Mahasiswa KKN-T UNDIP Memberikan Edukasi Cara Pembuatan MOL dari Limbah Sayuran

Mahasiswa angkatan 2022 Prodi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ana Tasya Dwi Wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal (02 Juli 2025) - Mahasiswa KKN Tematik UNDIP sukses melaksanakan sosialisasi bersama kelompok pembudidaya ikan lele Desa Tambaksari dengan judul kegiatan “Edukasi Pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) dengan Limbah Sayur-Sayuran serta Starter Ragi untuk Pertumbuhan Ikan Lele “. Kegiatan ini merupakan program kerja multidisiplin salah satu anggota Kelompok 1 Tim 38 KKN-T IDBU UNDIP, yakni Ana Tasya Dwi Wulandari, mahasiswa UNDIP yang berasal dari jurusan Akuakultur. Sosialisasi ini merupakan bagian dari serangkaian program multidisiplin yang mengusung tema “Ketahanan Pangan Bidang Perikanan Melalui Penerapan IPTEK“ yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., beserta Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., dan Dr. Putut Har Riyadi, S. Pi., M.Si.
MOL (Mikroorganisme Lokal) merupakan cairan hasil fermentasi bahan-bahan alami, seperti limbah sayuran, yang mengandung mikroorganisme bermanfaat. MOL berfungsi sebagai probiotik alami yang dapat meningkatkan kesehatan saluran pencernaan ikan lele, mempercepat pertumbuhan, serta meningkatkan efisiensi pakan. Penggunaan MOL juga membantu mengurangi limbah organik rumah tangga dan pertanian, sehingga lebih ramah lingkungan. Dalam sosialisasi yang berlangsung interaktif, mahasiswa KKN UNDIP menyampaikan materi cara pembuatan MOL dari limbah sayur. Dimana limbah sayur yang digunakan terdiri dari sawi, kacang panjang dan kangkung, disertai penambahan gula pasir, ragi tape, yakult sebagai starter.
Bagaimana Proses Pembuatan MOL?
Proses pembuatan Mol ini dilakukan dengan menghaluskan setiap bahan dan mencampurkan bahan di dalam 1 wadah untuk difermentasi selama 4 hari. Mahasiswa UNDIP juga menekankan bahwa tanda MOL berhasil adalah adanya aroma wangi lembut khas tape fermentasi dan jika cairan berubah warna menjadi hitam pekat atau berbau busuk, MOL tidak layak digunakan.
Sosialisasi pembuatan MOL dari limbah sayur dan ragi tape ini mendapat respon positif dari pembudidaya lele di Desa Tambaksari. Dengan MOL, pembudidaya dapat mengurangi biaya pakan tambahan, memanfaatkan limbah organik, serta meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ikan lele secara alami. Program KKN UNDIP ini diharapkan menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan bagi pembudidaya lele di Kabupaten Kendal, sekaligus mendukung pertanian dan perikanan ramah lingkungan.
