kumparan
11 Jun 2018 18:56 WIB

Renungan Jelang Lebaran, Indonesia Tetap Kuat Meski Diadu-domba

Boni Hargens, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI)
Terhitung sejak 2016, dinamika politik di tanah air ditandai berbagai goncangan yang cukup melelahkan dan meresahkan. Politik identitas menjadi arus utama ketika oposisi politik kehilangan akal sehat untuk mengevaluasi dan mendelegitimasi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dijadikan komoditas untuk meraih dukungan politik.
ADVERTISEMENT
Alhasil, masyarakat terbelah. Dikotomi yang kejam atas dasar SARA tidak hanya mengganggu jalannya pemerintahan, tetapi juga mengancam masa depan ke-Indonesiaan kita yang sudah dibangun para Pendiri Republik dengan darah dan keringat. Pancasila, sebagai fondasi yang merekatkan keberagaman dan falsafah yang menyatukan masa lalu dan masa depan kita sebagai negara-bangsa, diganggu oleh kehadiran dan serangan ideologi dan kelompok radikal yang ingin menerapkan NKRI Syariah.
Memang, kita akui, kita lelah dan terluka dengan serangan-serangan teroris dan kemarahan kelompok radikal yang berteriak di jalan dan memadati dunia maya dengan hasutan kebencian dan fitnah.
Namun, alhamdulilah, sampai hari ini, dan sampai kapanpun, bangsa ini masih dan akan tetap kuat.
ADVERTISEMENT
Masyarakat kita adalah kekuatan yang tak terkalahkan oleh permainan kotor para pecundang politik. Masyarakat kita adalah modal terbesar yang tak bisa digadai oleh dan untuk kepentingan kekuasaan yang temporer.
Untuk itu, dan pada kesempatan ini, kita perlu mengapresiasi setinggi-tingginya kerja keras Badan Intelijen Negara (BIN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah dan selalu komit menjaga keamanan masyarakat, bangsa dan negara dalam segala keadaan.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan