Konten dari Pengguna

SD-WAN Dari Connectivity+ Solusi Cerdas Lindungi Perusahaan Dari Serangan Siber

Efa Butar butar

Efa Butar butar

Blogger, Content Writer

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Efa Butar butar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ancaman siber | Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ancaman siber | Foto: Freepik

Dari UKM hingga portal pemerintah berpotensi terkena serangan siber

Teknologi memang memberikan sejumlah kemudahan tidak hanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk pula kehidupan pekerjaan hingga pemerintahan. Namun penting diingat, penggunaan teknologi, terutama yang digunakan oleh perkantoran hingga pemerintahan, harus pula disertai dengan penanganan dan keamanan yang tinggi karena melibatkan data-data penting pekerja, dokumen-dokumen pekerjaan yang bersifat rahasia hingga mungkin data masyarakat di dalamnya.

Jika keamanan situs perusahaan atau pemerintahan rendah, potensi terjadinya serangan siber, rentan terjadi. Serangan siber sendiri merupakan tindakan yang disengaja dan biasanya ditujukan untuk kepentingan jahat atau negatif untuk mendapatkan akses tidak sah ke sistem komputer, jaringan atau data untuk tujuan merusak, mencuri, mengubah atau mengganggu sistem tersebut.

Beberapa contoh serangan siber yakni peretasan (hacking), malware, phishing, serangan DDoS (Denial of Service) dan masih banyak lagi.

Dilansir dari KumparanTech, total seluruh serangan siber di Indonesia mencapai 2.499.486.085 selama semester pertama tahun 2024. Artinya, Indonesia mengalami rata-rata 13.733.440 serangan siber per hari atau 158 serangan siber per detik.

Tahun 2013 misalnya, laman polri.go.id mengalami serangan siber berupa DDoS. Di tahun yang sama, propam.polri.go.id terkena defacing kemudian laman yang sama, polri.go.id, sempat diretas dan tak bisa diakses di tahun 2015.

Tahun 2017, situs kejagung.go.id terkena defacing. Tahun 2020 situs DPR diretas dan dibuat jadi Dewan Pengkhianat Rakyat. Tahun 2021 database Kejaksaan RI diretas remaja 16 tahun yang menyebabkan 3.086.224 data dibobol kemudian diperjualbelikan di forum online.

Bukan hanya situs pemerintahan, perusahaan besar sekelas Tokopedia yang bergerak di bidang E-commerce juga pernah mengalami kasus yang sama pada tahun 2020 yang menyebabkan bocornya 91jt data akun Tokopedia.

Hal yang sama bisa terjadi kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Hanya karena aktivitas bisnis yang masih kecil, bukan berarti sektor usaha ini bebas dari serangan siber. Justeru sebaliknya, peretas sering sekali mengincar pelaku UKM karena dianggap lebih mudah disusupi dibandingkan perusahaan besar yang memiliki pertahanan siber yang jauh lebih kuat.

Belum lagi, pelaku usaha kecil dan menengah ini kadang minim edukasi, sumber daya dan pengetahuan terhadap pentingnya keamanan siber yang membuatnya rentan terkena serangan.

Untuk itu, melihat tingginya kasus serangan siber yang terjadi lintas sektor termasuk situs pemerintahan, menjadi alarm bahwa bahaya digital, tak boleh diabaikan.

Serangan siber dan dampak yang dirasakan korban

Tidak ada yang ingin mengalami serangan siber, tidak ada baik individu, UKM, perusahaan, instansi hingga pemerintahan.

Sayangnya, kasus ini mungkin saja terjadi pada setiap orang, kantor atau situs besar yang tak awas dan lalai atas keamanan laman usaha atau laman informasinya.

Serangan siber yang terjadi umumnya akan memberikan dampak negatif dari berbagai sisi; kerugian finansial, kerugian reputasi, hilangnya kepercayaan masyarakat atau pelanggan, gangguan operasional, hingga bocor atau paling buruk, hilangnya data sensitif yang sifatnya sangat rahasia, hingga biaya perawatan untuk mengembalikan situs ke kondisi semula yang mahal.

Connectivity+ dari Telkom Solution dan solusi cerdas untuk transformasi industri

Dalam kondisi di atas, pepatah tua yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati penting diterapkan.

Sekali lagi, banyak kerugian yang dirasakan jika sistem, program atau laman perusahaan sampai terkena serangan siber. Untuk itu, penting melakukan berbagai pengamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan website perusahaan adalah dengan pemanfaatan Software-Defined Wide Aea Network (SD-WAN) solusi cerdas digital dari Connectivity+, Telkom Solution untuk transformasi industri.

SD-WAN merupakan teknologi jaringan yang memungkinkan organisasi untuk membangun jaringan WAN yang aman dan berkinerja tinggi dengan menggunakan kontrol yang berbasis perangkat lunak.

Dengan memanfaatkan perangkat lunak untuk mengontrol dan mengelola koneksi jaringan, SD-WAN menawarkan fleksibilitas, efisiensi dan keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan solusi Wide Area Network (WAN) tradisional.

SD-WAN berfungsi dengan pendekatan yang terorganisir dan efisien. Pertama-tama, teknologi ini menerapkan pengelolaan terpusat, yang memungkinkan kontrol menyeluruh atas semua perangkat dan koneksi jaringan dari satu titik. Dengan demikian, pengaturan kebijakan dan pemantauan jaringan menjadi lebih sederhana dan terintegrasi.

Selanjutnya, SD-WAN dilengkapi dengan kemampuan pemilihan jalur dinamis, yang memungkinkan sistem untuk secara otomatis menentukan jalur terbaik untuk pengiriman data berdasarkan kondisi jaringan saat ini, seperti latensi, bandwidth, dan keandalan. Ini memastikan bahwa data dapat dikirim dengan cara yang paling optimal.

Selain itu, SD-WAN juga melakukan pengoptimalan lalu lintas, di mana teknologi ini dapat mengelola dan memprioritaskan aplikasi penting serta mengalokasikan bandwidth sesuai dengan kebutuhan masing-masing aplikasi. Dengan kombinasi fitur-fitur ini, SD-WAN mampu meningkatkan kinerja jaringan secara keseluruhan, memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan aplikasi yang bergantung pada konektivitas yang stabil dan cepat.

Soal keamanan, SD-WAN memanfaatkan enkripsi end-to-end dan firewall virtual untuk melindungi data yang dikirim melalui jaringan dari ancaman keamanan. Solusi cerdas ini juga bisa mengenali sekaligus memblokir serangan DDoS yang dapat mengganggu ketersediaan jaringan.

Dari sisi finansial, SD-WAN tergolong hemat karena menggunakan koneksi internet yang lebih murah seperti broadband yang mampu menjadi alternatif untuk MPLs yang lebih mahal, sehingga perusahaan dapat mengurangi biaya operasional jaringan.

Secara sederhana, SD-WAN dapat meningkatkan keamanan digital sebuah perusahaan dengan cara:

  • Enkripsi data

  • Firewall

  • Segmentasi jaringan

  • Jaringan yang dibuat terpusat

  • Visibilitas jaringan

  • Mengurangi ketergantungan pada MPLs

  • Koneksi yang aman ke Cloud

  • Prioritas lalu lintas

Jadi bisa disimpulkan, penggunaan SD-WAN tidak hanya terbantu dengan biaya operasional yang lebih terjangkau, namun juga membantu mengurangi risiko ancaman siber dan memastikan jaringan perusahaan dapat berjalan dengan baik dan aman.