Anak SD Itu Tidak Bisa Disamakan Satu Sama Lain
Tulisan dari asrina mawarni'ma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kita melihat dua anak yang belajar materi yang sama, tetapi membutuhkan waktu yang berbeda untuk memahaminya? ada anak yang cukup mendengarkan penjelasan guru untuk mengerti, tetapi ada juga yang harus dijelaskan beberapa kali. menurut saya, hal seperti ini wajar karena setiap anak memiliki kemampuan dan cara belajar yang berbeda.
Sebagai mahasiswa PGSD, saya mulai menyadari bahwa mengajar anak SD bukan hanya soal membuat mereka memahami materi. guru juga perlu mengenali karakter setiap siswa. sayangnya, jika semua anak dituntut untuk memahami pelajaran dengan cepat, anak yang membutuhkan waktu lebih lama bisa merasa tertinggal.
Misalnya, ketika mengerjakan soal matematika, ada siswa yang bisa menyelesaikannya lebih dahulu, sedangkan temannya masih bingung menentukan jawaban. jika guru hanya berfokus pada siswa yang sudah selesai, anak yang masih kesulitan mungkin tidak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. padahal, mereka bukan berarti tidak mampu, tetapi mungkin masih membutuhkan penjelasan dengan cara yang berbeda.
Menurut saya, guru perlu memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk belajar sesuai dengan kebutuhannya. siswa yang sudah memahami materi bisa diberikan soal yang lebih menantang, sedangkan siswa yang masih kesulitan bisa dibantu melalui contoh yang lebih sederhana. dengan begitu, semua anak tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
Selain kemampuan akademik, karakter anak juga perlu dihargai. ada anak yang mudah bergaul dan berani berbicara, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu untuk merasa nyaman. guru sebaiknya tidak langsung menilai anak hanya dari seberapa aktif mereka di kelas.
Dari sini, saya belajar bahwa menjadi guru bukan berarti menuntut semua siswa memiliki kemampuan yang sama. justru, guru perlu memahami perbedaan mereka agar bisa menentukan cara mengajar yang sesuai.
Pada akhirnya, setiap anak memiliki prosesnya masing-masing. menurut saya, keberhasilan guru bukan hanya ketika semua siswa mendapatkan nilai bagus, tetapi juga ketika setiap anak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan merasa dihargai.

