Tapi Kenapa Dompet Orang Tua Masih Boncos?

Mahasiswa pendidikan Ekonomi di UNIVERSITAS PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari YUSTINA KAKA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sekolah gratis sering menjadi harapan bagi banyak orang tua. Dengan adanya program ini, biaya pendidikan diharapkan lebih ringan sehingga setiap anak bisa mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Namun, kenyataannya, ketika tahun ajaran baru tiba, pengeluaran orang tua justru terasa semakin besar. Memang, biaya sekolah negeri dapat diringankan melalui program pendidikan gratis. Namun, kebutuhan lain seperti seragam, sepatu, tas, buku, alat tulis, transportasi, hingga uang saku tetap harus dipenuhi. Bagi keluarga dengan penghasilan pas-pasan, pengeluaran tersebut bukanlah hal kecil. Persoalannya bukan sekadar apakah sekolah sudah gratis atau belum, tetapi apakah pendidikan benar-benar sudah terjangkau bagi semua keluarga. Sebab, bagi orang tua yang penghasilannya terbatas, biaya perlengkapan sekolah saja bisa memengaruhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Pendidikan seharusnya menjadi jalan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik, bukan sumber kekhawatiran baru bagi orang tua. Karena itu, program sekolah gratis perlu diiringi dengan perhatian terhadap biaya pendukung pendidikan yang masih harus ditanggung keluarga. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat perlu bekerjabekerjasamasama agar tidak ada anak yang kesulitan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. Sebab, sekolah gratis bukan hanya tentang membebaskan biaya pendidikan di atas kertas, tetapi juga memastikan setiap anak bisa bersekolah tanpa membuat orang tuanya terus-menerus mengkhawatirkan isi dompet.

