Menjadi Pattimura Muda Di Era Modern
Tulisan dari Anabella Sabrina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saudara-saudaraku di Maluku, maupun seluruh anak bangsa yang berada di seluruh penjuru dunia, pernahkah Anda mendengar kalimat, “Beta akan mati, tetapi akan bangkit Pattimura-Pattimura Muda?” Kalimat yang diucapkan oleh Kapitan Pattimura menjelang akhir hayatnya. Sebuah kalimat yang lahir tidak hanya sebagai sumpah, tetapi sebagai wujud semangat dan kepercayaan pada kita para Pattimura Muda untuk meneruskan perjuangan abadi mereka.
Sebab seperti yang dikatakan Kapitan Pattimura bahwa, “Pattimura Tua boleh mati, namun semangatnya tidak boleh mati.” Mengingatkan kita bahwa perjuangan tidak hanya diwariskan melalui senjata, melainkan melalui persatuan, keberanian, dan rasa kepedulian akan sesama.
Kini, bertarung tidak lagi dengan parang. Bertahan tidak lagi dengan salawaku. Tarian Cakalele tidak untuk memulai Perang. Cengkeh dan Pala menjadi milik kita. Namun bukan berarti warisan perjuangan para Pattimura Tua berhenti, justru inilah saat yang tepat bagi kita para Pattimura muda meneruskan api perjuangan yang tak pernah padam.
Nilai perjuangan itu juga tercermin dalam sosok Martha Christina Tiahahu. Seorang yang menjadi bagian dari Pattimura tua, dengan jiwa yang selamanya Pattimura Muda. Ketika ia diberikan pilihan dan kesempatan untuk berhenti dan menyerah, sebaliknya, ia semakin termotivasi untuk terus melangkah maju. Sebab demikian, Pattimura muda tidak dilahirkan untuk mengikuti ombak, melainkan untuk menerjangnya. Seolah-olah para Pattimura tua percaya akan nasib bangsanya di tangan kita, para Pattimura muda.
"Lantas, siapakah Pattimura muda itu?"
Bagi saya, menjadi seorang Pattimura muda tak lagi untuk berperang melawan musuh menggunakan parang dan salawaku, bukan lagi memperjuangkan hak kita yang telah dirampas para penjajah. Tugas kita tidak kalah penting, dengan mewujudkan keberanian dalam menjaga persatuan dikala perpecahan merajalela dan melestarikan budaya yang telah diperjuangkan para Pattimura Tua untuk menjaga identitas kita.
Peran seorang Pattimura muda sangat penting sebagai penerus bangsa. Kita dilahirkan untuk berdiri kokoh pada pendirian kita di tengah hantaman arus yang menerjang kita. Menjaga identitas kita agar tidak ditelan oleh zaman.
Inilah semangat yang Pattimura Tua wariskan untuk kita. Janganlah takut pada perbedaan, namun syukurilah keberadaannya. Sebab sebuah kesempurnaan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari keberagaman yang saling melengkapi. Berbanggalah kita sebab Sang Maha Kuasa telah menciptakan kita semua baik adanya.
Pattimura-Pattimura tua, tidurlah dengan nyenyak dalam keabadian, sebab kini menjadi tugas kami untuk meneruskan cita-cita kalian. Inilah suara kami dalam meneruskan perjuanganmu. Menjadi seorang Pattimura Muda.

