Magang di PTEN Selama Tiga Bulan : Banyak Pengalaman Berharga yang Didapatkan

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zhafira Jaizah Amany tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Magang yaitu bukan hanya sekadar kewajiban akademik, tetapi juga momen penting untuk membangun pondasi profesional sejak dini. Selama tiga bulan menjalani program Magang Berdampak Konversi di PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional (PTEN), sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperoleh berbagai pengalaman berharga yang memperluas pengalaman mengenai dunia kerja yang sesungguhnya.
Proses Adaptasi dan Pemahaman Alur Kerja
Pada tahap awal magang, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai struktur organisasi, budaya kerja, serta alur kerja yang diterapkan di PTEN. Pada masa adaptasi ini membantu mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan ritme kerja, kedisiplinan waktu, manajemen diri, serta standar profesional yang diterapkan di lingkungan kantor.
Keterlibatan Langsung dalam Aktivitas Kantor
Seiring berjalannya waktu, mahasiswa tidak hanya berfokus pada tugas administrasi kantor, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas kantor. Mahasiswa membantu dalam pembukuan transaksi, melakukan kearsipan dokumen, mengikuti rapat internal, mengikuti kegiatan program kerja kantor, mengikuti workshop, serta berkoordinasi dengan departemen lainnya. Keterlibatan ini memberikan gambaran nyata mengenai dinamika kerja dan pentingnya kerja sama tim dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi di perusahaan.
Pengembangan Soft Skill dalam Public Speaking
Melalui interaksi langsung dengan pimpinan perusahaan, karyawan, maupun dengan departemen lain, mahasiswa belajar mengembangan soft skill melalui diskusi antar departemen dan komunikasi profesional. Pengalaman ini menjadi pembelajaran penting selama menjalani magang yang tidak selalu didapatkan di bangku perkuliahan.
Bekal Persiapan Menuju Dunia Kerja
Program magang selama tiga bulan di PTEN memberikan dampak positif untuk kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Saya memahami bahwa dunia kerja menuntut kemampuan teknis sekaligus kecakapan interpersonal. Dengan pengalaman ini, saya merasa lebih siap memasuki dunia kerja dengan bekal wawasan dan keterampilan yang saya peroleh pada saat magang untuk menghadapi tantangan di masa depan.
