Kunjungan Asesor ACQUIN dari Jerman ke Zie Batik Semarang

Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari ANANDA AYU DIAH ASTUTI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semarang, 26 Juli 2026 - Sebagai bagian dari rangkaian asesmen akreditasi internasional, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) membersamai para asesor The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN) dalam kunjungan ke Zie Batik. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Zie Batik sebagai salah satu UMKM yang didukung oleh UNNES dalam mengembangkan produk batik berbasis budaya Indonesia dengan menerapkan prinsip produksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan penjemputan para asesor dari Hotel Arrus menuju Zie Batik. Para asesor berbagi cerita dan kesan mereka tentang Semarang selama perjalanan tersebut. Setibanya di Zie Batik, para asesor bersama staf dan mahasiswa magang KPM UNNES mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Zie Batik, proses produksi, serta cerita di balik berbagai motif yang menggambarkan legenda dan kearifan lokal, seperti motif legenda Srikandi Larasati. Pengenalan kemudian dilanjutkan dengan permainan interaktif untuk menebak perbedaan antara batik tulis dan batik print.
Kegiatan dilanjutkan dengan mencanting, yaitu proses mengaplikasikan lilin pada motif di kain menggunakan alat bernama canting. Pada tahap ini, lilin dicairkan menggunakan kompor listrik untuk meminimalkan produksi asap. Setelah proses mencanting selesai, para asesor dan tim KPM diarahkan ke proses selanjutnya, yaitu proses pewarnaan dengan mencelupkan kain ke dalam pewarna sebanyak 5 kali.
Zie Batik menggunakan tanaman seperti Indigofera dan limbah mangrove sebagai bahan pewarna alami. Setelahnya, kain akan dikeringkan tanpa bantuan sinar matahari. Sejalan dengan tujuan program SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), inovasi Zie Batik ini mendorong pengelolaan limbah yang tepat dan peningkatan produk ramah lingkungan. Zie Batik juga mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama dengan petani lokal untuk mengumpulkan tanaman yang digunakan sebagai pewarna alami.
Dalam kunjungan ini, mahasiswa magang KPM UNNES turut membantu mendampingi para asesor, khususnya dalam komunikasi menggunakan bahasa Inggris. Mahasiswa membantu menyampaikan informasi dan mendukung komunikasi antara para asesor dan pihak Zie Batik selama kegiatan berlangsung. Kesempatan ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menerapkan kemampuan bahasa Inggris dalam situasi profesional.
Dengan kegiatan ini, baik asesor maupun mahasiswa magang KPM UNNES tidak hanya memperoleh ilmu tentang proses produksi dan pengembangan produk batik, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang budaya batik yang menggambarkan legenda dan kearifan lokal. Selain itu, selama proses pembuatan dan produksi batik berlangsung, diperlihatkan juga cara melestarikan budaya yang ramah lingkungan tanpa eksploitasi, berdasarkan program SDG 8 dan SDG 12 tentang Decent Work and Economic Growth dan Responsible Consumption and Production.
