Telkom Solution Hadirkan Artificial Intelligen Untuk Bisnis Hingga Pemerintah

Blogger, Content Writer
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Efa Butar butar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AI dan manfaatnya di berbagai sektor
Artificial Intelligence (AI) yang dalam Bahasa Indonesia disebut kecerdasan buatan merupakan sebuah teknologi yang dirancang untuk membuat sistem komputer dapat meniru kemampuan berpikir dan bertindak seperti manusia.
AI sendiri menawarkan sejumlah manfaat di berbagai sektor; mulai dari meningkatkan efisiensi, produktivitas hingga kualitas layanan.
Di sektor kreatif misalnya, AI memungkinkan pencarian ide jadi terasa lebih mudah, belum lagi hasil eksekusinya biasanya tampak lebih menarik dan inovatif.
Tinggal masukkan prompt sesuai yang dibutuhkan, maka informasi, ide hingga bentuk visual yang dibutuhkan bisa diperoleh dalam sekejap mata.
Teknologi AI juga dapat diandalkan untuk menganalisa tren dan preferensi audiense yang dapat membantu kreator dalam menghasilkan karya yang relevan dan disukai oleh para audiencenya.
Ini membantu efisiensi waktu dan biaya bagi Kreator, karena alih-alih trial and error niche, AI justeru membantu fokus pada niche yang relevan dengan viewers. Sekali jalan, tepat sasaran.
Selain sektor kreatif, masih banyak lini usaha yang dapat memanfaatkan kehadiran AI untuk mengoptimalkan produktivitasnya seperti sektor kesehatan, perbankan dan keuangan, transportasi, E-commerce, agrikultur dan masih banyak bidang lainnya.
Bahkan manfaat yang sama dapat diperoleh di sektor industri, mulai dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM), bisnis yang menyasar pasar B2B, hingga kebutuhan dalam Pemerintahan.
Dunia dan kebutuhan akan teknologi AI
Peluang pemanfaatan AI untuk sektor industri dinilai masih sangat besar dan menjanjikan.
Bukan hanya di Indonesia, Stanford University dalam laporannya yang dirangkum oleh Goodstats.id menyajikan data negara-negara yang memiliki nilai investasi tertinggi pada perkembangan AI sepanjang tahun 2022 ditempati oleh Amerika Serikat di posisi puncak, diikuti China di posisi kedua, Inggris, Israel, India, Korea Selatan, Jerman, Kanada, Prancis dan Argentina di posisi ke-10 sebagai negara dengan nilai investasi AI terbesar di tahun tersebut.
Ini menunjukkan kebutuhan dunia akan AI masih cukup tinggi. Seluruh dunia mengarah dalam pemanfaatan teknologi AI.
Kebutuhan ini diamini oleh Reni Yustiani selaku OVP Enterprise Marketing & Regional Management Telkom Indonesia, dalam wawancaranya dengan CNBC di booth Xperience Center, Digiland 2025 kemarin. Menurutnya, AI dapat berperan penting dalam mendukung efisiensi dan efektivitas proses bisnis, terutama dalam hal analisis data dalam jumlah besar secara cepat dan akurat.
Tak heran bila kemudian TelkomGroup lewat Telkom Solution ikut mengoptimalkan tekonologi tersebut dan menghadirkan AI untuk menjawab kebutuhan bisnis mulai UKM, market B2B hingga Pemerintah.
Memang, sebelum kehadiran Telkom Solution, Telkom Indonesia sudah lebih dahulu menyediakan Indibiz yang bisa membantu small medium enterprises (SME). Namun, untuk melengkapi tawaran solusi digital, Telkom Solution kemudian hadir untuk menyasar segmen yang lebih besar seperti korporasi, bisnis B2B, BUMD, BUMN hingga Pemerintah.
Untuk UKM misalnya, penerapan AI dapat digunakan dalam layanan Contact Center. Teknologi ini dapat membantu pelaku usaha untuk menganalisa interaksi pelanggan dan mengoptimalkan layanan.
Pemanfaatan AI dalam layanan Contact Center juga membantu UKM dapat mendeteksi dan melakukan mitigasi terhadap hal-hal yang bersifat insidental. Selain dapat meminimalisir hal tidak baik yang terjadi pada usaha, cara ini juga dapat digunakan agar pelayanan ke pelanggan bisa jauh lebih baik.
Aktivitas lebih aman dan kondusif dengan AI
Belum masuk triwulan kedua tahun 2025, nyatanya sejumlah demo telah terjadi di negeri ini entah itu diserukan langsung kepada pemerintah atau kepada perusahaan swasta yang karyawannya tidak terima di-PHK.
Ada banyak alasan mengapa demo terjadi misalnya penyampaian aspirasi, kebijakan yang dianggap berlawanan dengan kepentingan masyarakat, permintaan perubahan struktur perusahaan hingga terbaru dilakukan oleh para pengemudi ojek daring dengan alasan kecewa terhadap aplikator yang dianggap melanggar regulasi dan merugikan para pengemudi.
Penyampaian aspirasi lewat aksi protes sekelompok orang ini lumrah saja dilakukan. Tidak dilarang selama berlangsung dengan damai. Namun, penting diketahui ada aturan yang sudah diatur dalam Undang-Undang yang harus dipatuhi pula.
UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum menyebutkan pemberitahuan diberikan paling lambat 3x24 jam sebelum aksi digelar.
Surat pemberitahuan berisi maksud dan tujuan, tempat, lokasi dan rute, waktu dan lama, bentuk, penanggungjawab, nama dan alamat organisasi, kelompok atau perorangan, alat peraga yang dipergunakan; dan atau jumlah peserta demo.
Sayangnya, meski diawali dengan aksi damai nan tertib, tak jarang demo berakhir anarkis, ricuh bahkan mencekam.
Hal ini bisa terjadi akibat banyak faktor, salah satunya massa misterius dan bukan bagian dari pendemo yang memprovokasi kericuhan di setiap lokasi demo, kekecewaan massa atas tuntutan yang tidak terpenuhi, hingga kurangnya antisipasi aparat keamanan.
Kabar baiknya, kini kericuhan dalam aksi protes massa bisa teridentifikasi dan diawasi menggunakan teknologi AI.
Dengan solusi digital berbasis AI ini, perusahaan maupun aparat keamanan dapat memantau kerumunan atau kepadatan yang mungkin dapat mengganggu atau membahayakan.
Aplikasi pendukung seperti Fire and Smoke Detection dapat juga diperkuat dengan AI, sehingga dapat memberi peringatan dini saat terdeteksi asap atau api sehingga kebakaran dapat dicegah.
Mulai dari pelaku UKM, bisnis B2B, konglomerasi, BUMN, BUMD, perusahaan swasta hingga pemerintah sudah saatnya melakukan transformasi digital untuk kebutuhan operasionalnya sehari-hari.
Soal memantau keamanan dalam kerumunan, termasuk pula keamanan dalam gedung kerja, bisa dilakukan lewat kecanggihan AI yang dapat mendeteksi orang asing atau aktivitas mencurigakan di suatu area demi keamanan dan kenyamanan kerja bersama.
Manfaat yang sama bisa dinikmati dalam acara publik lainnya berskala besar termasuk konser atau yang terdekat laga sepak bola Indonesia kontra China yang akan berlangsung di GBK pada Juni 2025 mendatang.
Solusi AI ini menjadi jawaban bagi penyelenggara untuk memantau keamanan crowds dan dapat melakukan langkah intervensi jika didapati hal-hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu berjalannya acara demi kelancaran berlangsungnya hajat, keamanan tamu undangan dan pengunjung yang datang.
