Konten dari Pengguna

Senam Anak Indonesia Hebat di SD: Antusiasme Siswa dan Kendala Lapangan

Penulis: Zulfa Dwi Adriaputri, Dea Aulia, Nadia sekar azzahra, dan Raisya Nurul Afriyani.

Afiliasi: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Pelita Bangsa.

Logo Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Pelita Bangsa.
zoom-in-whitePerbesar
Logo Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Pelita Bangsa.

Pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat di Sekolah

Kegiatan olahraga di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membiasakan siswa hidup sehat dan aktif. Salah satu kegiatan yang mendukung kebiasaan tersebut adalah Senam Anak Indonesia Hebat, yang menjadi bagian dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru PJOK, Teguh Nova Rindo, di SDN Sukarukun 01 pada 22 Oktober 2026, kegiatan ini telah diterapkan sejak Juli 2026. Pelaksanaannya dilakukan pada pagi hari, yaitu Senin sampai Kamis dengan kegiatan senam dan sarapan, sedangkan hari Jumat diawali dengan salat duha kemudian sarapan.

Sebelumnya, kegiatan senam hanya dilaksanakan pada hari-hari tertentu. Setelah program ini diterapkan, senam menjadi kegiatan yang lebih rutin dilakukan. Guru juga menyampaikan bahwa siswa mulai menghafal gerakan senam tanpa harus terus melihat video atau mengikuti instruktur.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pembiasaan yang dilakukan secara rutin dapat membantu siswa mengenal gerakan senam dan membangun kebiasaan hidup aktif sejak dini.

Senam Anak Indonesia Hebat di SDN Sukarukun 01

Ketika Antusiasme Siswa Berhadapan dengan Keterbatasan Lapangan

Meskipun kegiatan senam mendapat respons positif, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan luas lapangan dibandingkan dengan jumlah siswa. Berdasarkan keterangan guru, jumlah siswa di sekolah cukup banyak sehingga tidak semua kelas dapat mengikuti senam secara bersamaan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, sekolah mengatur jadwal dan pembagian kelompok siswa. Pengaturan posisi juga dilakukan berdasarkan tingkat kelas agar kegiatan lebih tertib. Cara ini menjadi salah satu upaya sekolah agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan meskipun ruang yang tersedia terbatas.

Dari hasil pengamatan, siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan sekolah. Mereka juga menunjukkan semangat ketika berinteraksi dengan mahasiswa yang datang untuk melakukan observasi. Hal ini menjadi gambaran bahwa kegiatan yang melibatkan gerakan dan interaksi langsung dapat menciptakan suasana yang lebih menyenangkan bagi siswa.

Mahasiswa PGSD UPB melakukan observasi di SDN Sukarukun 01

Pembelajaran PJOK Bukan Hanya tentang Gerakan

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa melakukan gerakan fisik. Kegiatan olahraga di sekolah juga dapat menjadi kesempatan untuk membiasakan kedisiplinan, kerja sama, mengikuti arahan, dan menjaga kesehatan.

Dalam pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat, guru memiliki peran penting untuk membimbing siswa agar mengikuti kegiatan dengan tertib dan aman. Guru juga perlu menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan kondisi sekolah, termasuk jumlah siswa, ketersediaan tempat, dan kemampuan siswa dalam mengikuti gerakan.

Berdasarkan observasi, interaksi melalui perkenalan dan kegiatan pemecah suasana atau ice breaking membantu membangun kedekatan dengan siswa. Pemberian apresiasi sederhana kepada siswa yang berani berpartisipasi juga dapat mendorong keterlibatan mereka.

Dengan demikian, keberhasilan kegiatan senam tidak hanya dilihat dari kemampuan siswa menghafal gerakan, tetapi juga dari keterlibatan mereka dan keberlanjutan kebiasaan positif yang dibangun di sekolah.

Solusi yang Dapat Dilakukan Sekolah

Keterbatasan lapangan merupakan kendala yang perlu diperhatikan agar kegiatan senam dapat berjalan lebih tertib dan aman. Ada beberapa upaya yang dapat dipertimbangkan oleh sekolah.

Pertama, sekolah dapat mengatur jadwal senam secara bergantian berdasarkan tingkat kelas atau kelompok siswa. Dengan cara ini, jumlah siswa yang menggunakan lapangan pada satu waktu dapat disesuaikan dengan kapasitas tempat.

Kedua, sekolah dapat memanfaatkan ruang yang tersedia secara optimal dengan tetap memperhatikan jarak antarsiswa dan keamanan gerakan. Pengaturan barisan perlu disesuaikan agar siswa memiliki ruang yang cukup untuk bergerak tanpa saling bertabrakan.

Ketiga, variasi kegiatan senam dapat dilakukan agar siswa tidak mudah bosan. Guru dapat memperkenalkan variasi gerakan atau senam lain yang sesuai dengan usia dan kemampuan siswa. Namun, variasi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan tujuan kegiatan dan kondisi tempat.

Keempat, sekolah dapat melakukan evaluasi terhadap fasilitas olahraga yang tersedia. Jika memungkinkan, pihak sekolah dapat mempertimbangkan penataan atau pengembangan sarana secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan sekolah.

Menjaga Semangat, Memperbaiki Pelaksanaan

Pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat di SDN Sukarukun 01 menunjukkan adanya upaya membangun kebiasaan hidup sehat melalui kegiatan rutin di sekolah. Antusiasme siswa menjadi salah satu hal positif yang perlu dipertahankan. Di sisi lain, keterbatasan lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan program juga perlu disesuaikan dengan kondisi sarana dan jumlah siswa.

Menurut penulis, keberhasilan kegiatan senam tidak cukup hanya dengan menjadwalkannya secara rutin. Sekolah juga perlu memastikan bahwa kegiatan berlangsung aman, tertib, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi. Pengaturan jadwal, penataan barisan, variasi gerakan, dan evaluasi fasilitas dapat menjadi langkah yang dipertimbangkan untuk memperbaiki pelaksanaannya.

Kerja sama antara kepala sekolah, guru, dan warga sekolah diperlukan agar kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang sesuai kebutuhan, Senam Anak Indonesia Hebat diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pagi, tetapi juga bagian dari pembiasaan hidup sehat bagi siswa sekolah dasar.

Daftar Referensi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (t.t.). Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/gerakan7kebiasaan Mahasiswa PGSD Universitas Pelita Bangsa. (2026, 22 Oktober). Observasi pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat di SDN Sukarukun 01. Dokumentasi observasi kelompok. Rindo, T. N. (2026, 22 Oktober). Wawancara mengenai pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat di SDN Sukarukun 01. Wawancara langsung. Suriani, I., Lubis, I., Hotnida, & Hamka. (2026). Strengthening character through the 7 habits of great Indonesian children. Multidisciplinary Indonesian Center Journal, 3(1), 761–767. https://doi.org/10.62567/micjo.v3i1.1789