Konten dari Pengguna

"Kreatif !! Mahasiswa KKN STIT Rakeyan Santang Sulap Sampah Menjadi Sedekah"

Ana Lestari

Ana Lestari

sedang berkuliah di STIT Rakeyan Santang Karawang

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ana Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerakan kreatif mahasiswa KKN STIT Rakeyan Santang di Desa Sukamerta, Rawamerta mengubah sampah menjadi peluang sedekah bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN STIT Rakeyan Santang memanfaatkan sampah menjadi sedekah. Wadah ini menjadi simbol kreativitas dan kepedulian lingkungan di Desa Sukamerta-Rawamerta (sumber: foto pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN STIT Rakeyan Santang memanfaatkan sampah menjadi sedekah. Wadah ini menjadi simbol kreativitas dan kepedulian lingkungan di Desa Sukamerta-Rawamerta (sumber: foto pribadi).

Karawang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Rakeyan Santang (https://www.rakeyansantang.ac.id) yang berlokasi di Jln. Raya Rawamerta No. 1923, Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, menghadirkan sebuah program kreatif bertajuk “Sedekah Sampah”. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pengelolaan sampah, tetapi juga mengandung nilai sosial dan keagamaan. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk peduli pada kebersihan lingkungan sekaligus berbuat kebaikan bagi sesama. yang mendidik masyarakat untuk peduli pada lingkungan sekaligus berbagi kepada sesama.

Mengubah Sampah Jadi Amal

Konsep “Sedekah Sampah” lahir dari keresahan mahasiswa terhadap menumpuknya sampah rumah tangga yang sering kali berakhir di selokan atau dibakar, sehingga mencemari udara dan mengganggu kesehatan. Dalam program ini, masyarakat diajak untuk membawa sampah anorganik yang masih bisa didaur ulang, seperti botol plastik, kardus, dan kertas, untuk kemudian dikumpulkan dan ditukar menjadi nilai sedekah.

Hasil dari penjualan sampah yang terkumpul akan dialokasikan untuk kegiatan sosial di desa, seperti mendukung anak yatim, membantu kegiatan keagamaan, hingga kebutuhan fasilitas umum. Dengan begitu, setiap sampah yang disedekahkan warga tidak hanya berdampak pada lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi banyak orang.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya membuang sampah, melainkan sekaligus beramal jariyah.

Disambut Antusias Warga

Program ini mendapat sambutan hangat dari warga Desa Sukamerta. Mereka merasa terbantu sekaligus termotivasi untuk lebih peduli pada kebersihan lingkungan.

Mahasiswa KKN STIT Rakeyan Santang bersama warga Desa Sukamerta menggelar program “Sedekah Sampah”. Kegiatan ini mengajak masyarakat mengubah sampah menjadi amal kebaikan bagi sesama. (Foto: sumber pribadi)

“Awalnya kami ragu apakah masyarakat mau berperan aktif dalam program ini. Tapi ternyata respon warga begitu positif. Senang sekali, karena selain lingkungan lebih bersih, hasilnya bisa untuk kebaikan bersama,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Salah satu pengurus pondok pesantren, mengungkapkan rasa syukurnya. “Biasanya sampah hanya dibakar atau dibuang begitu saja. Dengan adanya program ini, semoga para santri lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus belajar memaknai nilai sedekah dari hal-hal kecil,” tuturnya.

Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat

Kehadiran mahasiswa KKN STIT Rakeyan Santang di Desa Sukamerta bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan juga menjadi wujud pengabdian nyata kepada masyarakat. Melalui program ini, para mahasiswa belajar berinteraksi secara langsung dengan warga, memahami kebutuhan desa, sekaligus menawarkan solusi sederhana yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Program “Sedekah Sampah” secara resmi diserahkan kepada pengurus musolah Desa Sukamerta oleh Koordinator Desa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa KKN STIT Rakeyan Santang. Inisiatif ini mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus berbagi kebaikan. (Foto: sumber pribadi)

Tak hanya itu, mahasiswa juga menggelar penyuluhan tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah plastik. Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa plastik yang sering dianggap tidak berguna, ternyata bisa mendatangkan manfaat besar, baik bagi kebersihan lingkungan maupun kesejahteraan sosial.

Selain program Sedekah Sampah, mahasiswa juga merancang kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya memilah dan mengolah limbah plastik. Melalui penyuluhan ini, warga diharapkan semakin sadar bahwa plastik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata bisa memberikan nilai kebermanfaatan, baik untuk menjaga kebersihan lingkungan maupun untuk kegiatan sosial.

Harapan Berkelanjutan

Melalui “Sedekah Sampah”, mahasiswa KKN berharap agar masyarakat Desa Sukamerta dapat menjadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan baru dalam menjaga lingkungan. Jika program ini terus berjalan, desa tidak hanya akan semakin bersih, tetapi juga memiliki dana sosial berkelanjutan yang bisa membantu berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Harapan kami, setelah KKN selesai, masyarakat tetap melanjutkan gerakan ini. Karena sejatinya, menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah,” tambah koordinator Desa KKN.

Program “Sedekah Sampah” ini menjadi bukti nyata bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi kreatif yang sederhana namun berdampak besar. Dari sampah yang dianggap tidak bernilai, lahirlah keberkahan yang memberi manfaat luas, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Kebersihan itu sebagian dari iman.” (HR. Muslim) Dan dalam hadits lain beliau bersabda: “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Dengan semangat inilah, gerakan “Sedekah Sampah” di Desa Sukamerta bukan sekadar mengelola limbah, melainkan juga menjadi jalan ibadah yang penuh makna.

KKN Desa Sukamerta 2025 :

https://bit.ly/KKNdesasukamerta2025

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)

Ibu Rini Novianti Yusuf, M.Pd

Anggota

  • Saci

  • Sumarni

  • Ana Lestari

  • Talin Takmilatuz Zuhriah

  • Esya Nurul Qur'ani

  • Lina Wulandari

  • Aan Komala

  • Ananda Gita N

  • Shalha Hilwatunnisa