Cegah Stunting Untuk Generasi Emas

mahasiswa aktif din universitas muhammadiyah malang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Alfath Muhamad Ichsan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.
Pada tahun 2024, Indonesia terus melakukan upaya yang signifikan untuk mengurangi angka stunting pada anak-anak. Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menurunkan angka stunting menjadi 14% pada akhir tahun ini. Khususnya kasus stunting di Kabupaten Malang. Berangkat dari isu tersebut, kami dari tim PMM Universitas Muhammadiyah Malang 2024/2025, melakukan penyuluhan di Kecamatan Pakis. Desa Pakisjajar, guna melalukan program “Pendampingan Tumbuh Kembang Anak” bersama ibu-ibu PKK Desa Pakisjajar yang telah di laksanakan pada tanggal (20 Agustus 2024).
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang terkait dengan angka stunting pada Desa Pakisjajar maka program ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan anak, khususnya dalam upaya pencegahan stunting yang masih menjadi masalah signifikan di Kabupaten Malang, sehingga diperlukan intervensi yang tepat dan efektif.
Berkolaborasi bersama Desa Pakisjajar, kami dari tim PMM Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan penyuluhan mengenai stunting sebagai bagian dari program PMM dan kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga tentang pentingnya gizi yang baik bagi pertumbuhan anak. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, kader posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.
Penyuluhan di Desa Pakisjajar menyoroti beberapa poin penting untuk meningkatkan kesehatan anak-anak. Peserta diajarkan tentang pentingnya gizi seimbang, terutama asupan protein hewani dan sayuran hijau yang kaya zat besi. Penyuluhan juga membahas bahaya susu kalengan, serta mendorong orang tua untuk memilih produk susu yang lebih aman dan bergizi bagi anak-anak mereka nantinya.
Pentingnya membentuk pola makan sehat sejak dini juga ditekankan, mengingat hal ini sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak usia dini sebagai pencegahan. Sebagai langkah akhir, pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan lingkungan, juga ditekankan untuk mencegah infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan anak.
Kami dari tim PMM Univeristas Muhammadiyah Malang bersama kader posyandu setempat, memiliki tugas penting dalam pendampingan tumbuh kembang anak. Tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pendamping ibu-ibu hamil dan ibu dengan balita dalam menjalankan pola asuh yang baik. Melalui pendekatan yang ramah, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting dapat meningkat.
Penyuluhan ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Desa Pakisjajar secara signifikan. Dengan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, diharapkan para orang tua lebih memperhatikan asupan gizi anak-anak mereka dan menerapkan pola hidup sehat kedepannya.
Pemerintah desa bersama dengan pihak terkait berkomitmen untuk terus mendukung program-program kesehatan yang berkelanjutan, sehingga generasi penerus Desa Pakisjajar dapat tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan produktif.
