Memasuki Era LIpstick Effect di Indonesia

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Zahra Putri Anandini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini Indonesia sedang dihadapikan oleh kenyataan bahwa ekonominya sedang terguncang. Walau sedang menghadapi krisis ekonomi, kebanyakan masyarakat tetap berbelanja dan menghabiskan uangnya untuk hal barang-barang yang tidak dibutuhkan. Hal ini dinamakan dengan fenomena ”lipstick effect”, fenomena di mana masyarakat tetap membeli barang-barang konsumtif hanya untuk menghibur diri, meskipun ekonomi sedang sulit. Juliet Schor adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah “lipstick effect”, dalam bukunya yang berjudul The Overspent American (1998). Di dalam bukunya, ia membahas bahwa para konsumen menunda pembelian barang mewah, seperti mobil dan rumah. Akan tetapi pada saat yang sama ternyata para konsumen malah memperbanyak membeli barang-barang yang kecil, seperti kopi dan kosmetik.
Tidak semua momen ketika ekonomi sedang buruk masyarakat berhenti berbelanja, Juliet Schor membuktikan bahwa bisa saja masyarakat justru semakin semangat untuk berbelanja. Sebelum terjadinya krisis, mungkin masyarakat berbelanja barang-barang yang mewah, tetapi dengan adanya krisis masyarakat merubah pola belanjanya, dengan membeli barang-barang yang kecil tetapi bisa memberikan rasa puas. Hal ini membuat seolah-olah masyarakat tetap baik-baik saja di tengah krisis ekonomi yang sedang menerpa.
Masyarakat Harus Lebih Bijak dalam Pengeluaran
Di tengah krisis yang menerpa ekonomi Indonesia. Masyarakat harus lebih bijak dalam pengeluaran, terutama barang-barang yang konsumtif. Jika dilihat dari data yang ada, ekonomi Indonesia terlihat tumbuh di atas 5%. Tetapi jika dilihat dari kenyataan membuktikan bahwa lemahnya nilai tukar rupiah yang sudah menyentuh angka Rp 18.000 rupiah per dollar dan IHSG turun sampai menyentuh angka 6.000. Maka kedepannya bahan baku yang berasal dari impor akan mempengaruhi harga jual produk dalam negeri yang masih bergantung pada bahan baku impor. Ketika masyarakat tidak bisa mengelola keuangan dengan benar maka akan terjadi capital outflow. Capital outflow bisa terjadi ketika investor asing atau domestik menarik asset mereka dari pasar saham untuk dipindahkan ke tempat yang lebih menguntungkan bagi mereka.
Memilah Berita yang Akurat Untuk Mengambil Keputusan
Akhir-akhir ini banyak sekali beredar berita mengenai menukar rupiah ke dollar. Ketika masyarakat membeli dollar, permitaan terdapat dollar akan melonjak. Maka penawaran rupiah akan jauh lebih lemah dari hari ini. Jika hal ini terjadi maka Indonesia akan mengalami krisis ekonomi yang lebih parah. Karena kebutuhan dasar Indonesia masih bergantung pada impor.
Hal yang harusnya dilakukan masyarakat Indonesia harusnya lebih bisa memikirkan bagaimana caranya memanfaatkan kesempatan yang ada. Seperti mulai mengembangkan dan memperkenalkan usaha lokal ke mancanegara. Dengan adanya ekspor maka Indonesia akan mendapatkan devisa, hal ini dapat menguntungkan ekonomi Indonesia.
Kesempatan yang Di ambil Pemerintah Indonesia
Bank Indonesia baru-baru ini menetapkan suku bunga acuan sebesar 5,50%, dari yang sebelumnya sebesar 5,25%. Kenaikan suku bunga yang jaraknya sangat dekat adalah sebuah langkah berani dan penuh perhitungan dari Bank Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah guncangan global, terlebih untuk menstabilkan nilai tukar rupiah agar tidak semakin jauh. Peningkatan suku bunga ini juga diharapkan untuk menarik para investor untuk berinvestasi ke Indonesia.
selain itu pemerintah harus mengambil langkah positif yang bisa dimanfaatkan dengan kondisi nilai tukar rupiah saat ini. Seperti menarik para wisatawan mancanegara untuk berlibur ke Indonesia. Hal ini secara tidak langsung akan membuat peluang yang baik bagi perekonomian Indonesia.
Tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia sangat berat. Meskipun berada di tengah krisis yang tengah di alami, masyarakat tidak sepenuhnya berhenti untuk berbelanja barang-barang yang tidak dibutuhkan. Selain itu masyarakat harus lebih pintar memilah berita yang ada. Karena tidak semua berita yang tersebar di internet adalah langgah yang tepat untuk di ambil. Jika salah langkah, seperti menukar rupiah ke dollar. Maka akan sangat berpengaruh pada ekonomi Indonesia kedepannya. Akibatnya ekonomi Indonesia akan semakin parah dan harga barang-barang akan meningkat pesat. Hal ini juga harus di imbangi dengan keputusan pemerintah yang tepat. Kunci pertahanan Indonesia terletak pada kebijakan moneter pemerintah dan pengelolaan keuangan masyarakat yang bijak.
