Konten dari Pengguna

Belajar Efektif untuk Mahasiswa, Bukan Sekedar Mengejar Nilai

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zahra Nurzahwal Shabita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi berkelompok (sumber: https://pixabay.com/id/images/search/bela)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi berkelompok (sumber: https://pixabay.com/id/images/search/bela)

Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan dan mendapatkan nilai yang baik. Ada banyak hal yang harus dijalani secara bersamaan, mulai dari mengerjakan tugas, mengikuti organisasi, hingga membagi waktu untuk diri sendiri. Tidak jarang, banyaknya tanggung jawab tersebut membuat mahasiswa merasa lelah dan kesulitan menentukan hal yang harus didahulukan.

Saya melihat bahwa salah satu masalah yang sering dihadapi mahasiswa adalah kebiasaan mengerjakan tugas hanya agar cepat selesai dan segera dikumpulkan. Ketika tenggat waktu semakin dekat, yang terpenting terkadang bukan lagi memahami materi, melainkan memastikan tugas selesai tepat waktu. Akibatnya, setelah tugas dikumpulkan atau ujian selesai, materi yang sebelumnya dipelajari justru mudah terlupakan.

Menurut saya, kebiasaan tersebut perlu diubah. Kuliah seharusnya menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Nilai memang penting, tetapi memahami apa yang dipelajari juga tidak kalah penting karena ilmu tersebut dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

1. Manajemen Waktu Mahasiswa agar Tugas Tidak Menumpuk

Saya berpendapat bahwa belajar efektif sebenarnya tidak harus dilakukan selama berjam-jam. Hal yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa memanfaatkan waktu yang dimiliki. Misalnya, daripada menunggu tugas menumpuk, mahasiswa bisa mulai mengerjakannya sedikit demi sedikit sejak tugas diberikan. Dengan begitu, waktu belajar menjadi lebih teratur dan pekerjaan tidak terasa terlalu berat ketika mendekati tenggat pengumpulan.

2. Menentukan Prioritas antara Kuliah dan Organisasi

Mahasiswa perlu belajar menentukan prioritas. Mengikuti organisasi merupakan kegiatan yang bermanfaat karena dapat melatih komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab. Namun, kegiatan tersebut juga perlu disesuaikan dengan kewajiban kuliah. Menurut saya, keduanya bukan sesuatu yang harus selalu dipertentangkan. Selama mampu mengatur waktu dan memahami tanggung jawab masing-masing, mahasiswa tetap dapat menjalani perkuliahan sekaligus aktif dalam organisasi.

3. Metode Belajar Efektif untuk Memahami Materi

Hal lain yang menurut saya sering dianggap sepele adalah cara belajar. Tidak semua materi cukup dipahami dengan membaca buku berulang kali. Ada kalanya kita perlu membuat rangkuman menggunakan bahasa sendiri, mencoba mengerjakan soal, atau berdiskusi dengan teman. Saya merasa bahwa ketika seseorang mampu menjelaskan kembali materi dengan bahasanya sendiri, hal itu dapat menjadi salah satu tanda bahwa ia mulai memahami apa yang dipelajari.

4. Menjaga Konsentrasi dan Mengurangi Distraksi saat Belajar

Penggunaan telepon genggam juga perlu diperhatikan. Niat awalnya mungkin hanya ingin memeriksa pesan sebentar, tetapi tanpa disadari waktu belajar justru habis untuk membuka media sosial. Karena itu, saya berpendapat bahwa mahasiswa perlu membiasakan diri untuk fokus pada satu pekerjaan terlebih dahulu sebelum beralih ke kegiatan lainnya.

5. Menjaga Produktivitas dengan Waktu Istirahat yang Cukup

Bagi saya, belajar efektif bukan berarti harus selalu produktif setiap saat. Mahasiswa juga membutuhkan waktu untuk beristirahat agar tidak terus-menerus merasa terbebani oleh tugas dan kegiatan kampus. Memaksakan diri belajar ketika sudah terlalu lelah belum tentu membuat materi lebih mudah dipahami. Justru, membagi waktu secara seimbang dapat membantu kita belajar dengan lebih nyaman.

Pada akhirnya, saya percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki cara belajar dan kondisi yang berbeda. Tidak semua metode akan cocok untuk semua orang. Oleh karena itu, kita perlu mencoba dan mengevaluasi kebiasaan belajar sendiri sampai menemukan cara yang paling sesuai. Perubahan juga tidak harus dimulai dengan langkah besar. Membuat jadwal sederhana, mengurangi kebiasaan menunda tugas, dan meluangkan waktu untuk mengulang materi bisa menjadi awal yang baik.

Menurut saya, keberhasilan belajar tidak hanya terlihat dari nilai yang tercantum dalam hasil ujian, tetapi juga dari seberapa jauh kita memahami materi dan mampu menerapkannya. Sebab, tujuan kuliah bukan hanya menyelesaikan tugas dan mendapatkan gelar, melainkan juga membentuk diri menjadi pribadi yang lebih berpengetahuan, mandiri, dan bertanggung jawab.